Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Khazanah Islam

Doa Setelah Adzan Subuh Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Sangat dianjurkan berdoa setelah mendengar adzan, tak terkecuali adzan subuh.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
GENERATED BY AI
ADZAN SUBUH - Foto ilustrasi dibuat kecerdasan buatan (AI), Senin (5/5/2025), memperlihatkan seseorang mengumandangkan adzan. Berdoa setelah mendengar adzan subuh merupakan amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Adzan adalah seruan atau panggilan yang mengumandangkan waktu sholat fardhu dalam agama Islam.

Sangat dianjurkan berdoa setelah mendengar adzan, tak terkecuali adzan subuh.

Adzan dikumandangkan sebanyak lima kali sehari oleh seorang muadzin. 

Adzan merupakan pengingat bagi umat Muslim bahwa waktu sholat telah tiba dan ajakan untuk segera melaksanakan sholat. 

Selain memiliki arti panggilan atau seruan, adzan juga berarti permohonan atau doa.

Bacaan doa setelah adzan subuh adalah doa yang sama dengan doa usai adzan sholat fardhu lainnya.

Berikut doa setelah adzan subuh dikutip Tribun-Timur.com dari Kumpulan Doa Sehari-Hari Kemenag:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

Latin:

Allahumma robba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa'adtahu innaka la tukhliful mi'ad.

Artinya:

"Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki salat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan."

Bacaan Adzan Subuh

َللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahuakbar

Artinya: Allah Maha Besar , Allah Maha Besar

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Ashaduannamuhammadarosuulullah, Ashaduannamuhammadarosuulullah

Artinya: Aku bersaksi Muhammad adalah Utusan Allah, Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

Hayya ngalassolah, Hayya ngalassolah

Artinya: Marilah sholat, Marilah sholat

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

Hayya alfalah, Hayya alfalah

Artinya: Marilah menuju kemenangan, Marilah menuju kemenangan

ااَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ، اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

Assolatuhoiruminannaum, Assolatuhoiruminannaum

Artinya: Sholat itu lebih baik dari pada tidur, Sholat itu lebih baik dari pada tidur 

اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر لاَ إِلَهَ إِلاَّالله

Allahu Akbar, Allahu Akbar la ilaha illallah

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan selain Allah

Cara menjawab adzan adalah dengan menjawab lafadz yang sama seperti apa yang telah disebutkan dalam kalimat bacaan adzan.

Kecuali untuk bacaan adzan yang berbunyi “Hayya ‘alash shalaah” serta “Hayya ‘alal falah”, maka cara menjawabnya adalah dengan bacaan:

لاحول ولاقوّة الاّ بالله

“Laa haula walaa quwwata illa billahi.”

Artinya: Tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah”

Dalam adzan subuh terdapat perbedaan dengan adzan maghrib, isya, dzuhur, dan ashar. 

Perbedaan terletak pada bacaan Assolatuhoiruminannaum.

Asholatu Khairum Minannaum artinya adalah 'sholat itu lebih baik daripada tidur.'

Saat mendengarkan adzan kita dianjurkan untuk menjawabnya.

Cara menjawab bacaaan asholatu khairum minannaum saat azan subuh yaitu dengan mengucapkan 'shadaqta wa bararta'.

Hal ini pernah dijelaskan oleh Imam Nawawi sebagai berikut:

“Dan dianjurkan bagi yang mendengar adzan, untuk mengikuti muadzin dalam lafadz-lafadz adzannya. Dan menjawab ketika lafadz “ Hayya ‘ala shalah” dan “ Hayya ‘alal falah”, dengan lafadz “ La haula wala quwwata illa billah"

Apabila mendengar ucapan muadzin “Ash-Shalatu Khairum minan naum”, hendaknya menjawab dengan “ Shadaqta wa bararta” (Benar dan bagus ucapanmu)”. [Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab: 3/118]

Kalimat “Benar dan bagus apa yang kamu ucapkan” maksudnya adalah “ Seruanmu mengajak kepada ketaatan merupakan ucapan yang benar, bahwa hal itu lebih baik dari tidur, sehingga jadilah engkau seorang yang baik”.

(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved