Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Piala AFF U23

Statistik Winger PSM Makassar Victor Dethan Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2025

Pelatih Timnas Indonesia Gerald Vanenburg sudah memainkan winger PSM Makassar, Victor Dethan selama dua kali pertandingan di Piala AFF 2025.

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
IG PSM Makassar
EVALUASI TIMNAS- Penyerang sayap Indonesia, Victor Dethan saat mencoba melewati pengawalan pemain Filipina pada pertandingan babak penyisihan Piala AFF 2025 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Timnas Indonesia dipastikan lolos ke babak Semifinal Piala AFF U23 2025. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Timnas Indonesia U-23 dipastikan lolos ke babak Semifinal Piala AFF U23 2025.

Namun sebelum melakoni laga semifinal, ada beberapa hal yang perlu dibenahi dengan permainan Garuda Muda. 

Pelatih Gerald Vanenburg sudah memainkan winger PSM Makassar, Victor Dethan.

Ia menjadi bagian dari skuat 30 pemain Timnas U‑23 untuk mengisi lini depan yang kompetitif bersama Hokky Caraka, Rahmat Arjuna, dan Jens Raven. 

Dethan membawa pengalaman dan statistik positif dari PSM Makassar yang membuatnya masuk radar timnas.

Menurut pengamat, Dethan bisa menjadi solusi kebuntuan lini depan karena mampu memegang bola dengan tenang dan cepat, tanpa harus mencetak gol secara langsung, tapi cukup efektif membuka celah pertahanan. 

Selama menjalani tiga pertandingan, Dethan sudah bermain dua kali. 

Baca juga: Profil 2 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Masih Nganggur, Punya Harga Mahal Main di Super League

Dethan mencatat debut di turnamen ini pada laga kedua Grup A melawan Filipina.

Ia masuk dari bangku cadangan menggantikan Rahmat Arjuna pada menit ke‑71. 

Dalam waktu kurang dari 30 menit, ia membantu menjaga tempo serangan Indonesia, meskipun tim hanya mencetak satu gol, melalui gol bunuh diri lawan pada menit ke‑23.

Ia tampil aktif meski tidak mencetak gol atau assist secara langsung; kontribusinya lebih ke arah pressing dan menciptakan ruang bagi rekannya.

Kemudian, ketika Indonesia bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia, ia terlibat dalam sejumlah peluang awal, termasuk kerja sama dengan Rayhan Hannan membuahkan peluang di menit ke‑26, yang sayangnya masih melebar. 

Di menit ke‑44, Dethan masuk zona penalti dan nyaris melakukan tembakan, namun memilih mengoper ke Jens Raven, yang kemudian digagalkan pertahanan lawan. 

Walaupun Indonesia mendominasi (69  persen penguasaan bola, 11 tembakan dengan 3 on target) namun pertandingan berakhir 0‑0 tanpa gol. 

Kekurangan Tim Dibenahi

Kapten Timnas Indonesia U-23, Kadek Arel Priyatna mengungkapkan bahwa timnya masih ada kekurangan yang harus dibenahi.

Kekurangan Garuda Muda terlihat kala ditahan imbang tanpa gol oleh Malaysia.  

Aliran bola yang tak berjalan di lini tengah menurut Kadek Arel jadi kendala permainan timnya sulit masuk ke daerah pertahanan lawan.

Tak hanya itu, kurang optimalnya penyelesaian akhir juga jadi PR yang harus dibenahi jelang tampil pada semifinal nanti.

Tak ayal, ketika 10 menit terakhir kontra Malaysia, Kadek Arel mengakui bahwa ia dan rekan-rekannya bermain lebih berhati-hati hanya mendominasi penguasaan bola.

“Seperti yang dibilang Coach Gerald. Game plan kami memang selama mungkin keep bola dan tidak cepat hilang bola,” ungkap Kadek Arel seusai laga di SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin (21/7).

“Kami lihat di 10 menit akhir, kamit tidak ingin buru-buru ke depan dan itu yang harus dievaluasi juga karena sampai ke tengah masih ada problem di sana sampai ke final third. Itu jadi evaluasi kami," katanya.

“Di semifinal tentu kita akan evaluasi, kita recovery dulu, lalu evaluasi apa saja yang kurang sebagai persiapan,” terangnya.

Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg mengatakan ketidakhadiran Arkhan Fikri di lini tengah turut berpengaruh terhadap pola permainan Garuda Muda.

Arkhan Fikri harus absen pada laga ini karena mengalami cedera yang cukup serius.

Kondisi pemain milik Arema FC itu pun diragukan bisa tampil saat bermain di semifinal Piala AFF U-23.

“Soal Arkhan, kita harus tunggu dulu karena dia akan di-MRI satu atau dua hari kedepan. Tapi saya harap semuanya baik-baik saja,” ujar Gerald.

“Sekarang, saya belum bisa bicara banyak karena saya belum tahu bagaimana kondisinya,” terangnya.

Raihan satu poin ini membuat skuad Garuda melaju ke semifinal Piala AFF U-23 dengan predikat sebagai juara grup.

Pada babak semifinal, Timnas Indonesia U-23 tinggal menunggu juara Grup C yang kini tengah diperebutkan oleh Thailand dan Myanmar U23.

Pemain tengah Timnas Indonesia U-23, Arkhan Fikri tak masuk dalam daftar susunan pemain saat ditahan imbang tanpa gol lawan Malaysia dalam laga pamungkas grup A Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Usai pertandingan, pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg membeberkan bahwa pemain milik Arema FC tersebut tengah dibekap cedera.

Pada sesi latihan sehari sebelum laga kontra Malaysia U-23, Arkhan Fikri memang tampak mengenakan kinesio tape pada lutut kanannya dan berlatih terpisah.

Soal cedera Arkhan, Gerald masih belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil MRI.

“Soal Arkhan, kita harus tunggu dulu karena dia akan di-MRI satu atau dua hari kedepan. Tapi saya harap semuanya baik-baik saja,” ujar Gerald.

Lebih lanjut, saat ditanya apakah Arkhan Fikri bisa bermain di semifinal, pelatih asal Belanda tersebut juga belum bisa memastikan.

“Sekarang, saya belum bisa bicara banyak karena saya belum tahu bagaimana kondisinya,” terangnya.

Sementara itu, raihan satu poin ini membuat skuad Garuda melaju ke semifinal Piala AFF U-23 dengan predikat sebagai juara grup.

Pada babak semifinal, Timnas Indonesia U-23 tinggal menunggu juara Grup C yang kini tengah diperebutkan oleh Thailand dan Myanmar U-23.

Secara keseluruhan, Gerald Vanenburg mengaku cukup puas dengan penampilan Dethan CS yang telah menjalani tiga pertandingan.

Hanya saja, salah satu kekurangan yang harus diperbaiki jelang tampil pada babak semifinal, yakni mempertajam lini depan agar bisa mencetak gol.

“Bagi saya, ini turnamen pertama saya (dengan timnas u-23). Saya perlu tahu dulu pemain-pemainnya. Untuk sekarang, saya sudah cukup senang, kami main 2 pertandingan dengan bagus,” kata pelatih berusia 61 tahun tersebut.

“Sekarang kami juga menguasai bola 60-70 persen, tetapi masih sulit mencetak gol, jadi secara keseluruhan saya senang dengan performa timnya,” katanya.

Timnas Indonesia mendapatkan kepastian nasib untuk lolos ke empat besar setelah menyelesaikan pertandingan melawan Malaysia di matchday ketiga Piala AFF U-23 2025.

Timnas U-23 Indonesia memang hanya bermain imbang 0-0 menghadapi sang musuh bebuyutan.

Meski demikian, hasil imbang itu sudah cukup membuat Timnas U-23 Indonesia bercokol di puncak klasemen Grup A Piala AFF. Tambahan satu poin itu membuat skuad asuhan Gerald Vanenburg mengoleksi 7 poin dari 3 pertandingan yang dijalani.

Raihan poin tersebut tak bisa disaingi Filipina atau Malaysia yang berada di bawahnya. Kepastian menjadi juara grup membuat Indonesia juga dipastikan lolos ke semifinal Piala AFF U-23 2025.

Thailand melakoni laga kedua atau pamungkas kontra Myanmar yang sebelumnya ditahan imbang 4-4  oleh Timor Leste.

Hasil imbang saja akan membawa tim berjuluk Gajah perang tersebut lolos ke semifinal dan bertemu Indonesia.

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg yang sudah mengetahui bagan di semifinal pun bakal menyaksikan pertandingan Thailand vs Myanmar yang bergulir di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Selasa (22/7).

Gerald beserta tim kepelatihan Garuda Muda bakal menganalisis pola permainan Thailand sehingga nantinya bisa diantisipasi oleh Kadek Arel CS.

“Mungkin saya akan nonton pertandingannya karena kita free besok (tadi malam, Red),” ujar Gerald Vanenburg usai laga kontra Malaysia.

“Mungkin bagus buat kami dan para pemain lebih relax, karena kami sudah ada empat minggu di camp. Jadi saya akan nonton pertandingannya,” sambungnya.

Sementara itu, pelatih Thailand U-23, Thawatchai justru mengatakan bahwa ia justru mengidam-idamkan bisa menghadapi Vietnam di partai final.

Itu berarti dirinya sangat percaya diri bisa mengalahkan Timnas Indonesia U-23 di semifinal.

“Saya ingin bertemu dengan Vietnam di final untuk membalas dendam kekalahan sebelumnya di ASEAN Cup 2024.

Turnamen ini juga menjadi kesempatan untuk tim saling menguji kemampuan sebelum bertemu lagi di arena SEA Games,” ujar Thawatchai. (Tribunnews/Abdul Majid)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved