Mimbar Masjid Raya Dibakar

Usai Ditangkap, Pelaku Pembakaran Mimbar Masjid Raya Makassar Diikat di Tiang Telepon

Editor: Muh. Irham
Pelaku pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar diikat di tiang telepon oleh warga

TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang pemuda warga Jl Kandea 1 Makassar bernama Ka'ba, ditangkap warga di sekitar Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar.

Ka'ba dituduh sebagai pelaku pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar. Masjid itu terletak di jantung Kota Makassar dan merupakan salah satu yang terbesar di Kota Makassar.

Dalam video amatir yang beredar di media sosial, Ka'ba terlihat diikat di tiang telepon dengan tali tambang agar tidak melarikan diri.

Ratusan warga juga berkumpul menyaksikan Ka'ba diikat. Banyak warga yang mengecam aksi tak terpuji pemuda ini.

Beberapa saat setelah ditangkap, personel Polisi dari Resmob Polda Sulsel datang lokasi mengamankan pelaku. Saat ini Ka'ba diamankan di Posko Resmob Polda Sulsel.

Ka'ba membaar mimbar Masjid Raya Makassar pada, Sabtu (25/9/2021) dini hari. Sebelum melakukan aksinya, Ka'ba terlebih dahulu menutup kamera CCTV agar aksinya tak kelihatan.

Peristiwa ini baru diketahui saat api membakar mimbar. Laode, salah seorang petugas masjid yang meliha kejadian tersebut, langsung menghubungi securiti masjid.

Sontak kabar ini langsung membuat warga Makassar gempar. 

Pasalnya, persitiwa seperti ini baru pertama kali terjadi di Makassar dan di Masjid Raya Makassar yang merupakan masjid kebanggaan masyarakat Makassar.

Peristiwa pembakaran mimbar dilakukan oleh pelaku pada jam 01.17 Wita. Awalnya pada jam 01.10 Wita ada seorang pria masuk masjid dan selanjutnya naik ke atas mimbar untuk menutupi kamera CCTV.

Selanjutnya pria tersebut membakar mimbar Masjid Raya Makassar lalu kabur dan loncat pagar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana mengatakan, dari hasil olah TKP yang dilakukan pihaknya telah mengetahui ciri-ciri dan identitas pelaku yang diduga melakukan pembakaran.

"Sementara kita melakukan pengembangan dan pendalaman dan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku," kata Kombes Pol Witnu Urip Laksana.(*)