Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mubha Kahar Muang

DemokrasiUntuk Siapa?

Dari amandemen UUD 1945 dapat ditelusuri adanya pengaruh asing. Bahkan beberapa LSM asing ikut aktif dalam proses amandemen UUD 1945 tersebut. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AS Kambie
dok.tribun
Mubha Kahar Muang, Anggota FKP DPR RI 1987-1992-1997-1998 

Oleh: Mubha Kahar Muang

Mantan Anggota DPR RI 87-92, 92-97, 97-98.

TRIBUN-TIMUR.COM - Berbicara tentang demokrasi tentu kita tidak asing lagi. 

Cukup banyak para ahli yang membahas  pengertian demokrasi,  macam-macam demokrasi, dan prinsip demokrasi.

Pengertian demokrasi secara umum adalah pemerintah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Jika mengacu ke Pasal 1 ayat 2 UUD 1945 (sebelum perubahan): Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Setelah UUD1945 di amandemen, Pasal 1 ayat 2 berbunyi : Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar.

Jika mengacu ke Pembukaan UUD 1945 alinea ke IV seharusnya kita melaksanakan Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Karena itu sistim negara yang dianut  setelah UUD 1945 di amandemen, Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar berarti harus tetap mengacu kepada Pembukaan UUD 1945 yaitu Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Amandemen UUD 1945 telah mengganti konsep bernegara kita. Negara yang berkedaulatan rakyat tidak lagi berdasar kepada Pancasila, karena Kerakyatan Yang Dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan Dalam permusyawaratan Perwakilan telah dibuang dan diganti dengan sistim presidensial yang basisnya individualisme,
Liberalisme dan kapitalisme.

Pemilihan pemimpin diganti dengan pemilu langsung artinya sekitar 200 jutaan lebih rakyat yang berhak memilih mempunyai hak yang sama. 

Sementara pemahaman tentang tujuan bernegara dan memilih pemimpin belum merata dikalangan masyarakat.

Pemahaman yang belum merata tentang tujuan atau visi terbentuknya Negara Indonesia yaitu menjadi bangsa yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.

Begitu pula dengan tujuan terbentuknya pemerintahan Indonesia atau misi negara yaitu untuk Melindungi segenap bangsa Indonesia dan Seluruh Tumpah Darah Indonesia, Memajukan Kesejahteraan Umum,
Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dan Ikut melaksanakan Ketertiban Dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Disisi lain, penentuan arah pembangunan dan bagaimana upaya mencapai misi negara tidak lagi dibahas oleh rakyat melalui wakilnya di MPR RI.

Dari amandemen UUD 1945 dapat ditelusuri adanya pengaruh asing.

Bahkan beberapa LSM asing ikut aktif dalam proses amandemen UUD 1945 tersebut. 

Menurut Prof. Dr. Kaelan, MS. LSM asing tersebut bahkan hadir dalam rapat-rapat PAH I BP MPR RI, mengikuti setiap materi perubahan yang dibahas seperti dari National Endowment for Democracy (NED) LSM yang terkenal di AS yang memberi dukungan terhadap demokrasi diluar negeri yang kegiatannya  mendapat dukungan keuangan dari Gedung Putih.

Demokrasi

Amerika Serikat salah satu negara yang paling terdepan dalam membangun dan merawat demokrasi di seantero dunia.

Tetapi penerapan demokrasi yang dikembangkan 
sangat tergantung kepentingan AS.

Beberapa negara di Timur Tengah seperti Irak, Libya, Suriah, Sudan, semua adalah negara yang kaya minyak.

Irak yang memiliki kekayaan minyak no lima di dunia atas nama demokrasi di bom selama 8 tahun, 2003-2011 dan menewaskan sejuta rakyatnya dari 35 juta penduduk.

Ketika itu setiap hari warga Iraq melihat orang mati terbunuh. Melihat kematian menjadi pemandangan biasa.

Selain itu kekayaan negaranya pun diangkut keluar negeri seperti emas, dan lain-lain.

Irak, yang sebelumnya bernama Mesopotamia disebut sebagai negara yang memiliki peradaban tertua di dunia 10.000 - 3000 SM. 

Negeri yang menyimpan benda peninggalan sejarah yang begitu berarti bagi peradaban dunia.

Ketika diserang, benda bersejarah di museum ketika itu pun dijarah dan sisanya dihancurkan.

