Update Corona Makassar

Rektor Prof Dwia: Rapid Test Jangan Ditolak, Kalau Positif Bukan Aib

Rektor Unhas Prof Dwia Ariestina (kanan) bersama Gubernur Sulawesi-Selatan, Nurdin Abdullah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) telah memeriksa 2 ribu tenaga pendidik dan pegawainya.

Ditemukan 37 reaktif rapid test, kemudian dilanjutkan Swab hasilnya 25 dinyatakan positif Covid-19.

Tak berhenti di situ, Rektor Unhas Prof Dwia Ariestina pun mengajak civitas akademik untuk bersedia melakukan rapid test yang telah disediakan Gugus Tugas Sulsel.

"Rapid test itu bukan sesuatu yang harus ditolak kalau pun positif itu bukan aib. Jadi kan ini resisten penolakan-penolakan. Makanya kemarin 2.000 tenaga pendidikan dan pegawai kita test masif," kata Dwia dalam rilis Pemprov Sulsel, Kamis (25/6/2020) pagi.

Upaya ini dilakukan termasuk ingin menunjukkan ke masyarakat, untuk memutuskan mata rantai penularan.

"Kalau kita mau memutuskan penularan mata rantai penularan ini maka kita bersihkan dulu lingkungan institusi kita terdekat, rumah kita, lembaga kita," ujarnya.

Mereka yang bersedia mengikuti test ini ibarat menjadi pahlawan bagi keluarga, komunitas dan lingkungannya.

"Kayak gini kan kalau udah tahu saya bilang sama teman-teman yang sekarang bahaya itu OTG, kalau OTG merasa tidak apa-apa, berhubungan sama keluarga atau teman yang ada penyakit lain, atau usianya sudah tua. Dia yang membawa musibah ke temannya," ujarnya.

Dwia juga mengapresiasi upaya Pemprov dan Gugus Tugas untuk memfasilitasi pemeriksaan dan alat pemeriksaan Covid-19.

Gubernur Sulawesi-Selatan, Nurdin Abdullah menyerahkan 4 ribu alat rapid test dan juga alat kelengkapan penanganan Covid-19 lainnya ke Unhas.

"Untuk Unhas hari ini kita juga berikan. Dan itulah wujud daripada sinergi yang sudah kita bangun bersama. Kami harap, kolaborasi yang dibuat ini kita bisa cepat memutus rantai penularannya," ujar NA.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas

Berita Populer