Akpol 1998
Profil Kombes Arya Perdana Eks Sespri SBY Bongkar Kasus Rudapaksa Anak 11 Tahun
Baru 4 bulan bertugas sebagai Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana berhasil membongkar sejumlah kasus besar salah satunya kasus rudapaksa
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Polrestabes Makassar di bawah komando Kombes Arya Perdana berhasil membongkar kasus penyekapan dan rudapaksa anak 11 tahun.
Kasus tersebut jadi perhatian publik.
Pelaku tega menghacurkan masa depan anak perempuan berumur 11 tahun.
Selain itu pelaku juga rupanya pernah menyetubuhi anak peliharaannya sendiri.
Kombes Arya Perdana berhasil mengungkap kasus kejahatan tersebut.
Lulusan Akpol 1998 itu baru empat bulan bertugas di Kota Daeng.
Kombes Arya Perdana menerima tongkat komando Kapolrestabes Makassar sejak Jumat (10/1/2025).
Senin (14/4/2025), Kombes Arya Perdana menghadirkan Khalil Gibran (37) pelaku penyekapan dan rudapaksa anak umur 11 tahun.
Saat dihadirkan di Mapolrestabes Makassar, pelaku menggunakan kursi roda dengan kondisi betis kiri dililit perban.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, pelaku melawan petugas hingga harus dilumpuhkan dengan timah panas.
"Pada saat ditangkap pelaku melakukan perlawanan dan kita hadahi timah panas di kakinya," jelas Kombes Pol Arya Perdana.
Rilis pengungkapan kasus memilukan itu juga dihadiri oleh UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Makassar.
Sebelumnya diberitakan, Seorang anak perempuan berusia 11 tahun di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban kekerasan seksual.
Dugaan kekerasan seksual itu dialami korban berinisial P.
Hal ini terkuak setelah personel Polsek Manggala mendapatkan laporan adanya keributan di sebuah kontrakan, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat kemarin.
Setelah tiba di lokasi, polisi memperoleh informasi bahwa keributan tersebut terjadi akibat adanya seorang anak yang diduga mengalami kekerasan dan rudapaksa oleh seorang pria tidak dikenal.
P kepada polisi mengatakan, kejadian bermula saat dirinya menjual krupuk di Jl Letjen Hertasning, Kamis (10/4/2025).
Saat berjualan, ia dihampiri pria misterius yang mengendarai motor.
Pria itu membujuk P untuk ikut bersamanya dengan iming-iming akan diberikan baju baru dan beras.
Tanpa rasa curiga, P pun naik ke motor pria itu ke kontrakan di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala.
Setibanya di kontrakan itu, lanjut P dirinya mengaku langsung dianiaya oleh pelaku.
Kedua tangannya lanjut P diikat pelaku menggunakan lakban hitam.
Begitu juga mulutnya, disekap menggunakan lakban hitam.
Pelaku pun melancarkan aksi bejatnya dengan merudapaksa korban.
Setelah itu, pelaku tertidur pulas.
Kemudian, beberapa jam setelahnya atau keesokan harinya (Jumat), P mengaku ikatan lakban di tangannya sudah terlepas.
Ia pun kabur dari dalam kamar kontrakan itu, dan menuju rumahnya.
Setibanya di rumah, kejadian memilukan itu diceritakan ke orangtuanya.
Orangtua yang berang mendengar pengakuan P, pun mendatangi kontrakan itu.
Namun, pelaku diduga sudah lebih dahulu meninggalkan lokasi.
Kapolsek Manggala Kompol Semuel To'longan yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu.
Setelah keributan berhasil diredam kata Semuel, korban dan orangtuanya langsung diarahkan ke Unit Perlindungan Perempuan (PPA) Polrestabes Makassar, membuat laporan polisi.
"Oh iya (benar), langsung dibawa ke Polrestabes, PPA. PPA yang ambil alih," kata Semuel kepada tribun, Sabtu (12/4/2025).
"Kita langsung arahkan, keluarga (melapor di Unit PPA Satreskrim Polrestabes Makassar)," lanjutnya.
Saat tiba di lokasi, lanjut Semuel, terduga pelaku sudah tidak ada.
"(Pelaku) Tidak ada (di lokasi), keluarga korban yang menggerebek di sana, jadi pak Bhabin yang arahkan ke sana (Polrestabes Makassar), jadi langsung laporannya di PPA," ujarnya.
Pihak keluarga korban lanjut Semuel, sempat mengira pelaku telah diamankan di Polsek Manggala.