Pembunuhan dan penghancuran yang menjadi pemandangan biasa membuat rakyat menjadi mati rasa kemudian melahirkan Islamic State of Iraq (ISI) yang kemudian menjadi Islamic State of Iraq and Syria ( ISIS )

Lahirnya ISIS akibat dari kekerasan yang diciptakan.
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh  Donald Trump melalui pengakuannya yang kurang lebih  _bahwa seandainya politikus kita tidak melakukan apa- apa, Irak dan Suriah tidak menjadi sarang teroris_

Libya yang dulunya menjadi negara terkaya dengan standar kemakmuran yang tertinggi di Afrika.
Memiliki cadangan minyak ke sembilan didunia.
Dengan dalih demokrasi negaranya diserang. 

Kuat dugaan karena Muammar Khadafi mengajak negara-negara Afrika untuk menggunakan mata uang sendiri dan meninggalkan dollar. 

Tidak lama setelah itu AS dan NATO mengebom Libya  dari udara Oktober 2011. 

NATO bahkan mempersenjatai rakyat yang anti Muammar Khadafi dan menumbang
kannya.

Akibatnya, negara tersebut menjadi negara gagal, kriminal meraja lela hingga tembak menembak terjadi di jalan- jalan.

Hingga saat ini negara Libya belum kembali bangkit. 

Sudan yang juga kaya minyak, terjadi perang saudara dan AS memasok senjata hingga akhirnya negara Sudan terbelah lahirlah Republik Sudan Selatan.
 
AS juga selalu mengecam China terkait Tibet, Hongkong dan Taiwan.

Xin Jiang ( Uyghur) 

China dikesankan sebagai penindas muslim. 

China yang sukses menjalin perdagangan dengan hampir semua negara di Latin Amerika, Afrika dan Asia, termasuk Timur Tengah, menjadikan China saingan terbesar AS dari segi ekonomi.

Rusia, sering dikecam sebagai diktator oleh AS padahal ekonominya bangkit dibawah Putin selama 20 tahun.

Ketika Ukraina menyerang orang Rusia di Ukraina Timur sejak AS menggulingkan pemimpinnya yang dipilih secara demokratis Victor Yanukovych, AS diam seribu bahasa, padahal penindasan, pengeboman dan penghancuran rumah - rumah orang Rusia itu berlangsung selama 8 tahun dari 2014 - 2022. 

Tetapi ketika Rusia ingin menggulingkan pemerintahan Ukraina yang pro Barat dan anti Rusia baru AS dan Barat heboh, Nato bahkan mengirim senjata ke Ukraina.

Mungkin masalahnya selain Putin tajam mengeritik AS, seperti ketika menyerang Libya Putin mengatakan apa hak AS menggulingkan Muammar Khadafi? 

Setiap AS mengirim tentara ke Suriah dengan alasan menumbangkan ISIS sekaligus menggulingkan pemerintahan Suriah Bashar Al Assad, Rusia ketika itu juga mengirim bantuan tentara ke Suriah sehingga tentara AS tidak mudah untuk menggulingkan pemerintahan Suriah.

Disamping itu, Rusia merupakan negara yang memiliki peralatan militer yang canggih di dunia.
Seperti pesawat perang, tank dll menjadikan Rusia sebagai saingan AS dalam mensupply senjata ke beberapa negara di dunia.

Belajar Dari Pengalaman.

Dari pengalaman beberapa negara diatas kita dapat memetik pelajaran berharga bahwa  memiliki potensi Sumber Daya Alam yang besar dan dibutuhkan oleh dunia adalah berkah sekaligus tantangan.

Bercermin dari pengalaman beberapa negara, perhatian AS terkait Indonesia selama ini, kuat dugaan terkait dengan  keberadaan Tambang Mas Grasberg yang memiliki cadangan  terbesar didunia.

Bukan hanya mas,  Tembaga di Grasberg termasuk ketiga terbesar di dunia. 

Grasberg terletak di Kabupaten Mimika Papua Tengah.
Atau terkait temuan cadangan gas raksasa di South Andaman Aceh yang  masuk tiga besar dunia ?

Upaya untuk menerapkan kebijakan hilirisasi dan ingin menjadikannya sebagai program unggulan tentu akan mengakibatkan  terganggunya pasokan bahan baku dunia.

Kebijakan hilirisasi dan gencarnya upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara produsen akan sangat mengganggu pasokan bahan baku ke beberapa negara dan akan mengganggu pihak -pihak yang selama ini menikmati model pengelolaan Sumber Daya Alam  yang diterapkan Indonesia sekian lama.

Untuk itu, mari menjadikan kebhinekaan kita baik agama, suku, bahasa dan budaya yang menyebar di ribuan pulau yang menjadi salah satu kekuatan para pendiri bangsa dalam memproklamirkan kemerdekaan NKRI, sebagai kekayaan sekaligus kekuatan bangsa.

Menjadikan nilai-nilai budaya bangsa yang terakumulasi di dalam rumusan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan pengelolaan bangsa dan negara.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved