Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rusia va Ukraina

Sudah 1.160 Hari Rusia-Ukraina Perang, Donald Trump dan Zelensky Bertemu Empat Mata

adahal Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan hubungannya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky membaik setelah pertemuan tatap muka

Editor: Ansar
Kantor Kepresidenan Ukraina
TRUMP DAN ZELENSKY - Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) terlihat bertemu di tengah acara pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan, Sabtu (26/4/2025). Donald Trump mengatakan, hubungannya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, membaik setelah pertemuan tatap muka di Vatikan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sudah 1.160 hari Rusia-Ukraina perang, pada Senin (28/4/2025).

Perang Rusia-Ukraina dimulai sejak 24 Februari 2022.

Terbaru, Rusia melancarkan serangan pesawat nirawak dan serangan udara di seluruh wilayah Ukraina pada Minggu (27/4/2025) dini hari.

Padahal Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan hubungannya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky membaik setelah pertemuan tatap muka di Vatikan.

Serangan Udara dan Drone Rusia di Ukraina Tewaskan Sedikitnya Empat Orang

Rusia melancarkan serangan pesawat nirawak dan serangan udara di seluruh wilayah Ukraina pada Minggu (27/4/2025) dini hari.

Menurut pejabat setempat, sedikitnya empat orang tewas dalam rentetan serangan tersebut.

Di Kostyantynivka, wilayah Donetsk, serangan udara menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya, kata kantor kejaksaan daerah, seperti dilansir Associated Press.

Sementara itu, satu orang tewas dan seorang gadis berusia 14 tahun mengalami luka-luka akibat serangan pesawat nirawak di kota Pavlohrad, wilayah Dnipropetrovsk.

Gubernur Serhii Lysak mengatakan Pavlohrad menjadi sasaran serangan drone untuk malam ketiga berturut-turut.

Trump Desak Rusia Hentikan Serangan di Ukraina, Ancam Tarik Diri dari Upaya Perdamaian

Dalam pernyataan kepada wartawan di New Jersey, Trump mengungkapkan kekecewaannya atas berlanjutnya serangan Rusia, meski upaya diplomasi terus dilakukan.

Trump juga mengatakan bahwa pertemuannya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Vatikan pada hari Sabtu berlangsung dengan baik.

Sementara itu, diplomat utama AS memperingatkan bahwa Washington mungkin akan meninggalkan upaya perdamaian jika dalam waktu dekat tidak ada kemajuan nyata.

Trump Sebut Hubungannya dengan Zelensky Membaik usai Pertemuan di Vatikan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa hubungannya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, membaik setelah pertemuan tatap muka di Vatikan.

Berbicara kepada wartawan, Trump menegaskan bahwa hubungan mereka sebenarnya "tidak pernah buruk," meskipun sebelumnya sempat terjadi ketegangan.

"Kami sempat berselisih sedikit karena saya tidak setuju dengan sesuatu yang dia katakan, dan kamera terus merekam, tapi itu tidak masalah bagi saya," kata Trump, seperti dilansir Reuters.

Ia menambahkan, Zelensky kini terlihat lebih tenang dan memahami situasinya.

"Saya pikir dia ingin membuat kesepakatan," ujar Trump.

Menlu AS: Trump Bisa Hentikan Upaya Perdamaian jika Rusia dan Ukraina Tak Capai Kemajuan

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengatakan bahwa pemerintahan Trump mungkin akan menghentikan upaya menengahi kesepakatan damai jika Rusia dan Ukraina tidak menunjukkan kemajuan.

"Hal itu harus segera terjadi," kata Rubio dalam wawancara dengan program NBC "Meet the Press", seperti dilaporkan NBC News.

Rubio menegaskan, Amerika Serikat tidak dapat terus mendedikasikan waktu dan sumber daya untuk upaya ini jika tidak membuahkan hasil.

Pernyataannya menyoroti tekanan yang meningkat agar kedua belah pihak segera mencari jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.

Menteri Pertahanan Jerman Tolak Usulan Damai Trump

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, memperingatkan bahwa Ukraina tidak boleh menyerahkan seluruh wilayah yang diduduki Rusia dalam kesepakatan damai yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pistorius menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah wawancara dengan penyiar Jerman, ARD, pada hari Minggu (27/4/2025), saat Trump terus menekan Moskow dan Kyiv untuk segera mengakhiri pertempuran.

"Ukraina tentu telah mengetahui sejak lama bahwa gencatan senjata yang berkelanjutan dan kredibel atau perjanjian damai mungkin akan melibatkan konsesi teritorial," kata Pistorius, dilansir ARD.

Namun, ia menegaskan bahwa konsesi tersebut "tentu tidak akan sejauh yang tercantum dalam proposal terbaru dari presiden AS."

Menurut Pistorius, Ukraina bahkan "setahun lalu sudah bisa mendapatkan apa yang kini ditawarkan dalam proposal Trump," yang menurutnya "hampir menyerupai kapitulasi."

"Saya tidak melihat nilai tambah apa pun dalam usulan tersebut," tegas Pistorius.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)
 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.160: Ngobrol 4 Mata di Roma, Trump Akui Baikan dengan Zelensky

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved