Berita Terpopuler

Preman Tanjung Priok Lawan Polisi, Misteri Kematian Wabup di Sulut & Driver Ojol Dihabisi-Dibakar

Editor: Mansur AM
Berita Terpopuler - Preman Tanjung Priok disikat habis, Driver Ojol begal motor dirampas jazad dibakar hingga desas-desus penyebab meninggalnya Wabup di Sulut

1. Awalnya Preman Priok Mau Lawan Polisi

Seusai Presiden Joko Widodo menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit, sejumlah preman yang melakukan pungli di Pelabuhan Tanjung Priok akhirnya dibekuk oleh pihak kepolisian, Jumat (11/6/2021).

Sempat beredar WA agar preman melawan 'gerombolan' yang akan datang.

Namun polisi yang dimaksud sebagai gerombolah lebih hebat. Walhasil puluhan preman Priok terjaring.

Seorang preman berinisial SJ menceritakan bagaimana proses pungutan liar yang ia lakukan bersama sejumlah teman-temannya.

SJ mengaku dari hasil pemalakan sopir truk kontainer, dalam kurun waktu 8 jam ia bisa mendapatkan uang Rp250 ribu

SJ mengungkapkan, ada lima tahap pungutan liar yang dilakukannya bersama sejumlah rekan-rekan di sana.

Pungutan liar tersebut dimulai dari pos 1 atau pintu masuk truk kontainer.

Sopir truk kemudian bertemu dengan penjaga keamanan atau satpam di lokasi yang juga meminta uang pungutan sebesar Rp2 ribu.

Selanjutnya, sopir truk memberikan uang Rp2 ribu doi bagian survei in untuk melancarkan bongkar muat.

Tak sampai di situ, sopir truk kontainer juga harus membayar Rp2 ribu lagi di tempat washing pelabuhan.

Kemudian, pungutan liar kembali dilakukan di bagian kerani pelabuhan. Sopir truk kontainer diminta membayar sebesar Rp5 ribu.

SJ mengungkapkan, dirinya berperan melakukan pungutan liar di kerani trucking. Ia mengaku bisa mendapatkan Rp250 ribu dalam kurun waktu 8 jam.

SJ mengungkapkan, uang Rp250 ribu tersebut didapatkannya dari hasil pungli dari pukul 7 pagi hingga 3 sore.

Uang tersebut nantinya akan dibagi dengan sejumlah rekan pungli di sana.

SJ menuturkan, pungutan liar di sana sudah lama terjadi sehingga menjadi hal yang lumrah.

Ia bahkan mengungkapkan, sopir truk kontainer juga sudah mengerti dan memaklumi hal itu.

Meski menjadi kebiasaan, masih ada pula sopir yang enggan memberikan uang tersebut.

Jika hal tersebut terjadi, SJ mengatakan maka pihak pelabuhan akan memperlambat proses angkut barang.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap menangkap 63 orang yang melakukan pungutan liar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Penangkapan tersebut adalah buntut dari laporan Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kamis (10/6/2021).

H+1 mendapat laporan tersebut, polri berhasil menangkap sejumlah preman yang melakukan kriminalitas di kawasan Tanjung Priok.

Selanjutnya
Halaman