Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Nurdin Abdullah Datangi Gedung KPK, Kuasa Hukum: Sebagai Saksi Tersangka ER-AS

Kuasa Hukum Keluarga Nurdin Abdullah, Arman Hanis - DOK TRIBUNNEWS/HO

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) non aktif, Nurdin Abdullah mendatangi Gedung KPK, Jumat (5/3/2021).

Terkait kedatangan mantan Bupati Bantaeng itu, Kuasa Hukum Nurdin Abdullah Arman Hanis angkat bicara.

"Kemarin beliau (Nurdin Abdullah) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ER (Edy Rahmat) dan AS (Agung Sucipto)," kata Arman via pesan WhatsApp, Sabtu (6/3/2021).

Kalau diperiksa sebagai saksi, lanjut dia, aturan di KPK kuasa hukum tak bisa mendampingi.

"Kami tidak bisa mendampingi beliau, nanti pada saat beliau diperiksa sebagai tersangka, maka kami akan mendampingi dalam pemeriksaan," ujar Ketua Peradi Jakarta itu.

Lalu kapan Nurdin Abdullah akan diperiksa?

"Nanti kami diinfo KPK, apabila beliau akan diperiksa sebagai tersangka," katanya.

Seperti diketahui, usai diperiksa oleh KPK, Nurdin Abdullah memberi keterangan saat keluar dari Gedung KPK, Jumat sore.

Nurdin mengaku pemanggilan-nya Jumat ini terkait penyitaan barang-barang yang sebelumnya ditemukan dan diamankan KPK.

"Pemeriksaan nanti hari Senin, tadi menandatangani seluruh penyitaan," ungkap Nurdin.

Ia pun menyebutkan bahwa sejumlah uang yang telah diamankan KPK adalah uang untuk bantuan masjid.

"Itu kan uang masjid yah, uang masjid. Itu bantuan masjid, nanti lah kami jelaskan," katanya.

Terkait keterlibatannya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua tersangka lainnya ER dan AS, Nurdin Abdullah membantah terlibat dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunanĀ infrastrukturĀ di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

"Tidak ada yang benar itu. Pokoknya tunggu saja nanti di pengadilan yah, kami hargai proses hukum," kata NA senbari berjalan menuju mobil tahanan.

Berita Populer