ODGJ Makassar
RS Dadi dan Sayang Rakyat Penuh, Dinsos Makassar Kewalahan Tangani ODGJ
Dinas Sosial Makassar kewalahan menangani ODGJ, dua rumah sakit penuh, dan Rumah Penampungan Trauma Center terbatas kapasitasnya
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Sosial Kota Makassar mengaku kewalahan menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Ita Isdiana Anwar, mengatakan dua rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, RSKD Dadi dan RSUD Sayang Rakyat, sudah penuh dan tidak bisa lagi menampung pasien ODGJ.
"Yang terbesar saat ini adalah ODGJ. Kami kewalahan, kan dua rumah sakit di Makassar yang terima ODGJ. Kedua rumah sakit itu minggu ini kewalahan," ungkap Ita Isdiana Anwar dalam wawancara via telepon, Minggu (20/4/2025).
Pekan lalu, Tim Reaksi Cepat Dinsos menjaring ODGJ.
Rencananya, ODGJ tersebut akan dikirim ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Namun, RSKD Dadi dan RSUD Sayang Rakyat menolak karena kapasitas mereka sudah penuh.
"Bahkan rumah sakit terpaksa harus menempatkan beberapa pasien di ruang isolasi," kata Ita.
"Jadi ditolak permintaan kami karena rumah sakit sudah full. Ini kejadian kemarin, Jumat, Sabtu, Minggu, dua rumah sakit full, terpaksa saya taruh di RPTC," jelasnya.
Di sisi lain, Rumah Penampungan dan Trauma Center (RPTC) juga tidak mampu menampung ODGJ.
Gedung milik Dinsos Makassar ini terbatas, hanya bisa menampung 25 orang.
Belum lagi, RPTC juga dijadikan tempat penampungan orang tua terlantar, anak jalanan, gelandangan, dan pengemis yang terjaring razia.
Ita menjelaskan, penanganan ODGJ cukup sulit karena mereka sering kali tidak memiliki kartu identitas.
"Agak susah kalau ODGJ, jangankan BPJS, KTP-nya saja kita tidak tahu. Kalau begitu, terpaksa kami masukkan ke RS Jiwa dengan catatan rekomendasi Dinsos, artinya kami harus bayarkan (biayanya)," paparnya.
Salah satu upaya untuk mendeteksi asal ODGJ tersebut adalah dengan membawa mereka ke Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk pemeriksaan iris mata.
Dari situlah bisa diketahui asal-usul dan identitas yang bersangkutan.(*)
| Kabar Baik! Meski Tarif Penerbangan Naik, Biaya Haji Tetap Terkendali |
|
|---|
| Tiket Pesawat Makin Mahal, Sektor Pariwisata Sulsel Tertekan |
|
|---|
| Jangan Bebani Rakyat! DPR Minta Kenaikan Tiket Pesawat Diawasi Ketat |
|
|---|
| Harga Avtur Naik, Biaya Umrah Melambung, Astindo Sulsel Bilang Begini |
|
|---|
| Perang Israel Iran: Ujian Moderasi Berislam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/DINSOS-MAKASSAR-Kepala-Dinas-Sosial-Kota-Makassar-Ita-Isdiana-9.jpg)