Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jembatan Bentengen Maros Roboh, 200 KK Terisolasi

Camat Mallawa, Kemal Wahyudi, mengungkapkan, runtuhnya jembatan disebabkan oleh derasnya aliran air sungai pascahujan lebat

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL
JEMBATAN MAROS - Jembatan penghubung di Dusun Bentenge, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, roboh Selasa dini hari (22/4/2025) sekitar pukul 01.00 Wita. Akibatnya, sekitar 200 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut kini terisolasi. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Jembatan penghubung di Dusun Bentenge, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, roboh Selasa dini hari (22/4/2025) sekitar pukul 01.00 Wita. 

Akibatnya, sekitar 200 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut kini terisolasi.

Camat Mallawa, Kemal Wahyudi, mengungkapkan, runtuhnya jembatan disebabkan oleh derasnya aliran air sungai pascahujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut. 

Kondisi diperparah saat sebuah truk bermuatan jagung melintas di atas jembatan, disusul mobil lain di belakangnya.

“Mobil yang di belakang truk itu ikut amblas bersama jembatan. Beruntung tidak ada korban jiwa,” ujar Kemal.

Jembatan sepanjang enam meter tersebut merupakan satu-satunya akses utama warga Dusun Bentenge untuk keluar masuk kampung. 

Sejak pagi, warga bergotong royong membangun jalur darurat dari batang pohon dan material seadanya untuk menghubungkan kembali akses yang terputus.

“Akses sudah terputus total, jadi sementara warga berinisiatif membangun jembatan darurat. Kami dari kecamatan juga turut membantu,” jelas Kemal.

Jembatan itu diketahui dibangun pada awal 1990-an. 

Seiring waktu, strukturnya mulai melemah dan tak lagi mampu menahan beban berat, terutama saat arus air sungai meningkat drastis.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif Husnaeni mengatakan pihaknya telah terjun langsung ke lapangan untuk survey kondisi jembatan.

Ia mengatakan perbaikan jembatan akan  diusulkan sebagai prioritas untuk segera ditangani.

Prosesnya akan melalui tahapan administrasi penganggaran.

“Untuk kisaran anggaran penanganannya mungkin setelah tim PU turun survey baru bisa ada gambaran berapa,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved