Tribun Gowa

Pelaku Pesugihan di Gowa Sering Gelar 'Ritual' Pengobatan di Lembang Panai

suasana di rumah AP korban pesugihan oleh kedua orangtuanya, kakek dan pamannya di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (9/9/2021)

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Bocah berinisial AP (6) menjadi tumbal pesugihan oleh kedua orangtuanya, paman dan neneknya di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Ibu korban tega mencongkel mata kanan anaknya sendiri. Bahkan AP diduga menjadi korban ritual pesugihan.

Satu keluarga ini ternyata sering mengadakan perkumpulan. Ia kerap kali menjalani semacam ritual dalam praktek pengobatan bersama. 

Setidaknya, ada sekira 30an orang dalam rumpung keluarga tersangka yang kerap kali mengadakan perkumpulan dengan sembunyi-sembunyi. 

Sekretaris Camat (Sekcam) Tinggimoncong, Al Ahsar Acmad mengatakan, data yang diperolehnya dari kelurahan dan lingkungan setempat, ada 30 nama merupakan rumpun satu keluarga.

"Itu masuk dalam wilayah Lembang Panai, semuanya serumpun," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (9/9/2021).

Dia menduga bahwa puluhan orang tersebut patut dicurigai.

Namun dia mengaku belum bisa mempastikan apaka mereka satu aliran atau tidak. 

"Kami curigai demikian, kami tidak bisa pastikan apakah mereka satu aliran atau bagaimana. Cuman ini informasi dari pemerintah setempat dalam hal ini lingkungannya, bahwa mereka sering berkumpul bersama," jelasnya. 

Namun dia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah pertemuan itu dalam rangka membahas soal spiritual pesugihan atau membahas internal keluarga secara khusus.

Halaman
123