UNBK 2020 Ditiadakan

Darurat COVID-19: Ujian Nasional UNBK 2020 SMA, SMP, SD & Madrasah Ditiadakan, Ada 2 Opsi Pengganti

Bupati Luwu Timur, Thorig Husler pantau pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Luwu Timur, Senin (16/3/2020)

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM —  Darurat COVID-19: Ujian Nasional SMA, SMP, SD dan Madrasah 2020 Ditiadakan, Ada 2 Opsi Pengganti.

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senin (23/3/2020) sekitar pukul 23.00 WIB, bersepakat meniadakan rangkaian ujian nasional (UN) berbasis komputer (UNBK) untuk tiga level sekolah;  menengah atas (SMA), menengah pertama (SMP), sekolah dasar (SD) dan madrasah di tiga level sama (ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah).

DPR diwakili pimpinan Komisi X (bidang pendidikan) dan pemerintah diwakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Jakarta.

Keputusan diambil dalam rapat 'konsultatif' yang digelar secara daring. Pimpinan DPR dan menteri berada terpisah, di rumah masing-masing.

Sebagai pengganti UN, pemerintah memutuskan akumulasi nilai rapor peserta UN akan jadi rujukan kelulusan.

Sementara hasil UN SMK yang telah digelar selama empat hari, mulai Senin 16 hingga  Kamis 19 Maret 2020 pekan lalu tetap akan dijadikan standar kelulusan.

Opsi meniadakan UN untuk sekolah menengah, dasar dan madrasah hanya akan diambil jika pihak sekolah menjamin mampu menyelenggarakan USBN dalam jaringan (daring).

Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Makassar, mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) , Senin (16/3/2020). Sebanyak 40.056 siswa SMK yang tersebar di 418 sekolah se Sulsel mengikuti UNBK yang dilaksanakan pada 16-19 Maret 2020. (Muh abdiwan/Tribun Timur)

Ini berarti sekitar 7,0 juta Siswa SMA, SMK, SMP dan madrasah akan menyelesaikan soal UN di rumah.

Tahun ini di Indonesia ada 7.072.442 peserta UN dari total 85.959 unit sekolah penyelaggara di 531 kabupaten kota di 34 provinsi.

Namun, opsi ini sepertinya tidak bisa digelar.

Halaman
123
Editor: Sakinah Sudin
Sumber: Kompas.com

Berita Populer