Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jokowi

Penyakit Jokowi Disebut Bukan Alergi Biasa, Roy Suryo Punya Trik Supaya Eks Presiden Tak Stres

Kubu Jokowi menyebut penyakit yang dialami hanya alergi kulit biasa, ditambah ada peradangan sehingga mempengaruhi kondisi dan warna kulitnya.

Editor: Ansar
Tribunnews.com
PENYAKIT JOKOWI - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo memberikan keterangan terkait pemeriksaan atas kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Polda Metro Jaya di Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2025). Kolase foto wajah Jokowi sekarang. Jokowi tetap sebut alergi kulit, Dokter Tifa sebut Autoimun Agresif, Rocky Gerung sebut sakit Jokowi disebabkan karena psikosomatik, gangguan kejiwaan yang tidak bisa diatasi tubuh. Roy Suryo curiga Jokowi stres. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pakar telematika Roy Suryo ikut mengomentari penyakit Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Roy Suryo tidak percaya jika penyakit Jokowialergi kulit biasa.

Roy Suryo menyampaikan kecurigaan lain terkait penyakit yang diderita Jokowi.

Dia curiga Jokowi stres.

Kubu Jokowi menyebut penyakit yang dialami hanya alergi kulit biasa, ditambah ada peradangan sehingga mempengaruhi kondisi dan warna kulitnya.

Namun Roy Suryo dari kubu penuding ijazah Jokowi palsu tidak langsung percaya.

Roy Suryo mengaku kenal dengan mantan dokter kepresidenan.

Dia sempat menanyakan kondisi penyakit yang diderita Jokowi hingga membuat warna kulitnya berubah.

IJAZAH JOKOWI - Pakar telematika KRMT Roy Suryo menilai ijazah11
IJAZAH JOKOWI - Pakar telematika KRMT Roy Suryo menilai ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak identik dengan ijazah lainnya yang dibandingkannya. Roy Suryo menyebut hasil identifikasinya membantah kesimpulan Puslabfor Bareskrim Polri soal keaslian ijazah Jokowi yang sebelumnya dikatakan identik. (Tribunnews.com - Istimewa)

"Saya juga kenal dengan mantan dokter kepresidenan, mengatakan itu stres juga bisa," terang Roy Suryo dikutip dari Youtube Sentana TV, Rabu (25/6/2025).

Roy Suryo ke Jokowi: Supaya Tidak Stres Tunjukkan Ijazahnya

Roy Suryo tetap menyindir Jokowi soal isu ijazah yang kini tengah bergulir.

"Stres itu juga bisa timbul ruam-ruam, makin stres, makin jadi. Supaya gak stres, tunjukan aja ijazahnya," kata Roy.

Roy Suryo Doakan Kesembuhan Jokowi

Meski begitu, Roy Suryo tetap mendoakan agar Jokowi bisa segera sembuh dari penyakitnya.

Lagi-lagi, Roy Suryo juga menyinggung soal isu ijazah palsu.

"Moga-moga cepet sembuh, kemudian bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," ucap Roy.

Rocky Gerung: Sakit Jokowi Bukan Alergi, Itu Psikosomatik, Gangguan Kejiwaan

Mengenai kondisi kesehatan Jokowi, Rocky Gerung menduga itu bukan alergi, melainkan kondisi kejiwaan yang disebut psikosomatik.

"Saya kira bukan alergi ya, ada semacam itu psikosomatik. Jadi, kalau alergi itu kan kimia tuh. Ini psikosomatik, artinya gangguan kejiwaan itu tidak mampu untuk diatasi oleh tubuh," papar Rocky Gerung saat menjadi tamu dalam acara Walk The Talk yang diunggah di kanal YouTube DeddySitorusOfficial, Kamis (19/6/2025).

Jokowi Disebut Ketagihan Kamera

Menurut Rocky, Jokowi mengalami ketagihan kamera tetapi polemik mengenai dirinya tak berhenti, sehingga efek negatifnya mempengaruhi kondisi tubuhnya.

"Nah, kita mulai lihat bagaimana, misalnya, ketagihan Pak Jokowi terhadap kamera itu akhirnya mencandu terus-menerus tu.

Pada saat dia mencandu, yang terjadi justru adalah efek negatifnya kan. [Kecanduan yang] dia mesti layani, mesti seolah-olah 'ya silakan.' Pada saat yang sama, anaknya dipersekusikan oleh politician kan. Jadi itu yang terjadi," jelasnya.

Ketegangan Psikologi Jokowi Tak Bisa Lagi Diatasi dengan Obat-obatan

Rocky Gerung juga menduga, ada ketegangan psikologi yang dialami Jokowi dan sudah tidak bisa lagi diatasi dengan obat-obatan.

"Jadi, sebetulnya ketegangan psikologi itu kalau tubuhnya tidak kuat, sistem stressor-nya, mesti diatasi secara kimia.

Misalnya, minum xanax atau obat penenang. Nah, kelihatannya sudah pernah dipakai, dan itu sudah kebal, karena Pak Jokowi itu ada ketegangan psikologi luar biasa," jelasnya.

Akademisi kelahiran Manado, Sulawesi Utara 20 Januari 1959 ini menambahkan, ketegangan psikologis Jokowi bertumpuk lantaran banyaknya persepsi negatif dari publik.

"Setelah dia turun itu tidak berhenti dugaan-dugaan negatif terhadap perilaku beliau selama pemerintah. Dan itu menyakitkan, karena mungkin Pak Jokowi melihat Ibu Mega setelah lengser ngurusin PDIP, Pak Prabowo sebelum jadi presiden ngurusin partai, Pak SBY secara lengser melukis, ngurusin partai," papar Rocky.

Jokowi Kasak-kusuk Tak Punya Mainan Politik
Rocky Gerung menilai, Jokowi juga resah karena tidak memiliki mainan politik, meski ada keterkaitan antara nama Jokowi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Rocky , PSI yang identik sebagai partai anak muda jelas tidak sesuai untuk Jokowi.

"PSI adalah partai anak muda tapi pemimpinnya nanti adalah orang tua. Kan itu juga sudah dia dengar itu aja, sudah enggak bisa. tetapi dia mesti punya mainan politik," kata Rocky.

"Jadi karena enggak punya mainan politik dia kasak-kusuk ke mana-mana. Karena kasak-kusuk itu kan satu waktu orang ya capek juga, kasak-kusuk dalam usia segitu tuh," tandasnya.

Dokter Tifa Sebut Jokowi Menderita Autoimun Agresif 

Melalui unggahan di media sosial, Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa mengamati adanya perubahan signifikan pada tubuh Jokowi yang menurutnya menunjukkan gejala penyakit serius.

Tonjolan mencolok di bagian perut Jokowi diduga sebagai alat Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), yang biasa digunakan pasien gagal ginjal untuk melakukan cuci darah mandiri. 

Ia menyebut kondisi itu konsisten dengan penyakit autoimun agresif.

“Ini sakit berat. Berat sekali,” ujar Dokter Tifa dalam unggahannya.

PERUBAHAN WAJAH JOKOWI -  Tangkapan layar cuitan Dokter Tifa
PERUBAHAN WAJAH JOKOWI - Tangkapan layar cuitan Dokter Tifa soal kondisi wajah Jokowi yang memprihatinkan, Minggu (22/6/2025). Kondisi terbaru wajah Jokowi di hari ulang tahunnya mengejutkan publik. Pasalnya wajah Jokowi disebut berbeda drastis dari sebelumnya saat menjabat. (Twitter/X Dokter Tifa)


Dokter Tifa menjelaskan bahwa penyakit autoimun agresif dapat menyebabkan kerusakan sistem kekebalan tubuh secara cepat. 

Beberapa indikasi yang ia temukan antara lain perubahan ekstrem pada kulit, kelelahan, serta penurunan berat badan dan massa otot secara drastis.

Ia menyebut penyakit seperti Lupus Nephritis, Rapid Progressive Glomerulonephritis (RPGN), dan Scleroderma Renal Crisis sebagai kemungkinan yang memicu kerusakan ginjal parah dalam waktu singkat.

Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, penggunaan CAPD bahkan dianggap sudah tidak memadai. 

Ia pun menyarankan agar Jokowi dirujuk ke rumah sakit terbaik, termasuk ke luar negeri jika dibutuhkan.

“Apakah negara masih memfasilitasi mantan presiden untuk mendapatkan perawatan terbaik?” ujarnya.

Apa Itu Autoimun Agresif?

Melansir laman Alodokter, penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri.

Namun, dalam kondisi terstentu, autoimun dapat menjadi lebih agresif dibandingkan penyakit autoimun lainnya.

Autoimun agresif adalah jenis penyakit autoimun yang berkembang sangat cepat, bahkan dalam waktu kurang dari enam bulan dan berpotensi menyebabkan kerusakan organ parah hingga berujung pada kematian.

Setidaknya ada 80 penyakit yang digolongkan penyakit autoimun, beberapa di antaranya sangat berbahaya.

Beberapa penyakit di antaranya memiliki gejala serupa, seperti lelah, nyeri otot, dan demam.

Normalnya, sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan organisme asing, seperti bakteri atau virus.

Ketika terserang organisme asing, sistem kekebalan tubuh akan melepas protein yang disebut antibodi untuk melawan dan mencegah terjadinya penyakit.

Akan tetapi, pada penderita penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh menganggap sel tubuh yang sehat sebagai zat asing.

Akibatnya, antibodi yang dilepaskan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat tersebut.

DOAKAN KESEMBUHAN JOKOWI - Momen Jokowi Berdoa Bersama Warga.
DOAKAN KESEMBUHAN JOKOWI - Momen Jokowi Berdoa Bersama Warga. Berbeda dengan momen-momen sebelumnya, Jokowi yang nampak masih dalam masa pemulihan usai alami alergi tersebut tak melayani foto bersama masyarakat yang datang. Muhadjir Effendy Doakan Kesembuhan Jokowi Ketika di Mekkah, semoga diberi umur panjang, selalu dijaga Allah dan tetap jadi panutan. (TribunSolo dan TikTok/@solokini via Tribun Bengkulu)

Apa itu CAPD?

Selain itu, tonjolan mencolok di perut Jokowi juga menimbulkan spekulasi penggunaan alat kesehatan khusus.

Alat tersebut diduga merupakan alat khusus yang digunakan dalam metode cuci darah bernama CAPD.

Melansir laman Alodokter, CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis) merupakan metode cuci darah yang dilakukan lewat perut. 

Metode ini memanfaatkan selaput dalam rongga perut (peritoneum), yang memiliki permukaan luas dan banyak jaringan pembuluh darah, sebagai filter alami ketika dilewati oleh zat sisa.

Cuci darah bermanfaat untuk membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme, elektrolit, mineral, dan cairan berlebihan akibat penurunan fungsi ginjal. 

Prosedur cuci darah, baik dengan metode CAPD atau hemodialisis, juga dapat membantu mengendalikan tekanan darah.

(tribun network/thf/TribunnewsBogor.com/Tribunnews.com)

 

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Roy Suryo Curiga Jokowi Sakit Karena Stres: Supaya Gak Stres, Tunjukin Aja Ijazahnya, 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Roy Suryo Curiga Jokowi Stres: Makin Stres Makin Jadi, Supaya Tidak Stres Tunjukkan Ijazahnya, https://www.tribunnews.com/kesehatan/2025/06/26/roy-suryo-curiga-jokowi-stres-makin-stres-makin-jadi-supaya-tidak-stres-tunjukkan-ijazahnya?page=all.
Penulis: Theresia Felisiani

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved