Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Disanksi 3 Bulan, Yuran Fernandes Dipastikan Perkuat PSM Makassar Musim Depan

Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes dipastikan masih berkostum PSM Makassar di Liga 1 2025/2026.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muh Hasim Arfah
Official PSM Makassar
YURAN FERNANDES DISANKSI – Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes saat melawan PSS Sleman pada pekan 31 Liga 1 2024/2025 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (3/5/2025). Yuran Fernandes dipastikan tetap bertahan di PSM Makassar musim depan meski disanksi tiga bulan larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Yuran Fernandes dipastikan masih berkostum PSM Makassar di Liga 1 2025/2026.

Sanksi larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia selama tiga bulan tak memengaruhi kontrak Yuran Fernandes dengan PSM Makassar yang tersisa setahun.

Yuran Fernandes harus menjalani hukuman berkecimpung di sepak bola Indonesia selama tiga bulan dan membayar denda Rp 25 juta setelah banding PSM Makassar ditolak oleh Komite Banding (Komding) PSSI.

Meski begitu, Komding PSSI menurunkan masa hukuman kapten PSM Makassar itu dari setahun menjadi tiga bulan kalender.

Bek Timnas Tanjung Verde ini sebelumnya disanksi larangan 12 bulan beraktivitas di sepak bola Indonesia oleh Komite Disiplin (Komdis) buntut mengkritik sepak bola Indonesia di media sosialnya.

Yuran Fernandes pun baru bisa merumput lagi pasca 9 Agustus mendatang.

Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin menegaskan, Yuran Fernandes masih memiliki kontrak setahun dengan PSM Makassar hingga musim depan.

“Sejauh ini kami putusan Komite Banding PSSI tidak memengaruhi kontrak yang ada. Kami sudah membicarakan ini dengan pemainnya langsung,” tegasnya saat konferensi pers secara virtual dengan awak media, Sabtu (17/5/2025).

Namun, ungkap dia, dampak sanksi tersebut Yuran Fernandes tak bisa beraktivitas dan bermain di bawah agenda resmi PSSI.

Termasuk ikut latihan bersama Juku Eja selama itu terkait pertandingan di Liga 1.

“Jadi semua pertandingan bersifat resmi dibawahi oleh PSSI tidak boleh terlibat. Jangankan bertanding, latihan saja  tidak bisa, selama latihan itu menjadi bagian dilakukan oleh klub di bawah naungan PSSI,” ungkap Ayah satu anak ini.

Fajrin menambahkan, Yuran Fernandes juga tak bisa bermain di turnamen pramusim selama dinaungi PSSI.

Bahkan, menggunakan atribut PSM Makassar dan ikuti agenda resmi PSM Makassar tak boleh juga.

Termasuk, hadir sebagai penonton di pertandingan.

“Larangan aktivitas sepak bola seperti itu, bukan larangan bertanding itu Yuran,” terang alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini.

Koordinasi ke APPI

Fajrin menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) terkait hasil Komding PSSI.

APPI pun mereview  hasil putusan Komding tersebut. Jika sudah ada hasilnya, APPI dan PSM Makassar akan berdiskusi untuk langkah selanjutnya.

“FIFPro itu jalurnya lewat APPI, kita lanjut ke mana, kita tunggu pembahasan antar pemain, klub dan APPI,” paparnya.

Tak lupa, Fajrin mengapresiasi masifnya dukungan kepada Yuran Fernandes.

Kampanye di media sosial menjadi dukungan moril bagi Yuran Fernandes dan PSM Makassar.

“Kami apresiasi atas masifnya dukungan kepada Yuran. Ini menjadi dukungan moril bagi pemain dan klub untuk berjuang,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved