Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Khazanah Islam

Doa Pelunas Utang Diajarkan Rasulullah SAW, Amalkan Tiap Pagi dan Sore

Dalam Islam utang dibolehkan jika dalam kondisi terpaksa, terutama untuk kebutuhan mendesak atau kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan.

Editor: Hasriyani Latif
GENERATED BY AI
BAYAR UTANG - Foto ilustrasi dibuat Kecerdasan Buatan (AI), Kamis (15/5/2025), memperlihatkan seseorang membayar utang. Utang merupakan kewajiban yang harus dilunasi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam Islam, utang atau Al-Qardh adalah suatu akad (transaksi ekonomi) yang bersifat tolong-menolong.

Utang merupakan kewajiban yang harus dilunasi.

Dalam Islam utang dibolehkan jika dalam kondisi terpaksa, terutama untuk kebutuhan mendesak atau kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan.

Adakalanya seseorang tidak mampu melunasi utangnya.

Sementaramengembalikan utang wajib hukumnya, tidak boleh beranggapan hutang tidak perlu dibayar.

Dalam sebuah hadist dari Shuhaib Al Khoir dijelaskan bahwa siapa yang berhutang dan tak melunasi kelak di hadapan Allah SWT statusnya adalah pencuri.

أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا

Innama rajulin yadayyanu dainallahuwa mujmian an laayufayyahu iyyahu laqiyallahu saariqa.

"Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri." (HR. Ibnu Majah)

Baca juga: 6 Doa Dipermudah Segala Urusan, Hajat, dan Rezeki

Hadist dari Ibnu Umar juga dijelaskan jika seorang meninggal dunia dalam keadaan utang, kebaikan yang diperoleh semasa hidupnya dijadikan ganti.

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

Man maata wa alaihi diinaaran audirhamun qudziya minhasanaatihi laisa samma diinaaran walaa dirhamun.

"Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR Ibnu Majah).

Karena itu sebagai umat Islam wajib berusaha untuk melunasi utangnya.

Usaha dilakukan dapat dibarengi dengan doa.

Rasulullah SAW memberikan sebuah doa jika diamalkan InsyaAllah diberikan kemudahan melunasi utang piutang.

Berikut ini dua doa yang bisa diamalkan:

Doa melunasi utang Pertama

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin: Allahumm akfinii bi halaalika an haroomika, wa agh ninii bi fadhlika amman siwaakaa.

Arti: "Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu."

Doa di atas dikenalkan Ali bin Abi Thalib ketika beliau berjumpa dengan budak Mukatab.

Ketika itu budak Mukatab mengalami hutang hingga dia tak mampu memerdekakan diri.

Mendengar cerita budak Mukatab, Ali bin Abi Thalib memberikan doa yang didapatkannya dari Rasulullah SAW.

Keistimewaan doa tersebut digambarkan seperti hutang sebesar gunung dan Allah SWT akan membantu dan memudahkan melunasinya.

Doa Pelunas Utang Kedua

Doa lain terkait melunasi utang berasal dari cerita Abu Umamah yang mengadu kepada Rasulullah SAW.

Disebutkan oleh Abu Sa‘id al-Khudri, suatu hari Rasulullah SAW masuk ke masjid. 

Ternyata, di sana sudah ada laki-laki Anshar yang bernama Abu Umamah.

Beliau kemudian menyapanya: Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat? 

Abu Umamah menjawab: Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul. 

Beliau kembali bertanya: Maukah kamu jika aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang

Umamah menjawab: Tentu, ya Rasul. Nabi melanjutkan: Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:   

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allahumma innii a'udzubika minal hammi wal hazani, wa a'udzubika minal ajzi wal kasali, wa a'udzubika minal jubni wal-bukhli, wa a'udzubika min gholabatid daini wa qohrirrijaali.

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kedukaan, dari lemah kemauan dan rasa malas, dari sifat pengecut dan bakhil, dari banyak hutang dan kezaliman manusia".

Setelah mendapatkan amalan doa tersebut, Abu Umamah mengaku benar-benar diberikan kemampuan melunasi utang.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved