Denny Siregar

Sebut di Jakarta Semua Dinegosiasikan, Denny Siregar: Kalau Nanti Ada Apa2, Tinggal Salahkan Jokowi

Editor: Sakinah Sudin
Kolase: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Tribunnews.com), pegiat media sosial Denny Siregar (@Dennysiregar7), dan Presiden Jokowi (Instagram @Jokowi)

TRIBUN-TIMUR.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar turut berkomentar terkait penutupan kafe Holywings Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, imbas Video Viral kerumunan di lokasi tersebut.

Diketahui, Satpol Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menutup atau menyegel kafe Holywings Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Minggu (6/9/2021) malam.

Penutupan selama 3x24 jam atau tiga hari.

Denny Siregar tampak me-retweet cuitan Satpol PP DKI Jakarta terkait penyegelan itu.

"Tempat Usaha Holywing Kemang, dikenakan sanksi Penutupan Sementara 3x24 jam oleh Petugas Satpol PP DKI Jakarta Minggu (5/9) setelah ditemukan terjadi pelanggaran ketentuan PPKM level 3 pada Sabtu Malam (4/9) . @DKIJakarta
@aniesbaswedan
@ArizaPatria
@JSCLab
. #JAKI #DKIJakarta AG," tulis admin akun @SatpolPP_DKI, Minggu (5/9/2021) pukul 11.21 malam, seperti dilansir Tribun-timur.com.

Denny Siregar pun membalas cuitan tersebut.

"Ditutupnya Senin, Selasa, Rabu.. Ya gak ngaruh. Wong rame2nya pas Kamis, Jumat, ma Sabtu..Ngelawak nih pak Satpol.. (emoji tertawa)," tulis Denny Siregar, lewat akun Twitter @Dennysiregar7, Senin (6/9/2021) pukul 10.11 pagi.

Tak berhenti disitu, Denny Siregar kembali memposting terkait sanksi dari Satpol PP itu.

"Karena hukumannya cuman disuruh tutup 3x24 jam, di hari2 sepi lagi, ya silahkan restoran dan night club pada buka dgn pengunjung maksimal ya..

Di Jakarta semua bisa dinegosiasikan. Asal ada saling pengertian..

Halaman
12