Makassar Mulia

Belanja Pemkot Makassar Baru 10 Persen, Wali Kota Minta OPD Evaluasi

Tribun-Timur.com
KANTOR WALI KOTA – Kantor Wali Kota Makassar di Jl Ahmad Yani, Makassar. Realisasi belanja Pemkot pada triwulan I 2025 baru 10 persen. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Realisasi belanja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada triwulan I 2025 baru mencapai 10,19 persen.

Dari total APBD sebesar Rp5,68 triliun, Pemkot baru membelanjakan sekitar Rp579 miliar dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Terdapat 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masuk kategori belanja terendah, yaitu:

Dinas Pekerjaan Umum


Dinas Pemuda dan Olahraga


Dinas Komunikasi dan Informatika


Dinas Lingkungan Hidup


Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman


Dinas Pertanahan


Dinas Ketahanan Pangan


Badan Pendapatan Daerah


Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)


Sekretariat Daerah


Sepuluh OPD tersebut memiliki tingkat belanja antara 1 hingga 8 persen.

Selanjutnya, ada 33 OPD yang tergolong belanja sedang, yakni di angka 8 hingga 16 persen.

Sementara itu, delapan OPD masuk kategori belanja tinggi, dengan realisasi di atas 16 persen. Mereka adalah:

BKPSDMD: 18,85 persen


Kecamatan Ujung Pandang: 17,70 persen


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil: 17,01 persen


Kecamatan Tamalate: 16,92 persen


Kecamatan Rappocini: 16,87 persen


Kecamatan Panakkukang: 16,41 persen


Dinas Pemadam Kebakaran: 16,39 persen


Kecamatan Manggala: 16,03 persen


Menanggapi hal ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta agar OPD dengan serapan anggaran rendah segera mengevaluasi kinerja dan memperbaiki pelaksanaan program.

“Jangan membiarkan anggaran yang telah dialokasikan tidak terserap dengan baik hanya karena hambatan administratif atau proses yang tidak efisien,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan agar setiap kepala OPD mengawasi langsung kegiatan yang telah direncanakan dan segera merealisasikannya, dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi.

“Kita harus tetap menjaga prinsip efisiensi dan efektivitas dalam setiap penggunaan anggaran,” ujarnya.

Munafri menambahkan, efisiensi berarti tidak menyia-nyiakan sumber daya, sementara efektivitas memastikan anggaran memberikan hasil nyata dan berdampak positif bagi pembangunan Kota Makassar.

Diketahui, Munafri telah mengumpulkan seluruh pejabat lingkup Pemkot Makassar pada 2 Mei 2025 untuk mengevaluasi realisasi belanja dan pendapatan.

Ia menyampaikan kekecewaannya karena banyak kepala OPD tidak hadir dalam rapat tersebut.

“Sebenarnya saya agak kecewa karena di proses monev, kepala SKPD harus hadir dan memberikan paparan terhadap apa yang mereka lakukan dan rencanakan,” ujarnya di Balai Kota, Jumat lalu.

“Inu tujuannya bukan mencari kesalahan, kita mau perbaiki hal kurang baik. Kita mau jalan bersama untuk saling dipadu padankan semua data yang output-nya, apakah kita punya anggaran dan kegiatan sesuai dengan targetnya. InsyaAllah monitoring kedua saya akan pimpin langsung,” lanjutnya. (*)