KRONOLOGI Bejatnya Faisal Perkosa Adik Ipar 7 Kali Padahal 4 Bulan Nikah, Alasan Korban Tak Lapor

Ilustrasi

Alhasil, karena perbuatannya tersebut, Muh Aris dijauhi hukuman pidana dan hukuman tambahan berupa kebiri kimia.

Kendati sudah dijatuhi hukuman tersebut, Muh Aris mengatakan dirinya menolak untuk dikebiri kimia dan memilih hukuman mati.

Muh Aris (20), terdakwa kasus rudapaksa terhadap sembilan anak di Mojokerto, saat di Lapas Kota Mojokerto, Senin (26/8/2019) (TribunJatim.com/Febrianto Ramadani)

Berikut cerita lengkap dan pengakuan Muh Aris (20).

Sebelumnya, Muh Aris merupakan seorang pemuda yang berprofesi sebagai tukan las.

Pemuda 20 tahun ini merupakan warga Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Muh Aris diringkus pihak kepolisian pada Oktober 2018 setelah orang tua salah satu korban melaporkan perbuatan kejinya ke polisi.

1. Dilakukan Selepas Pulang Kerja

Muh Aris dilaporkan telah melakukan rudapaksa terhadap bocah perempuan yang masih duduk di bangku TK.

Perilaku tak senonoh itu diancarkan Aris kala berada di perjalanan pulang selepas bekerja.

Di tengah jalan, Aris bertemu denan korban yan masih duduk di bangku TK tersebut tengah bermain sendirian di depan rumah.

Ia lantas menarik paksa korban ke rumah kosog tak jauh dari lokasi dan membekap mulut korban.

Di rumah kosong itulah, Aris melancarkan aksinya hingga membuat alat kelamin bocah yang masih TK itu terluka dan berdarah.

Baca: Lowongan Kerja - PT KTB (Mitsubishi) Butuh Karyawan, Lulusan D3 S1, Cek Syarat & Link Daftar Online!

Baca: Central Park, New York, dan Unhas: Kebutuhan Warga akan Ruang Terbuka Hijau di Tengah Kota

Baca: Bukan untuk Gaya Hidup, Alasan Aulia Kesuma Utang Rp 10 Miliar di Bank hingga Bunuh Suami-Anak Tiri

 

2. Tertangkap Berkat CCTV

Polisi yang mendapat laporan dari orang tua bocah itu lantas segera memburu pelaku.

Polisi kemudian dapat dengan mudah menangkap pelaku setelah menemukan petunjuk dari rekamam CCTV di gang rumah korban

Aris pun berhasil diamankan pada Oktober 2018 lalu.

3. Melakukan Rudapaksa Terhadap 11 Anak

Dalam catatan SURYA.co.id, Kapolres Mojokerto saat itu, AKBP Sigit Dany Setiyono mengatakan Aris semula mengaku satu kali.

"Setelah dilakukan penyidikan dia berterus terang sudah melakukan ke 11 anak.

4. Laporan Cuma dari 1 Korban

Saat ini kami baru menerima laporan dari satu korban saja, kami akan mengungkap identitas korban lain dan mengkonfrontasikan ke tersangka" kata AKBP Sigit Dany Setiyono.

Kepada penyidik Aris juga mengaku sudah melakukan kejahatannya selama tiga tahun.

Aksi terhadap anak-anak itu, kata Sigit, dilakukan Aris di 4 lokasi berbeda seperti di masjid Mengelo, masjid Sooko serta rumah dan lahan kosong di wilayah Kecamatan Prajurit Kulon. 

5. Alasan Memilih Anak-anak

Aris juga mengatakan kalau ia melakukan perbuatan tersebut terpengaruh film dewasa.

Ia pun sejatinya menyukai wanita dewasa, namun ia mengaku tidak ada yang mau dengannya hingga menarget anak-anak.

"Saya sebetulnya juga suka dengan wanita dewasa, tapi tidak ada yang mau.

Akhirnya saya coba ke anak-anak untuk melampiaskan," kata Aris kepada SURYA.co.id pada Senin (29/10/2018).

Belakangan, diketahui kalau aksi tersebut membuat Aris harus dihukum selama 12 tahun, juga tambahan hukuman kebiri kimiawi.

6. Tolak Hukum Kebiri dan Minta Dihukum Mati

Saat ditemui kembali, Aris (20) mengaku keberatan terhadap putusan hakim dengan hukuman suntik kebiri kimia.

"Saya keberatan dengan hukuman suntik kebiri mati.

Saya menolak karena efek kebiri berlaku sampai seumur hidup.

Mending saya dihukum dua puluh tahun penjara atau dihukum mati.

Setimpal dengan perbuatan saya," ungkapnya ketika ditemui di Lembaga Pemasyarakatan Mojokerto Senin siang (26/8/2019).

7 Fakta Aris Perkosa 9 Anak di Mojokerto, Tolak Dikebiri Kimia Malah Minta Hukuman Mati, Alasannya2 (Kompas.com)

Dalam pertemuan dengan SURYA.co.id pada senin itu, Aris terlihat lemah. Ia mengenakan baju kotak-kotak merah ketika ditemui di LP Mojokerto kelas IIB kala itu.

Meski vonis sudah dijatuhkan, Aris bersikeras tidak mau dihukum suntik kebiri. 

"Tetap saya tolak. Saya tidak mau. Kalau disuruh tanda tangan saya tidak mau tanda tangan," ucapnya.

 

7. Sudah Incracht

Humas Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Erhammudin, mengatakan, perkara atas nama Aris telah terdaftar di Kabupaten dan kota Mojokerto

"Ada dua perkara atas nama Aris, di Kabupaten terdaftar dalam Nomor 79 Pidsus Tahun 2019 yang kedua Nomor 65 dan 69.

Perkara putusan ada pidana tambahan kebiri kimia ada di dalam perkara kabupaten,” ungkapnya, Senin (26/8/2019).

Jadi jaksa dalam hal ini, lanjut Erhammudin, mendakwakan untuk kabupaten secara subsidiritas primer Pasal 81 76d, Pasal 81 ayat 1 subsider 76e, dan Pasal 81 ayat 1.

Menurutnya, PN Mojokerto sependapat dengan penuntut umum bahwa, terdakwa dalam perkara 69 telah melanggar ketentuan pasal 76d

"Itu menurut majelis hakim sependapat. Mengenai pidana tambahan kebiri kimia tersebut, berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2016 dalam ketentuan Pasal 81 ayat 5 dan ayat 7 yang menyatakan bahwa, salah satunya lebih dari satu kali, ketentuan maksimal bisa ditambah dalam UU," katanya.

Sehingga, lanjut Erhammudin, dalam Pasal 81 ayat 5 dan ayat 7 menyatakan bahwa, salah satunya telah melakukan lebih dari satu kali.

Ketentuan maksimal bisa ditambah dalam UU sehingga, Pasal 81 ancaman 15 tahun maksimal bisa sampai 20 tahun, seumur hidup maupun hukuman mati.

"Dalam Pasal 81 ayat 7 disitu apabila ketentuan Pasal 5 diberlakukan, maka bisa dikenai pidana tambahan berupa kebiri kimia.

Dan hal tersebut dalam perkara ini, menurut majelis hakim PN Mojokerto yang mengadili perkara nomor 69 atas nama Muh Aris, unsur-unsur yang disebutkan tersebut telah terbukti oleh terdakwa,” jelasnya.

7 Fakta Aris Perkosa 9 Anak di Mojokerto, Tolak Dikebiri Kimia Malah Minta Hukuman Mati, Alasannya4 (Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Tinggal Seatap, Pengantin Baru Ini Tega Perkosa Adik Ipar yang Masih SMP: Khilaf Saya, Sudah 7 Kali

Berita Populer