Geopark Maros Pangkep
LSP Anging Mamiri Sertifikasi SDM Geopark Maros Pangkep
Upaya LSP Pariwisata Anging Mamiri atas ditetapkannya Geopark Maros Pangkep menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp).
TRIBUN-TIMUR.COM - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Anging Mamiri telah melakukan Sertifikasi Kompetensi dalam mendukung pegembagan sumber daya manusia khususnya Pamandu Wisata di Kawasan Geopark Maros Pangkep pada November 2022 lalu.
Dari tujuh peserta yang disertifikasi hanya lima orang yang mendapat status kompeten.
Upaya LSP Pariwisata Anging Mamiri atas ditetapkannya Geopark Maros Pangkep menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp).
Olehnya itu, Sulawesi Selatan (Sulsel) boleh berbangga memiliki Kawasan wisata Geopark Maros Pangkep ini.
"Geopark Maros Pangkep dapat menjadi icon Sulsel kedepan, dan menunggu sampai rencana penetapan akhir pada bulan Maret 2023 di Paris Perancis," kata Direktur LSP Pariwisata Anging Mamiri, Farid Said.
Farid Said membeberkan, ia turut mendampingi Bupati Maros Chaidir Syam menyerahkan Sertifikat Kompetensi pada lima peserta Pemandu Wisata Kawasan Istana Kars yang masuk dalam kawasan Geopark Maros Pangkep tersebut.
"Sertifikat ini sebagai pengakuan pemerintah kepada tenaga kerja yang sudah terampil dalam melayani tamu di kawasan pariwisata," katanya.
Hadir Wakil Bupati Maros, Sekertaris Daerah dan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros serta seluruh Eselon I, II dan lainnya.
Kegiatan dirangkaikan penandatanganan perjanjian Kerja Sama Pengembagan Sumber Daya Manusia antara LSP Pariwisata Anging Mamiri dan Pemerintah Kabupaten Maros di sektor pariwisata khususnya sertifikasi komptensi.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Maros Muh Ferdiansyah menyampaikan, selama ini pihaknya melakukan pelatihan terhadap Sumber daya Manusia pariwisata.
"Hanya saja, modulnya belum berbasis kompetensi yang dilanjutkan dengan sertifikasi Kompetensi, jadi ke depan harus disesuaikan," katanya.
Sekadar informasi, LSP Pariwisata Anging Mamiri sudah melakukan sertifikasi kompetensi baik program reguler maupun mandiri di tahun 2022.
Diikuti 1.935 peserta melalui skema ASEAN dan Nasional bidang Pramuwisata, Biro Perjalanan, Perhotelan dan Barista di Ibukota provinsi Sumatra Utara Kota Medan, Nusa Tenggara Barat Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Timur Kota Kupang, Provinsi Sulawesi Tenggara Kota Kendari, provinsi Kalimantan Timur Kota Balikpapan dan Kota Bontang.
Total peserta yang sudah disertifikasi sejak berdirinya tahun 2015 yakni sekitar 18.500.
Dimana, 95 persen berstatus kompeten, lima persen lainnya belum kompeten.
"Sumber daya manusia tanpa disertifikasi maka belum bisa bersaing di Dunia Kerja Nasional dan Internasional. Sertifikasi kompetensi adalah bentuk pengakuan Pemerintah diluar Pendidikan Formal yg wajib diikuti oleh seluruh tenaga kerja di Indonesia," pungkas Farid Said. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Lsp-312023.jpg)