Kanal

Camat Manggala Ungkap Penolakan Jenazah Suspek Corona di Antang, Warga Lihat Sebagian Pakai APD

Ilustrasi - Tim medis RSUP Sanglah dalam simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona atau Covid-19 di Ruang Isolasi Nusa Indah, Bali, Rabu (12/2/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Camat Manggala Anshar Umar menyatakan bahwa kondisi di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Pannara, Jl Antang Raya, Makassar, sudah kembali kondusif pasca penolakan warga atas seorang yang diduga suspek Corona.

"Sudah aman, semua sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Anshar, Selasa (31/3/2020).

Ia menjelaskan, awal mula sebelum terjadi penolakan, warga yang berada di pemakaman curiga dengan iring-ringan pengantar jenazah yang jumlahnya sedikit, hal ini tidak seperti biasanya.

Kecurigaan itupun membuat warga mendekati kendaraan jenazah, dan akhirnya melihat berapa orang sedang memakai pakaian khas paramedis Alat Pelindung Diri (APD) suspek Corona.

Hal inilah yang membuat warga berontak, dan melakukan penolakan.

Meski dilokasi turun langsung aparat TNI, Polri dan Lurah Bitoa, aksi penolakan tetap berlangsung.

"Sudah dilakukan mediasi, tapi warga ngotot menolak. Dalam situasi seperti tadi, kami tidak bisa memaksakan warga, untuk menghindari hal-hal yang tak diharapkan," ujar Anshar.

Ia mengaku, jenazah yang diduga suspek Corona ini berinisial AP, dia berdomisili di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Setelah ditolak warga, jenazah AP dikembalikan ke RS Wahidin Sudirohusodo, Tamalanrea, Makassar.

Anshar menambah pihaknya belum mengetahui jenazah AP akan dimakamkan dimana setelah ia meninggalkan lokasi TPU Kristen Pannara.

Halaman
12
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur

Berita Populer