Kanal

Darurat Covid-19, Gubernur Se-Sulawesi Sepakat 'Orang Dibatasi tapi Barang Tidak' Demi Lawan Corona

Gubernur Se-Sulawesi Sepakat “Lockdown'

“Kita di Sulawesi harus bahu membahu menghadapi Covid-19. Kami sudah melakukan pengawasan (ODP) pada sekitar 2000-an orang, PDD 15 orang, dan positif 3,” ujar Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi.

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longko Djanggola, mengaku sudah meminta “lockdown” diberlakukan sejak tanggal 24 Maret lalu.

"Tangga 24 Maret saya bersurat ke gubernur di Sulawesi tentang perlunya pembatasan lintasan perbatasan dan alhamdulillah sudah disetujui semua. Tadinya saya usulkan pembatasan itu hingga jam 10 malam, tapi Gubernur Gorontalo minta dimulai dari jam 6 sampai 18 sore,” kata Longki.

Hingga Senin sore kemarin, sudah 59 orang dari sekitar 20 juta warga Sulawesi dinyatakan positif corona.

Sebagian besar memang ada di Makassar, 50 dari sekitar 8,8 juta warga Sulsel.

Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Tenggara (Sultra) masing-masing tiga dari sekitar 6 juta jiwa warga di dua provinsi ini.

Sulut yang berpenduduk sekitar 2,6 juta jiwa kini memiliki dua positif corona, dan di Sulbar satu positif corona dari sekitar 1,2 juta jiwa penduduk

Gorontalo yang berpenduduk 1,19 juta jiwa masih aman, alias nol kasus.

Kepada para gubernur dan forkopimda se-Sulawesi, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA), mengakui bahwa Sulsel salah satu daerah terjangkit corona yang tertinggi di luar Jawa.

Akan tetapi, NA menjamin warga Sulsel akan lebih aman dari Covid-19 ke depan.

Halaman
1234
Editor: Sakinah Sudin
Sumber: Tribun Timur

Berita Populer