Makassar Mulia

Bukti 100 Hari Kerja Mulia: Dokumen FS, Amdal, dan Andalalin Stadion Untia Dituntaskan Tahun ini

Humas Pemkot Makassar
100 HARI MULIA - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham saat menghadiri agenda pemerintah di Tribun Lapangan Karebosi Jl Jenderal Ahmad Yani beberapa waktu. Pasangan bertagline Mulia ini telah memperlihatkan kerja-kerja nyatanya usai dilantik pada 20 Februari 2025. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masa kerja Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham genap 100 hari pada Sabtu (31/5/2025) besok. 

Pasangan bertagline Mulia ini telah memperlihatkan kerja-kerja nyatanya usai dilantik pada 20 Februari lalu. 

Salah satu program prioritas yakni pembangunan stadion.

Langkah strategis telah dilakukan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham dalam kurun waktu 100 hari terakhir.

Mulai mencari, meninjau, dan memutuskan lahan yang cocok menjadi lokasi pembangunan stadion. 

Lahan milik Pemkot Makassar di Untia Kecamatan Biringkanaya dipilih sebagai lokasi berdirinya stadion megah di Kota Makassar. 

Munafri Arifuddin bahkan telah membawa pengelola Jakarta Internasional Stadium (JIS) Iwan Takwin ke Untia melihat langsung potensi dan peluang pembangunan di lokasi tersebut. 

Munafri juga telah menawarkan rencana proyek ini kepada calon investor asal Qatar.

Munafri bertemu Mr Ali Hadji selaku Senior Executive Investment & Portfolio Manager (JTA) International Investment Holding Qatar di Lantai 12J, Gandaria 8 Office Tower, Gandaria City, Jakarta, Senin (14/4/2025).

Usai pertemuan itu, Munafri menginstruksi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait merampungkan seluruh dokumen yang dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan stadion. 

Sekarang ini, Pemkot Makassar mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,3 miliar untuk menyusun beberapa dokumen penting seperti Feasibility Study (FS), Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). 

Dokumen-dokumen ini menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan stadion. 

Alokasi berasal dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) parsial Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar Zuhaelsi Zubir mengungkapkan bahwa anggaran tersebut terbagi atas Rp1 miliar untuk penyusunan FS, Rp1 miliar untuk dokumen Amdal, dan Rp300 juta untuk Andalalin.

"Langkah awal pembangunan Stadion Untia ini menggunakan anggaran dari DPA parsial dengan total alokasi sebesar Rp2,3 miliar untuk tiga item penting sebagai fondasi proyek," kata Zuhaelsi, Jumat (30/5/2025).

Pembangunan Stadion Untia sebagai sarana olahraga representatif dan menjadi ikon baru kebanggaan warga Makassar, khususnya para pecinta sepak bola. 

Adapun luas lahan stadion Untia kurang lebih 23 hektar.

Dengan penganggaran awal ini, Pemerintah Kota Makassar memastikan proses perencanaan berjalan matang sebelum memasuki tahap konstruksi.

Zuhaelsi menjelaskan, program ini bagian dari implementasi visi MULIA (Makassar Unggul, Inklusif, Aman dan Berkelanjutan) yang diusung Appi-Aliyah, dengan menekankan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat dan dampak jangka panjang.

"Ini aksi nyata sesuai program unggulan pak Wali dan ibu Wawali, menghadirkan stadion ini segera terwujud, bukan hanya sebagai pusat olahraga, tapi juga sebagai ikon baru kebanggaan Makassar," kata Zuhaelsi.

Langkah ini menunjukkan program 100 hari kerja MULIA (Makassar Unggul, Inklusif, Aman dan Berkelanjutan) bukan sekadar slogan.

Pemerintah kota kini bergerak dengan visi yang jelas, rencana yang terukur, dan semangat kolaboratif untuk mewujudkan fasilitas olahraga bertaraf nasional.

Stadion yang akan dibangun di kawasan Untia ini dirancang tidak hanya untuk menjadi rumah bagi kegiatan olahraga, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal melalui event dan pariwisata olahraga.

"Kami ingin memastikan seluruh aspek perencanaan berjalan secara matang dan profesional," ujar Zuhaelsi.

"Studi kelayakan dan Andalalin adalah fondasi penting sebelum pembangunan fisik dimulai," imbuhnya.

Zuhaelsi menambahkan, pemerintah kota juga menggandeng konsultan profesional yang telah berpengalaman dalam proyek serupa di berbagai daerah. 

"Hasil studi ini nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun Detail Engineering Design (DED) serta dokumen lelang proyek pembangunan stadion,"  jelasnya. (*)