Makassar Mulia

Dinas PU Makassar Alokasikan Rp1 Miliar Pengadaan Pompa Air Pengendali Banjir

TRIBUN-TIMUR.COM/Siti Aminah
CEGAH BANJIR - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Zuhaelsi Zubir diwawancara di JL Ap Pettarani Kota Makassar saat memimpin pembersihan drainase, Rabu (18/6/2025). Zuhaelsi Zubir menyebut Pemkot Makassar menganggarkan Rp1 miliar pengadaan pompa air untuk atasi banjir. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk pengadaan pompa air di Jl Andi Djemma. 

Pompa air tersebut digunakan sebagai sistem pengendali banjir, saat terjadi genangan pompa tersebut akan menghisap air menuju ke saluran pembuangan utama. 

Kata Zuhaelsi, pengadaan pipa ini juga menjadi atensi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. 

Saat memimpin pembersihan di Jl Ap Pettarani, Rabu (18/6/2025) lalu, Wali Kota menyampaikan agar pompa air yang digunakan di Jl Andi Djemma diganti yang baru. 

Zuhaelsi mengakui, pompa air yang ada sekarang ini sudah tidak memungkinkan untuk digunakan lagi. 

Pompa ini juga sudah sangat lama digunakan. 

"Pompa yang ada di ujung jalan Andi Djemma itu sudah lama kondisinya, memang butuh maintance dan butuh penggantian karena pada saat itu direncanakan dan di adakan dalam kondisi kapasitas hujan belum semaksimal sekarang," ucap Zuhaelsi Zubir. 

Baca juga: Profil Zuhaelsi Zubir Jabat Kadis PU Makassar di Dua Era Wali Kota, Stadion Jadi Tugas Prioritas

Adapun pengadaan pompa tersebut akan dialokasikan dalam APBD Perubahan 2025.

Butuh penanganan penggantian, kami akan lakukan penggantian. 

"Kami sudah anggarkan di APBD Perubahan untuk peningkatan kapasitas menjadi lebih besar. Sekitar Rp1 miliar," ungkapnya. 

Kapasitas pompa penghisap air ini jauh lebih besar dari sebelumnya. 

Kapasitasnya bisa mencapai 425 kubik, sementara yang sebelumnya hanya 25 kubik

Pompa tersebut nantinya akan menguras air ketika ada luapan  di saluran air, air akan dihisap dan dipindahkan ke kanal. 

Bersihkan Drainase di Titik Rawan Banjir

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meminimalisir banjir dengan melakukan pembersihan drainase secara rutin. 

Pemkot Makassar sudah memulai kick off pembersihan drainase pada 18 Juni lalu. 

Sebanyak 278 petugas yang diturunkan dari Satgas Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU), 100 petugas kebersihan dari Kecamatan Rappocini dan Tamalate, 50 dari Balai Besar Wilayah Sungai Jenebarang-Pompengan (BBWSPJ), serta 30 dari Balai Besar Pengelola Jalan Nasional (BBPJN). 

Pembersihan drainase ini dipimpin Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir. 

Kata Zuhaelsi, ini adalah kick off pembersihan saluran air di Kota Makassar. 

Gerakan ini akan rutin dilakukan setiap pekan dengan manyasar titik rawan banjir.

"Ini merupakan kegiatan kick off, dimulai dari depan Telkom sampai sepanjang koridor Jalan Ap Pettarani dan kita akan menuju kantor Gubernur Sulsel," ucap Zuhaelsi Zubir. 

Setidaknya, pembersihan ini meminimalisir genangan di musim hujan, apalagi Jl Ap Pettarani kerap jadi langganan genangan saat musim hujan. 

Hal sama disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, pembersihan dimulai dari koridor Jl Ap Pettarani sebagai wilayah rawan genangan. 

"Pettarani ini salah satu koridor yang sangat cepat ketika ada curah hujan tinggi, genangannya sangat tinggi juga dan lama, sehingga di koridor ini kita memaksimalkan bagaimana saluran air ini bisa lancar, bersih tanpa ada hambatan air," katanya. 

Ini adalah kolaborasi lintas instansi, tujuannya untuk mengantisipasi sumbatan-sumbatan yang menganggu jalannya air. 

Karenanya, jalur-jalur yang selama ini menjadi langganan banjir diharapakan  bisa termininalisir dengan pembersihan rutin yang dilakukan. 

"Kita akan membuat agar saluran ini tidak ada hambatan di dalamnya, tidak ada sampah, tidak ada lagi unsur-unsur yang bisa membuat air itu tidak mengalir dengan lancar," tegasnya. 

Masyarakat juga diharapkan untuk ikut menjaga lingkungan. Munafri mengajak seluruh elemen ambil peran dalam mencegah banjir. (*)