Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polri

Kapolri Bongkar Pasang Jenderal Bintang 3, Akpol 90 Saingi 91 dan 89

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan mutasi besar di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Muh Hasim Arfah
Dok Polri/tribratanews
KOMISARIS JENDERAL MUTASI- Deretan jenderal bintang tiga mutasi yakni Komjen Fadil Imran, Komjen Wahyu Widada, Komjen Dedy Prasetyo, Komjen Syahar, dan Irjen Pol Karyoto. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 dan Kep/1186/VIII/2025 diterbitkan, Selasa (5/8/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan mutasi besar di tubuh Kepolisian Republik Indonesia atau Polri

Sebanyak 61 personel dimutasi, termasuk tujuh Kapolda serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. 

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 dan Kep/1186/VIII/2025 diterbitkan, Selasa (5/8/2025).

Saat ini, ada sembilan jabatan yang diemban pejabat berpangkat jenderal bintang tiga atau komisaris jenderal. 

Komposisi saat ini adalah dua dari Akpol 1990, tiga alumni Akpol 1991, tiga alumni Akpol 1989, dan satu dari Alumnus Akpol 1992. (lihat di kolom)

Salah satu yang menonjol dalam rotasi ini adalah promosi Irjen Pol Karyoto yang sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya menjadi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri

Dengan jabatan baru tersebut, Karyoto resmi naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen).

Selain itu, Komjen Fadil Imran yang sebelumnya menjabat Kabaharkam dimutasi menjadi Asisten Kapolri Bidang Operasi (Astamaops). 

Sementara itu, Komjen Akhmad Wiyagus yang sebelumnya menjabat Astamaops kini dipercaya sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri.

Dalam mutasi ini, posisi Wakapolri juga mengalami perubahan.

Komjen Dedi Prasetyo ditunjuk untuk mengisi jabatan tersebut, menggantikan Komjen (Purn) Ahmad Dofiri yang memasuki masa pensiun per 1 Juli 2025.

Perombakan juga menyentuh posisi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim).

Komjen Syahardiantono ditunjuk menggantikan Komjen Wahyu Widada yang kini menjabat Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.


Pejabat Internal Kepolisian Republik Indonesia

Nama Pejabat Akademi Kepolisian Jabatan Baru Jabatan Lama
Irjen Pol. Karyoto 1990 Kabaharkam Polri (Komjen) Kapolda Metro Jaya
Komjen Fadil Imran 1991 Astamaops Polri Kabaharkam
Komjen Ahmad Wiyagus 1989 Kabaintelkam Polri Astamaops
Komjen Dedi Prasetyo 1990 Wakapolri Irwasum
Komjen Syahardiantono 1991 Kabareskrim Polri Kabaintelkam
Komjen Wahyu Widada 1991 Irwasum Kabareskrim Polri
Chryshnanda Dwilaksana 1989 petahana Kepala Lemdiklat
 Imam Widodo 1989 petahana Komandan Korps (Brimob)
Wahyu Hadiningrat 1992 petahana Asisten Utama Bidang Perencanaan dan Anggaran Kapolri

  
        
Irjen Pol Karyoto Promosi 

Profil Irjen Karyoto Kapolda Metro Jaya promosi jenderal bintang tiga.

Besan Dedi Mulyadi menggantikan Komjen Fadil Imran jenderal asal Sulsel.

Jabatan barunya ialah Kabaharkam Polri.

Fadil Imran dimutasi sebagai Astamaops Kapolri.

Jabatan Kapolda Metro Jaya diisi Irjen Pol Asep Edi Suheri.

Mutasi itu tertuang dalam surat telegram rahasia bernomor ST/ 1764 MIlKEP./2025 tertanggal 5 Agustus 2025.

Karyoto promosi jenderal bintang tiga setelah 20 hari menjadi besan Dedi Mulyadi.

Maula Akbar Mulyadi Putra menikah dengan Putri Karlina pada 16 Juli 2025.

Maula Akbar Mulyadi Putra menjabat anggota DPRD Jawa Barat.

Putri Karlina menjabat Wakil Bupati Garut.

Namun pesta rakyat digagas Maula Akbar dan Putri Karlina kini berubah menjadi duka.

Ada tiga orang meninggal dunia.

Yaitu Vania Aprilia (8), Dewi Jubaedah (61), dan Bripka Cecep Saeful Bahri (39).

Selain tiga orang meninggal, ada 26 orang mengalami luka-luka.

Ketiga korban meninggal usai berdesakan di gerbang masuk Pendopo Garut mengantri makan gratis, Jumat (18/7/2025).

Sosok Irjen Karyoto

Irjen Karyoto lahir di Pemalang, Jawa Tengah pada Oktober 1968.

Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 berpengalaman di bidang reserse.

Ia satu angkatan dengan Komjen Pol. (Purn.) Drs. Firli Bahuri, M.Si. dan Komjen Tomsi Tohir.

Karyoto diketahui pernah menjabat sebagai Kapolres Ketapang pada 2008.

Satu tahun di Kalimantan Barat, Karyoto kemudian dimutasi ke Interpol dan dilantik menjadi Kasubbid Infodata Kominter Set NCB.

Setelahnya, ia dipindah ke Bareskrim Polri dan menjabat Penyidik Utama Tk. II Dit III/Kor dan WCC.

Tahun 2011, Karyoto menjadi Kasubdit III Dittipidkor Bareskrim Polri.

Dari Bareskrim Polri, ia lalu dimutasi ke Kota Batam, Kepulauan Riau untuk menjadi Kapolresta Barelang.

Dua tahun di Kota Batam, Karyoto kembali ke tanah Jawa.

Ia dimutasi menjadi Dirreskrimum Polda DIY 2014.

Pada 2015, Karyoto lagi-lagi ditugaskan di Bareskrim Polri menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus.

Kemudian, ia menjadi Direktur Analis Pemutus Jaringan Internasional BNN pada 2016.

Jabatan itu diemban Karyoto selama dua tahun sebelum akhirnya menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Pidkor Bareskrim Polri.

Setelahnya Karyoto dilantik menjadi Wakapolda Sulut menggantikan Brigjen Johni Asadoma.

Acara serah terima jabatan tersebut berlangsung di Aula Catur Prasetya Polda Sulut pada 29 Oktober 2018.

Hampir satu tahun di Sulut, Karyoto kemudian dimutasi menjadi Wakapolda DIY.

Pada April 2020, ia meninggalkan jabatannya sebagai Wakapolda DIY karena menjadi Deputi Penindakan di KPK, sebagaimana diberitakan TribrataNews Bantul.

Pelantikan Karyoto sebagai Deputi Penindakan KPK dipimpin langsung oleh pimpinan lembaga anti-rasuah pada 14 April 2020, di Auditorium Gedung Penunjang KPK.

Momen ini berbarengan dengan kenaikan jabatan yang diperoleh Karyoto, dari Brigjen menjadi Irjen.

Meski bertugas di KPK, status Karyoto masih sebagai anggota Polri.(*)      

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved