Kanal

Lagi Pengantin Ditipu Amor Wedding Organizer, Mempelai Pria: Bunuh Gue Sekarang! Rp 89 Juta Melayang

Kwitansi pembayaran kepada Amor Wedding Organizer dan pasangan pengantin korban penipuan.

Irma Puspita Ningrum terus mendesak sampai akhirnya pihak WO datang ke rumah Irma Puspita Ningrum pada Sabtu pukul 20.30 WIB, dengan wajah cemberut.

"Mereka datang jam setengah 9 dengan muka cemberut. Saya bilang 'mba Sari ini gimana' kemudian dia mau ngomong 'sebentar neng aku mau ngomong' oke di situ dia ngomong 'gedung kamu salah tanggal' gimana enggak shock?. Saya langsung WA (WhatsApp) suami, dia bilang 'bunuh gue sekarang, gue ga mau lagi' itu tinggal hitungan detik, jam dong," ujar Irma Puspita Ningrum.

Pihak WO dan Irma Puspita Ningrum serta suaminya berpikir mencari lokasi gedung baru untuk pernikahan di tengah suasana yang sudah kacau itu.

Sebab, hari pernikahan tidak bisa diundur.

Kemudian akhirnya gedung baru didapati yang berlokasi di dekat gedung sebelumnya.

Konsep acara pernikahan yang sebelumnya sudah tersusun rapih harus dibuat kembali karena lokasi gedung berubah.

Irma Puspita Ningrum dan suaminya tidak bisa tidur hingga Minggu (25/8/2019) pagi, dan terus berkomunikasi dengan pihak WO.

Lalu pada Minggu pukul 09.30 WIB, Irma Puspita Ningrum mulai mendapati berbagai masalah seperti baju nikah yang tidak ada karena belum dibayar, kurang lengkap dokumen untuk urusan KUA, hingga pihak sanggar yang tidak mau bekerja karena belum dibayar oleh pihak WO.

"Orang sanggar bilang 'mba Irma saya ngga mau rias, ngga mau megang karena saya belum dibayar' itu udah panik. Kemudian orang gedung juga bilang 'mba Irma ini gimana kita sudah mau loading dock nih mau masuk-in dekorasi sama catering' terus saya hubungi mba Sari dan itu sudah tidak ada kabar sama sekali (mba Sari). Akhirnya orang dekorasi dan catering enggak ada, cuman ada sanggar," ujar Irma Puspita Ningrum.

Irma Puspita Ningrum tidak bisa menghubungi pihak WO sama sekali.

Acara resepsi pernikahan tidak jadi dilaksanakan dalam seketika.

Hingga pada pukul 14.30 WIB, Irma Puspita Ningrum menghubungi ustadz di dekat rumahnya untuk menjadi penghulu pernikahannya.

Dia sempat meminta keluarganya untuk mencari Sari sebagai pemilik WO ke rumah salah satu keluarganya Sari.

Namun pihak keluarga Sari tidak tahu keberadaan Sari seolah 'lepas tangan'.

Acara akad pernikahan tetap dilaksanakan di masjid area lokasi pernikahan dengan sangat sederhana dan dibaluti rasa sedih karena kekacauan resepsi pernikahan.

Rugi Materi Rp 89 Juta

Respsi pernikahan Irma Puspita Ningrum dan suaminya batal karena penipuan dan lepas tanggung jawab dari pihak WO.

Namun pada Senin (26/8/2019), Sari tiba-tiba datang ke rumah Irma Puspita Ningrum untuk mempertanggung jawabkan kerugian yang diderita Irma Puspita Ningrum dan pasangannya dengan perjanjian tertulis di atas materai.

"Saya rugi hampir Rp 89 juta itu full payment dan sudah lunas karena dia bilang seminggu sebelum acara sudah harus lunas," ujar Irma Puspita Ningrum.

Kemudian, usai perjanjian tertulis itu, Sari berjanji pada Selasa (27/8/2019), akan datang kembali ke rumah Irma Puspita Ningrum untuk kembali membicarakan masalah tersebut.

Namun hal itu tidak terjadi, bahkan Sari hilang kontak dan tidak bisa dihubungi hingga sekarang.

Dalam kasus yang menimpa Irma Puspita Ningrum, dirinya tidak sendiri.

Ternyata ada 7 pasangan lainnya yang menggunakan jasa WO yang dipimpin Sari itu untuk mengurus pernikahannya dan juga menjadi korban penipuan WO itu.

Irma Puspita Ningrum beserta korban lainnya sepakat tidak akan melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"Kalau buat laporan itu semua butuh proses panjang, satu ada juga materi yang harus dikeluarin. Jadi saya mau sistemnya begini, temuin orangnya (Sari), ajak, baru masuk-in ke penjara. Kalau buat laporan ke polisi dulu bikin BAP segalam macam materi yang dikeluarkan banyak lagi," ujar Irma Puspita Ningrum.

Bagi Irma Puspita Ningrum, pengalaman buruk ini menjadi pembelajaran untuknya dan sang suami.

"Kita semua gregetan, kalau dari saya dan keluarga dari awal kita semua ikhlas-in. Cuman kita mau tahu alasan dia apa kenapa begini udah itu saja. Karena ya namanya duit masih bisa dicari, tapi namanya momen enggak bisa dicari, namanya ini sakral enggak bisa diulang," ujar Irma Puspita Ningrum.

Irma Puspita Ningrum dan suaminya mengaku tidak akan melaksanakan resepsi pernikahan susulan.

Mereka sudah lebih bersyukur karena sudah akad nikah dan sah menjadi sepasang suami-istri.

Gunawan Bayu Aji dan Ayu Putri Juga Ditipu

Kasus ditipu WO Amor Wedding Organizer juga dialami pasangan Gunawan Bayu Aji dan Ayu Putri.

Sempat bermimpi menjadi raja dan ratu sehari di hari pernikahan mereka, namun impian itu harus pupus karena keduanya menjadi korban penipuan WO.

Cerita pengantin baru ini viral berawal dari unggahan yang dibagikan di Instagram stories akun bernama @_raras.

Akun itu membagikan video kondisi gedung resepsi pernikahan di hari pernikahan.

Gedung yang seharusnya sudah disiapkan untuk resepsi pernikahan itu justru masih kosong melompong.

Bukannya ramai dengan hiruk pikuk dekorasi, katering, dan printilan lainnya, gedung justru terlihat lengang.

Padahal, acara pernikahan tinggal di depan mata.

Sejumlah 350 undangan sudah terlanjur di sebar.

Alhasil, pasangan pengantin yang telah berias dan memakai busana warna putih menjadi panik.

Wajah pengantin wanita berubah menjadi pucat pasi, sadar ia telah menjadi korban penipuan wedding organizer.

Uang sejumlah Rp 79 juta melayang sudah.

Pesta pernikahan impian hanya tinggal cerita.

Gunawan dan Ayu pun akhirnya melanjutkan acara dengan kondisi seadanya.

Dalam sebuah foto tampak mereka melakukan akad nikah menggunakan kursi besi yang ada.

Suasana gedung masih kosong melompong.

Lewat tayangan YouTube Official Net News, Jumat (30/8/2019), Gunawan buka suara bahwa kejadian tersebut terjadi seminggu lalu.

Sebagai pengantin pria, ia kala itu datang terlebih dahulu di gedung Graha Garda Dirgantara, Jakarta Timur yang merupakan tempat berlangsungnya pernikahan.

Betapa terkejutnya ia saat melihat gedung tempatnya menggelar pesta justru masih kosong melompong dan perwakilan wedding organizer pun tak tampak batang hidungnya.

"Jam 2 sudah tiba di gedung. Saya juga bingung karena harusnya sudah ada perwakilan dari pihak wedding organizer-nya kan? Tidak ada sama sekali dan malah saya dipertanyakan dari pihak pengelola gedungnya," kata Gunawan Bayu Aji.

Mencoba berpikir positif, Gunawan Bayu Aji sekali lagi menghubungi pihak wedding organizer, meski hasilnya nihil.

"Akhirnya saya kontak dari pihak istri saya. Nomor teleponnya saya hubungi nggak kesambung-sambung. Saya udah mulai was-was di situ," kata ia menambahkan.

Jika Gunawan Bayu Aji masih bisa bersikap tenang, sang mempelai wanita, Ayu Putri nyaris tak kuat melalui hari berat itu.

Pasalnya, impiannya duduk di atas pelaminan bak raja dan ratu justru berakhir jadi mimpi buruk.

Ia mengaku sempat menangis saat melihat keadaan gedung yang masih kosong sebelum kemudian ditenangkan oleh suami serta teman-temannya.

"Gua nggak bisa ngomong apa dan gua ditipu benar habis-habisan. Saya sempet nangis saat itu juga. Suami saya juga kaget. Dia ngeliat kondisi muka saya pucet banget," ujarnya.

Nasi sudah menjadi bubur, alhasil Gunawan Bayu Aji dan Ayu Putri tetap menggelar pesta pernikahan meski telah merugi hingga Rp 79 juta.

Telanjur menyebar undangan sebanyak 350 lembar, mereka akhirnya menyiapkan hidangan seadanya dengan menyuguhkan nasi padang kepada para tamu.

"Masalah katering ini juga lebih krusial kan. Takutnya ada pihak yang datang masa kita tidak menyuguhi makanan? Setelah rembukan dengan keluarga akhirnya kita pesan nasi padang sekitar 300 porsi," kata Gunawan Bayu Aji.

Kini, permasalahan ini tengah diselesaikan pasangan ini dengan pihak Amor Wedding Organizer yang dianggap bertanggung jawab.

Pihak Amor Wedding Organizer yang berkantor di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat berjanji akan mengganti kerugian dengan mencicil.

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com

Berita Populer