Partai Solidaritas Indonesia

Tak Terima Tudingan Mark-up Dana Reses, Viani Limardi Melawan dan Gugat PSI Rp 1 T

Editor: Sakinah Sudin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viani Limardi Anggota DPRD DKI Jakarta dari PSI.

TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta, Viani Limardi tak terima dipecat dengan tudingan mark-up atau penggelembungan dana reses.

Anggota DPRD DKI Berdarah Makassar-Tionghoa melakukan perlawanan.

Tak tanggung-tanggung, anggota DPRD DKI Jakarta ini berencana menggugat partai yang telah membesarkannya sebesar Rp 1 triliun.

"Kali ini saya tidak akan tinggal diam, dan saya akan melawan dan menggugat PSI sebesar Rp 1 triliun," kata Viani saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (28/9/2021).

Viani menyatakan bahwa dia tidak pernah menggelembungkan dana reses yang dituduhkan PSI.

"Itu fitnah yang sangat busuk dan bertujuan membunuh karakter saya," tutur dia.

Viani mengatakan, tudingan penggelembungan dana reses tersebut terdapat dalam surat pergantian antar-waktu (PAW).

Viani menjelaskan, total dana reses sebesar Rp 302 juta untuk 16 titik reses.

Setelah menyelesaikan reses di 16 titik, dia mengaku mengembalikan anggaran lebih dari Rp 70 juta kepada Sekretariat DPRD DKI.

Dia juga menyebutkan, setiap kali masa reses, sisa anggaran yang tidak terpakai selalu dikembalikan.

Halaman
1234