Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Buku Sedunia

Peringati Hari Buku Sedunia, BI Sulsel Talkshow Bersama Ratih Kumala dan Aan Mansyur

Hadir langsung sebagai narasumber dua penulis buku, Ratih Kumala dan M Aan Mansyur.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Ansar
Tribun-Timur.com/Abdiwan
HARI BUKU SEDUNIA - Talkshow World Book Day atau Hari Buku Sedunia di Baruga Pinisi lantai 4 Kantor Perwakilan BI Sulsel, Jalan Sudirman, Makassar, Rabu (28/5/2025). Talkshow tersebut menghadirkan dua penulis buku, Ratih Kumala dan M Aan Mansyur. 

TRIBUN-TUMUR.COM, MAKASSAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menghadirkan talkshow dalam rangka World Book Day atau Hari Buku Sedunia.

Talkshow dengan tema Well-Read, Well-Lived: Literasi dan Harmoni dalam Era Digital, tersebut berlangsung di Baruga Pinisi lantai 4 Kantor Perwakilan BI Sulsel, Jalan Sudirman, Makassar, Rabu (28/5/2025).

Hadir langsung sebagai narasumber dua penulis buku, Ratih Kumala dan M Aan Mansyur.

Ratih Kumala dikenal sebagai penulis buku Gadis Kretek, sementara Aan Mansyur dikenal penulis dan penyair yang karyanya populer setelah puisinya muncul dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2.

Keduanya berbagai pengalaman serta kebiasaannya membaca buku.

Aan Mansyur menceritakan, buku fisik dan gital mempunyai tantangan masing-masing.

Pria kelahiran 14 Januari 1982 itu mengungkapkan bahwa dirinya selalu membawa buku setiap berkunjung ke suatu tempat.

“Saya selalu bawa buku. Buku fisik dan digital ada tantangannya masing-masing. Membawa buku penting,” kata Aan Mansyur.

Senada, Ratih Kumala juga menceritakan bahwa dirinya masih suka membaca buku fisik.

“Aku pribadi masih suka buku fisik. Dengan alasan tidak penting, bisa merasakan fisik, sebenarnya tidak penting,” kata lulusan Fakultas Sastra Inggris Universitas Sebelas Maret tersebut. 

Upaya Tingkatkan Literasi

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Wahyu Purnama mengatakan, talkshow Hari Buku Sedunia ini dihadirkan sebagai pemantik meningkatkan literasi di Sulsel.

“Ini dorongan untuk meningkatkan minat baca. Dalam negeri masih dihadapkan tantangan minat baca,” kata Wahyu.

Ia berharap, semangat literasi masyarakat Sulsel semakin kuat dan bisa menjadikannya sebagai budaya yang terus tumbuh.

“Semua kemajuan di bidang apapun, dimulai dari budaya membaca,” tambah Wahyu. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved