Kanal

Ketika Panggilan Allah Datang, Nenek Ruhani Umrah Karena Cucu Juara I Barzanji dari Aksa Mahmud (1)

Festival Barzanji dan Talqin Berbahasa Bugis 2019

HUT 46 Bosowa Corporation diikutj 13 Pesantren dari 11 Kab/kota di SUlsel, 9 Maret 2019 lalu di Masjid Muhammad Cheng Hoo, Jl Danau Tanjung Bunga, Sabtu (9/3/2019) lalu.

Founder Bosowa, HM Aksa Mahmud yang hadir bersama istri, Hj Ramlah Kalla Aksa, tak hanya menyerahkan secara langsung tropi kemenangan dan piagam serta uang pembinaan kepada para pemenang.

Secara spontan, Aksa Mahmud pun menambah hadiah bagi para pemenang. Hadiah tambahannya tak tanggung-tanggung. Hadiah yang bak durian runtuh tersebut pun membuat juara 1 Barzanji dan juara 1 Talqin sujud syukur.

Hadiah tambahan tersebut yakni hadiah Umrah bagi Arafah Mahsyar, Rusmin dan Nur Rahman (Juara 1 Barzanji) dari Ponpes Tahfidzul Qur’an Al Imam Ashim, Tidung Mariolo, Makassar serta untuk Muh Ferdiyansyah M (Juara 1 Talqin) dari Ponpes DDI Mangkoso. 

Hadiah tambahan itu spontan diberikan oleh sang Founder Bosowa karena senang menyaksikan kepiawaian anak-anak tersebut. Hadiah Umrah ini juga sekaligus diharapkan bisa memotivasi para juara agar kelak menjadi pelopor pelestarian Barzanji dan Talqin berbahasa Bugis.

Festival Barzanji dan Talqin Berbahasa Bugis 2019 yang diselenggarakan di Masjid Muhammad Cheng Hoo, Jl Danau Tanjung Bunga, Sabtu (9/3/2019), merupakan kegiatan yang digagas HM Aksa Mahmud untuk melestarikan Bahasa Bugis, khususnya di dunia pesantren.

Aksa Mahmud menjelaskan bahwa gagasan festival ini muncul saat dirinya menghadiri acara tauziah Vice Presiden Bosowa Grup 1998-2006, Hasanuddin Hasma, yang meninggal dunia, Senin (18/2/2019) silam. “Jadi ini bentuk upaya dalam pelestarian kearifan lokal Bahasa Bugis khususnya di dunia pesantren. 

Mantan Ketua MPR RI ini juga menuturkan jika dirinya sangat rindu dengan lantunan barzanji, terlebih dalam bahasa daerah. Menurutnya, jika tidak ada upaya sistemik, massif dan institusional maka bahasa lokal dengan penutur terbesar di Timur Indonesia ini akan punah.
“Kalau bukan kita siapa lagi. Jadi inilah bentuk kerinduan saya dengan lantunan barzanji. Kedepannya saya harap bukan hanya Bahasa Bugis tapi bahasa daerah yang lainnya," tambahnya sambil menerangkan bahwa dirinya berharap kedepan yang membangun negeri ini adalah para lulusan dari pesantren.(TRIBUN-TIMUR.COM)

Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Mansur AM
Sumber: Tribun Timur

VIDEO Detik-detik Penangkapan Serdadu Eks Trimarta Imbas Surat Terbuka Minta Jokowi Legowo Mundur

Berita Populer