Kanal

Ratna Sarumpaet Menangis dan Minta Bertemu Prabowo Subianto, Kok Bisa?

Ratna Sarumpaet - KOMPAS.COM/DAVID OLIVER PURBA

TRIBUN-TIMUR.COM - Said Iqbal: Ratna Sarumpaet menangis dan minta bertemu Prabowo Subianto.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet, sempat meminta dipertemukan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hal ini ia sampaikan setelah menjalani pemeriksaan di hadapan penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Said pun menceritakan kronologi Ratna menyampaikan permintaan itu kepadanya.

"Apa yang sudah diketahui oleh kawan-kawan media juga pada 28 September 2018 sekitar pukul 23.30 setelah saya pulang dari acara di salah satu televisi swasta, saya ditelepon oleh staf Ratna Sarumpaet dan kemudian Ratna Sarumpaet berbicara," ujar Said di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Baca: Akhirnya Presiden Jokowi Blak-blakan soal Tudingan Dirinya PKI, Anti Islam, Hingga Antek Asing

Baca: Pakai Uang Rakyat, Berikut Daftar Fasilitas Diterima Ratna Sarumpaet untuk ke Cile, Tak Hanya Tiket

Baca: Penyebab Istri Indro Warkop DKI Nita Octobijanthy Meninggal Dunia, Usia Baru 59 Tahun

Dalam telepon tersebut, lanjut Said, ia diminta mengunjungi rumah Ratna. Said mengaku sempat menolak karena permintaan Ratna ini dinilai sangat mendadak.

"Tapi tiba-tiba dia (Ratna) menangis dan mengatakan 'Kamu harus datang karena saya dianiaya'. Singkat cerita akhirnya saya putuskan untuk datang sebelum saya ke rumah putar balik dengan taksi untuk datang ke rumah Ratna Sarumpaet," lanjut Said.

Di rumah Ratna, Said mendengar cerita tentang pengeroyokan yang kata Ratna dialaminya di Bandung pada tanggal 21 September 2018.

"Saya sempat menyarankannya untuk visum dan melapor polisi. Namun, Ibu Ratna mengaku pesimistis," kata Said.

Menurut Said, saat itu lah Ratna meminta dipertemukan dengan Prabowo Subianto untuk menjelaskan langsung mengenai pengeroyokan itu.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com

Berita Populer