Bendungan Jenelata Gowa
Bendungan Jenelata Gowa Dikebut, Target 5 Tahun Rampung
Progres fisik Bendungan Jenelata di Gowa capai 10 persen. BBWS sebut percepatan signifikan setelah pembentukan Satgas Investasi.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Progres pembangunan fisik Bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Hal ini diungkap Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Suryadarma Hasyim, saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (5/5/2025).
Ia menyampaikan saat ini progres fisik bendungan mencapai 10 persen.
“Alhamdulillah, sekarang progres fisik Bendungan Jenelata sudah mencapai 10 persen,” katanya.
“Sebelum ada Satgas Percepatan Investasi ini, progresnya baru sekitar 3,4 persen. Jadi cukup signifikan,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan sebagian besar lahan dibebaskan, sehingga memungkinkan kontraktor bekerja penuh selama tujuh hari dalam seminggu, 24 jam sehari.
Pada tahap selanjutnya, pembangunan dipercepat ke tahap 4 mencakup pembangunan area sandaran bendungan, pembuangan material (disposal), pengalihan aliran sungai (river diversion), serta akses jalan menuju lokasi proyek.
“Di arah bendungan itu kita bisa pacu lagi percepatan pembangunan Bendungan Jenelata,” ungkapnya.
Setelah konstruksi utama dan akses jalan rampung, proyek akan dilanjutkan dengan pembebasan area genangan dan zona hijau (greenbelt) sebagai bagian dari strategi mendukung kelancaran pembangunan.
“Itu langkah-langkah kita siapkan,” jelas Suryadarma.
Bendungan Jenelata merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi prioritas pembangunan hingga lima tahun ke depan.
Pembangunan menggunakan dana loan agreement dan dana pendamping dari Kementerian PUPR dengan anggaran sebesar Rp4,1 triliun.
Dari total anggaran tersebut, 85 persen bersumber dari pemerintah China dan 15 persen dari APBN.
Bendungan ini mengusung konstruksi CFRD (Concrete Face Rockfill Dam) dengan inti tegak setinggi 62,8 meter dan daya tampung efektif sebesar 223,6 juta meter kubik.
Fungsinya mencakup pengendalian banjir Sungai Jenelata, dari debit 1.800,46 m⊃3;/detik menjadi 686 m⊃3;/detik.
Selain itu, bendungan juga menyuplai air baku 6,05 m⊃3;/detik untuk Kota Makassar dan berpotensi menghasilkan listrik PLTA sebesar 7 megawatt untuk menunjang kawasan industri Takalar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BENDUNGAN-JENELATA-Kepala-BBWS-Pompengan-Jeneberang009.jpg)