Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bahas Peta Baru Energi Bersih Indonesia, Prabowo Utus Hashim dan Kadin ke BNEF Summit New York

BNEF adalah pertemuan puncak tahunan level menteri, lembaga keuangan global, investor dan industri energy global sejak 2008.

Editor: Sudirman
IST
PRABOWO SUBIANTO - Hashim Djojohadikusumo (70) utusan khusus pemerintah bidang energy dan lingkungan. Prabowo mengutus adiknya, Hashim Djojohadikusumo (70) ke BlombergNew Energy Finance (BNEF) Summit 2025 di Manhattan, New York, Amerika Serikat. 

NEW YORK, TRIBUN-TIMUR.COM - Pembiayaan energi bersih terbarukan, perdagangan carbon, akuisisi, ekuitas pajak dan ekosistem ekonominya masih menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto (73).

Keseriusan ini ditunjukkan Prabowo dengan mengutus adiknya, Hashim Djojohadikusumo (70) ke BlombergNew Energy Finance (BNEF) Summit 2025 di Manhattan, New York, Amerika Serikat, sejak Selasa (29/4) hingga Kamis (1/5) 2025 ini.

BNEF adalah pertemuan puncak tahunan level menteri, lembaga keuangan global, investor dan industri energy global sejak 2008.

Hashim datang dengan kapasitas Special Presidential Envoy for Climate, Energy & Environment, Republic of Indonesia.

Utusan khusus pemerintah bidang energy dan lingkungan. 

Inilah kali kedua, presiden Prabowo mengutus Hashim menghadiri event  tema sejenis, setelah 29th Conference of The Parties (COP29) helatan lembaga PBB; United Nations Climate Change Conference (UNFCCC) di Baku, Azerbaijan, awal November 2024 lalu.

Bersama Hashim, ikut hadir Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin/ CEO Bakrie Group) Anindiya Bakrie, Erwin Aksa (Wakil Ketua Umum Bidang Strategis Kadin/ owner Bosowa Corp) dan Dharsono Hartono (Waketum Bidang Lingkungan/ owner Rimba Makmur Group).

Di side plenary forum, Hashim dan elite Kadin ini berbicara dan mengajukan proposal road map investasi energy dan infrastruktur ekonomi baru Indonesia.

Di hadapan, Hashim membawakan materi berjudul Merancang Lompatan Ekonomi Indonesia; Peluang Investasi Infrastruktur Energi.

Di forum ini juga hadir Michael Bloomberg, pendiri Bloomberg LP and Bloomberg Philanthropies, UN Special Envoy on Climate Ambition and Solutions jadi pembicara utama.

Hadir juga President COP30 Ambassador André Corrêa Do Lago dan Ricaurte Vásquez Morales (Administrator, Panama Canal Authority), bersama Gina McCarthy (Senior Advisor at Bloomberg Philanthropies, Managing Co-Chair of the America Is All In Coalition) dan serta John Eleoteri (Managing Director, Goldman Sachs).

Hashim menjadi satu dari 89 pembicara plenary dan side panel diskusi bersama investor, pengambil kebijakan, konsultan, analis, jurnalis bisang energi, dan aktivis lingkungan.

"Ini lebih spesifik sebab mulai melibatkan pakar dan investor teknologi IA, termasuk skema perubahan tarif, pajak dan peraturan lintasnegara," ujar Erwin.

Menurutnya, BNEF adalah ajang lobi, kolaborasi dan pemimpin dunia di bidang energi, industri, transportasi, teknologi, keuangan, dan pemerintahan untuk berbagi ide, wawasan,  perubahan teknologi, dan membentuk masa depan lingkungan yang lebih bersih dan kompetitif.

Forum ini secara spesifik membahas skema sinkronisasi kebijakan pemerintah pendanaan sektor energi bersih dari persfektif: asset finance, akusisi industry acquisitions, dan ekuitas pajak (tax equity).

Dari situs resmi; https://about.bnef.com/summit/newyork/speakers/ acara ini dihelat hotel bintang tertuaa di Amerika, InterContinental Barcley, Midtown, New York.

Hadir juga perwakilan dari Google, Chevron, Schneider, Blackstone, Sungrow, Blomberg, AstroEnergy, Prevalon Mistsubishi Energy, Solar Space, TW Solar, pemerintah Quebec dan puluhan pelaku industri energi.

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved