Antara Balotelli, Mobil Bentley, dan Ibunya yang Pesuruh
Mario Balotelli tiap pekan mendapat gaji 120 ribu pound atau sekitar Rp 1,7 miliar.
TRIBUN-TIMUR.COM - Mario
Balotelli tiap pekan mendapat gaji 120 ribu pound atau sekitar Rp 1,7
miliar. Dengan gaji melimpah tersebut, striker Manchester City ini
leluasa hidup berfoya-foya. Gemar membeli botol sampanye antik,
mengoleksi mobih mewah, dan juga pernah menaruh ratusan pounds ke kotak
amal di sebuah gereja.
Namun kemurahan hati penyerang asal Italia ini seperti tak berimbas
pada kehidupan ibu kandungnya. Sang ibu, yang bernama Barwuah Rose
bekerja sebagai pesuruh di sebuah kantor yang jaraknya hanya beberapa
kilometer dari mansion mewah Balotelli seharga tiga juta pound atau
sekitar Rp 43,7 miliar.
Ketika sang anak bolak-balik dari tempat latihan ke tempat hiburan
mahal menggunakan mobil elite nan mewah Bentley Continental Gt yang
harganya 120 ribu pound atau Rp 1,7 miliar, sang ibu, Rose Barwuah lebih
memilih memakai moda transportasi bus nomor 11.
Lima kali seminggu, Rose naik bus untuk bekerja sebagai petugas
pembersih di sebuah perusahaan rental mobil di pinggiran Cheadle, dekat
Manchester. Penghasilannya, lebih kecil dari upah minumum di kota
Manchester, yani 6,09 pound perjam atau sekitar Rp 85 ribu.
Sang ibu tinggal di rumah sangat sederhana di Wythenshawe. Lokasi
sekitar rumahnya pernah dijadikan film dokumentasi bertajuk "Shameless"
sebuah film dari Channel 4 tentang keluarga yang lemah secara ekonomi.
Ia tinggal di sana sebelum Natal tahun lalu. Nyonya Rose sengaja ingin
pindah ke Manchester agar bisa dekat dengan anaknya.
"Ia (Rose) datang ke sini dari Italia bersama anak perempuannya.
Banyak orang tahu seberapa terkenal anaknya, tak menyangka ia bekerja
sebagai petugas kebersihan," jelas salah seorang sumber, seperti dikutip
dari Daily Mail
"Mario terkadang berada di rumahnya bersama sang adik, Enoch.
Balotelli memarkir mobil miliknya di luar rumah itu. Rose sama sekali
tak ingin uang dari Mario. Ia betah dan ingin tinggal di sana,"
jelasnya.
Sumber itu melanjutkan, "Rose tetap setia pada kata-katanya untuk
tak masuk dalam kehidupan Balotelli. Ia bekerja keras dengan tangannya
sendiri, dan hidup sesuai dengan penghasilannya yang terbatas. Ia
sebelumnya bekerja di pasar, jadi ia memang perempuan tangguh."
Kata sumber tersebut, "Mario tinggl tak jauh di kawasan Alderley
Edge, tapi kehidupan mereka berdua sangat berbeda jauh, ibarat langit,
dan bumi."
Balotelli, 21 tahun, dilahirkan di Palermo. Orangtuanya adalah
imigran Ghana, Thomas Barwuah dan Rose. Sejak lahir, Balotelli punya
masalah dengan usus dan pencernaannya yang membuatnya harus mengalami
beberapa kali operasi.
Biaya kesehatannya yang mahal memaksa orangtuanya menyerahkan
Balotelli kecil kepada departemen sosial untuk dicarikan keluarga yang
mampu mengurus dan membiayai perawatannya.
Pada usia tiga tahun, Mario kecil diserahkan kepada keluarga
Francesco dan Silvia Balotelli melalui penetapan pengadilan Brescia.
Francesco dan Silvia yang mengetahui bakat sepak bolanya mendukung penuh
mimpi Balotelli untuk menjadi bintang lapangan hijau.
Ketika menginjak remaja dan mulai tenar setelah dikontrak klub
elite Internazionale, orangtua kandungnya meminta kembali hak
pengasuhan. Ini membuat Balotelli kecewa dan menuduh Thomas dan Rose mau
"memeluknya" kembali saat dirinya sudah tenar.
Kekecewaan Balotelli bertambah karena Francesco dan Silvia ternyata
tidak ingin mengadopsinya secara penuh. Ini membuat Balotelli baru bisa
punya kewarganegaraan Italia saat berusia 18 tahun.
Dibesarkan sebagai anak "adopsi" dan merasa dibuang oleh orangtua
kandungnya tampaknya sangat memengaruhi kejiwaan Balotelli. Hubungannya
yang tidak harmonis dengan kedua orangtua angkatnya membuat perilaku
Balotelli makin liar dan kerap bertingkah seperti anak kecil yang ingin
mendapat perhatian dari orang sekitarnya.(den)