Gagal Ginjal

Kasus Gagal Ginjal Anak di Indonesia Melonjak, Kadinkes: Belum Ada Laporan di Sulsel

Penulis: Faqih Imtiyaaz
Editor: Hasriyani Latif
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Rosmini Pandin. Dinkes Sulsel mengimbau masyarakat untuk memeriksakan kondisi anak jika demam dan frekuensi buang air kecil kurang.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus gagal ginjal pada anak menggemparkan Indonesia.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan sekitar 150 anak mengalami gangguan ginjal akut misterius.

Kasus ini mulai mengalami lonjakan sejak September 2022.

Dalam laporan IDAI, Sulsel disebut masuk dalam 14 provinsi yang terdeteksi memiliki kasus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Hj Rosmini Pandin menyebut pihaknya masih belum mendapat laporan terkait kasus gagal ginjal di Sulsel.

"Kalau di Sulsel kita belum dapat laporan dari kabupaten/kota terkait kasus gagal ginjal anak," ujar Rosmini saat ditemui Tribun-Timur.com usai Jalan Santai Sulsel Anti Mager, Minggu (15/10/2022).

Ia menyebut telah meminta data dari IDAI Pusat terkait kasus positif di Sulsel.

Sebab, IDAI yang mengeluarkan daftar 14 provinsi yang memiliki kasus gagal ginjal anak misterius.

"Saya sudah dua hari meminta dari IDAI tapi belum ada juga, kita tunggu sampai besok," katanya.

Dalam mengantisipasinya, Rosmini telah membuat surat edaran terkait antisipasi gagal ginjal anak ini.

"Kita sudah buat surat edaran terkait pengenalan antisipasi sehingga bisa dengan cepat diantisipasi," jelasnya.

"InsyaAllah akan diedarkan besok, Senin (16/10/2022)," sambungnya.

Ia pun tetap mengingatkan masyarakat untuk memeriksakan segala kondisi anak.

Utamanya bagi anak yang sedang menderita demam.

Halaman
12

Berita Terkini