IDI Cabang Makassar

Jumlah Kasus Corona Makassar Setara Jawa Barat, Ini Saran Lengkap IDI Makassar ke Pemerintah

Sekretaris IDI Kota Makassar dr Nur Ashari MKes SpGK dengan Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin di Balaikota Makassar, Selasa (772020).

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Makassar menilai kondisi Makassar saat ini makin mengkhawatirkan dibanding sebelumnya dalam hal potensi penularan dan kemungkinan peningkatan jumlah kasus positif covid-19.

Karena itu, IDI mendesak Pemerintah Kota Makassar perlu segera mengeluarkan aturan yang lebih kuat, termasuk kemungkinan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali.

Pemerintah Kota Makassar juga didesak memperkuat intervensi masalah di hulu, termasuk pembatasan aktivitas masyarakat yang tidak urgen minimal sebulan, selain program edukasi.

Disertai dengan penguatan hilir kapasitas layanan dan SDM dalam menghadapi kasus hasil tracing dan screening yang massif.

Desakan IDI itu disampaikan saat menemui Penjabat Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin di Balai Kota Makassar, Selasa (7/7/2020).

“Hal ini untuk mencegah penularan akibat interaksi sosial yang tidak urgent dan justru bukan membuat regulasi menuju new normal,” papar Sekretaris IDI Kota Makassar dr Nur Ashari MKes. Sp.GK.

Turut hadir dari IDI Cabang Makassar yakni Dr dr Andi Muh Takdir Musba SpAn KMN

Menurut IDI, berdasarkan laporan harian Gugu Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Makassar, angka reproduksi efektif (Rt) di Kota Makassar tidak pernah berada pada rentang < 1 selama minimal 14 hari.

Itu artinya bahwa peningkatan jumlah penemuan kasus positif corona di Makassar tidak disertai dengan kontrol penularan secara aktif di masyarakat.

Naik 4 Kali Lipat

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro

Berita Populer