Kanal

Kabar Buruk untuk Prabowo Subianto, Ketua DPRD dari Partai Gerindra Tampar Pegawai, Kronologi

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan Taufik Hidayat.

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabar buruk untuk Prabowo Subianto, Ketua DPRD dari Partai Gerindra tampar pegawai, kronologi.

Video Ketua DPRD Jabar atau Jawa Barat Taufik Hidayat menampar salah seorang pegawai beredar luas di pesan berantai.

Taufik Hidayat merupakan politikus dari Partai Gerindra.

Purnawirawan TNI berpangkat terakhir brigadir jenderal itu baru beberapa hari menjabat untuk periode tahun 2019 - 2024.

Dilihat dari sudut pengambilan gambar, video berdurasi 38 detik itu kemungkinan berasal dari kamera pengawas kantor DPRD Jabar.

Dalam video tanpa suara itu memperlihatkan empat orang pria tengah berbincang di luar pagar kantor DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung.

Tiba-tiba salah seorang pria menampar pria lainnya sebanyak 2 kali.

Baca: Presiden Jokowi Lebih Miskin dari Ketua DPR Puan Maharani - Ketua MPR Bambang Soesatyo, Bandingkan

Baca: Diperlakukan Bak Hewan Ternak, Efendi Dikurung Tanpa Busana di Bekas Kandang Ayam, Alasan Orangtua

Baca: Veronica Koman yang Diburu Polisi/DPO Baru Saja Muncul di 2 TV, Keberadaanya Pun Makin Jelas

Baca: Akhirnya Terungkap Sosok Cewek Manado Tanpa Busana di Video Viral, Pekerjaan, Nama Tempat Perzinaan

Video itu sudah beredar sejak Jumat (4/10/2019) kemarin.

Saat itu, baik Taufik Hidayat maupun Humas DPRD Jawa Barat enggan berkomentar soal insiden tersebut.

Pada Sabtu (5/10/2019) sore, Humas DPRD mengundang awak media untuk memberi penjelasan soal video itu di salah satu kafe di Jalan Progo.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol DPRD Provinsi Jawa Barat Yedi Sunardi, konferensi pers itu dibuat atas inisiatif anggota DPRD Jabar dari Partai Gerindra Buky Wikagoe.

Dalam pertemuan itu, hadir Kasubag Perlengkapan dan Pemeliharaan Sekretariat DPRD Jabar Bambang Nugraha yang merupakan pria yang ditampar Taufik Hidayat dalam video itu.

"Ini inisiatif Pak Buky. Saya hanya akan sampaikan dan klarifikasi yang sudah terjadi. Kami kemarin malam atau semalam sudah melakukan pertemuan antara bapak ketua DPRD dengan saudara Bambang ini," kata Yedi.

Bambang pun membenarkan adanya insiden itu.

Ia menceritakan kejadian itu berlangsung pada 30 September 2019 malam.

Penyebabnya, Taufik Hidayat tak puas dengan hasil pengerjaan perbaikan pagar Kantor DPRD Jabar yang roboh akibat aksi demonstrasi.

"Pertama kita ada demo tanggal 23 dan pagar runtuh, kami benerin sudah berdiri. Tanggal 30 ada demo lagi yang mengakibatkan pagar roboh lagi dan kami betulkan kembali," kata Bambang, dengan terbata-bata.

Baca: Kahiyang Ayu Putri Jokowi Lulus S2 IPB, tapi Coba Lihat Berapa IPK-nya dan Pengakuan Pembimbing

Pada proses perbaikan terakhir, kata Bambang, politisi Partai Gerindra itu datang untuk melihat proses pengerjaan.

Menurut dia, Taufik Hidayat marah karena proses pengerjaan berjalan lambat.

"Darurat sebenarnya, kekurangan personel. Itu harus selesai sebelum ada demo. Makanya Pak Ketua menekankan harus tambah personel mungkin itu sebab kemarahan Pak Ketua," tutur dia.

Bambang pun enggan mengakui jika ia ditampar.

"Itu mah menampar atau apa tergantung penafsiran masing-masing. Maksud beliau enggak nampar ya," kata dia.

Jumat kemarin, Bambang diundang ke rumahnya dan sepakat menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.

"Karena memang saya juga ada kesalahan. Pa ketua khilaf kita saling memafkan tidak menjadi permasalahan lebih lanjut lagi," ujar dia.

Baca: Mempelai Wanita Perlakukan Ibu Mertua Seperti Penjahat di Pesta Pernikahan, Irma Mahamud Blak-blakan

Baca: Kabar Buruk untuk Presiden Jokowi Jelang Dilantik, Ada Upaya Jatuhkan Pemerintahan, Ini Isu Dipakai

Baca: Belum Seminggu di DPR, Mulan Jameela Istri Ahmad Dhani Ditimpa Masalah, Dimintai Ganti Rugi Rp 10 M

Sementara, Taufik Hidayat tak hadir dalam pertemuan itu.

Menurut Yedi, Taufik Hidayat tak hadir lantaran merasa persoalan itu sudah selesai.

"Pak Taufik merasa ini sudah beres, Pak Ketua enggak dateng," kata.

Korban Mundur?

Beredar kabar jika setelah kejadian ini, korban mundur dari jabatannya, Kasubag Perlengkapan dan Pemeliharaan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat.

Namun, Bambang membantah.

Bambang menegaskan dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan pengunduran diri ataupun membuat surat pengunduran dirinya sebagai ASN di Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Informasi tersebut butuh klarifikasi lebih lanjut, saya tidak pernah memberikan statemen apa-apa kepada media di mana pun terhadap hal tersebut. Itu sumbernya dari mana saya juga tidak tahu dan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com

Berita Populer