Bobby Nasution Tantang Edy Rahmayadi Setelah Dituduh Libatkan Parcok di Pilgub, Tak Mau Warga Tahu
Pasangan nomor urut 1 Bobby Nasution-Surya memenangkan Pilkada Sumatra Utara (Sumut) 2024 karena keterlibatan Partai Cokelat (Parcok).
TRIBUN-TIMUR.COM - Calon Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menanggapi tudingan soal campur tangan partai cokelat di Pilkada.
Pasangan nomor urut 1 Bobby Nasution-Surya memenangkan Pilkada Sumatra Utara (Sumut) 2024 karena keterlibatan Partai Cokelat (Parcok).
Tudingan itu disampaikan kubu pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut 2 Edy Rahmayadi-Hasan Basri.
Istilah Parcok merujuk kepada keterlibatan institusi Polri pada Pilkada serentak 2024.
Bobby Nasution menjawab tudingan itu mestinya dibuktikan di ranah hukum.
Menurutnya, tak elok apabila hal tersebut dijawab lewat media sebab masyarakat akan membacanya.
"Itu tadi, sudah dilaporkan pembuktiannya di hukum. Kalau jawab di media, saya rasa enggak elok. Karena ini pasti dibaca masyarakat," ucap Bobby Nasution, dilansir Tribun Medan, Rabu (11/12/2024).
Pasalnya, jelas Bobby, dirinya sepakat untuk memilih pemimpin yang tak mengajari masyarakat untuk berpolitik.
"Kita sepakat memilih pemimpin yang tidak mengajak dan mengajari masyarakat berpolitik," ucapnya.
Sebagai informasi, saksi Edy-Hasan, Leonardo Marbun, menolak untuk menandatangani hasil rekapitulasi.
Ada beberapa hal yang membuat mereka keberatan, salah satunya adalah dugaan keterlibatan penjabat kepala daerah di Sumut yang mendukung Bobby-Surya.
"Keterlibatan penjabat kepala daerah yang berpihak pada pasangan calon 01. Hal ini merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan," ujar Leonardo saat rapat pleno rekapitulasi KPU Sumut yang digelar di Hotel Emerald Garden, Senin (9/12/2024).
Lebih lanjut, Leonardo menyebut adanya keterlibatan Partai Cokelat yang dikaitkan dengan pengerahan aparat kepolisian pada Pilkada 2024.
"Keterlibatan Partai Cokelat yang berpihak kepada pasangan calon 01 Bobby-Surya," ujarnya.
Gugat Hasil Pilkada
| Sosok Brigjen Raziman Tarigan Alumnus Akpol 1974 Jadi Korban Tabrak Lari, Dimakamkan di TMP |
|
|---|
| Gawat! Sulsel Masuk Lima Besar Jumlah Kejahatan Tertinggi di Indonesia, Sumatera Utara Nomor Satu |
|
|---|
| Ketika Presiden Prabowo Subianto Nyanyi Tanah Airku Bareng Korban Banjir Tapanuli Selatan |
|
|---|
| Rp2,97 Miliar Bantuan Digelontorkan Telkom Group di Aceh, Sumut, dan Sumbar |
|
|---|
| Ada Pak JK, Ada Harapan di Lokasi Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pemilihan-gubernur-Sumatera-Utara-diikuti-Bobby-Nasution-dan-Edy-Rahmayadi1t.jpg)