Namun, setelah diberikan penjelasan, keluarga korban akhirnya melapor resmi ke Polrestabes Makassar.
"Keluarganya mau datang mengamuk, nakira di Polsek, padahal bukan," tuturnya.
Profil
Sebelum di Makassar, Arya menjabat Kapolres Metro Depok, Polda Metro Jaya.
Karier Kombes Pol Arya Perdana cukup mentereng.
Ia pernah menjabat Sekretaris Pribadi (Sespri) Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) .
Saat di Depok, perwira menengah lulusan Akpol 1998 itu menggantikan Kombes Ahmad Fuady yang diangkat menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidter Bareskrim Polri.
Rangkaian acara pisah sambut Kapolres Metro Depok dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suyudi Ario Seto.
Keberadaan Kombes Arya di Polres Metro Depok sudah tak asing lagi, maklum dia pernah menjadi Wakapolrestro Depok tahun 2019.
Awal karier pria kelahiran 8 Maret 1976 itu menjadi Pamapta B Polres Metro Jakarta Pusat.
Polisi yang berpengalaman di bidang reserse ini kemudian mendapat tugas sebagai Kanit Serse Polsek Metro Sawah Besar.
Dia juga pernah terlibat dalam Satgas People Smuggling di Australia sebagai penyidik.
Setelah itu, Arya pernah menjabat Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sulut.
Arya pun mendapat promosi sebagai Kapolres Minahasa Selatan (2016). Setelah itu, dia menjabat Wakapolresta Manado (2018) dan Penyidik Tindak Pidana Madya Tk III Bareskrim Polri (2019).
Setahun kemudian pada 2020, Arya mendapat kepercayaan sebagai Sespri SBY.
Lalu, menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri 2021.
Depok aman selama Arya menjabat
Selama menjabat di Depok, kondisi wilayah kekuasaannya aman.
Ia aktif turun langsung memantau kondisi keamanan.
Terbukti saat perayaan Natal, Depok aman.
Polres Metro Depok menerjunkan 570 personel di 157 titik gereja yang tersebar di seluruh wilayah Kota Depok.
Ratusan personel itu terdiri dari TNI, Polri, dan Satpol PP.
“Dengan pengamanan jumlah personel sekitar 570 orang, ada 157 gereja yang kita amankan di malam Natal ini,” ucap Kapolres Metro Depok Kombes (Pol) Arya Perdana kepada wartawan di Gereja Katolik Paroki Santo Thomas. Selasa (24/12/2024).
Di tiap masing-masing gereja, akan ada sekitar 5-10 personel gabungan yang berjaga, saat misa malam Natal hingga besok, Rabu (25/12/2024).
“Dari TNI, Polri, Satpol-PP, ada semua. Dan terutama untuk jalur-jalur yang macet, itu semua ada pengamanannya,” ungkap Arya.
Demi memastikan keamanan dan kondusifitas perayaan natal, polisi juga menyediakan satu pos pengamanan dan tujuh pos pelayanan.
“Pos pengamanan ini untuk antisipasi situasi yang rawan, itu ada satu. Dan pos pelayanannya ada tujuh yang terletak di masing-masing wilayah kecamatan,” terang Arya.
Dengan adanya pengamanan ini diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi jemaat saat merayakan Natal.
"Semoga masyarakat bisa merasa aman, bisa beribadah dengan tenang, dan menunjukkan sinergitas serta toleransi beragama dari kita semua, baik yang muslim, yang non-muslim,“ lanjutnya.
Pengurus Gereja Katolik Santo Thomas, Adapun Adrianus Meilala menugatakan, agenda misa Natak akan dilangsungkan dua kali hingga tengah malam nanti.
“Kami ada dua ibadah, malam ini dan jam 21.30 WIB dan besok pagi pukul 06.00 WIB dan pukul 09.00 WIB,” tutur Adrianus.
Diperkirakan ada sekitar 8.000 jemaat yang hadir dari empat misa yang digelar hingga Rabu (25/12/2024). (*)
| Profil Brigjen Ade Ary Syam Indradi Jenderal Muda Lulusan Akpol 1998 |
|
|---|
| Kenalkan Brigjen Susatyo Purnomo Condro Akpol 1998 Pecah Bintang |
|
|---|
| Kehebatan 5 Calon Kapolda Muda Lulusan Akpol 1998: No 1 Eks Ajudan Jokowi |
|
|---|
| Deretan 6 Calon Kapolda Muda Angkatan Batalyon Parama Satwika |
|
|---|
| Profil Brigjen Budi Satria Wiguna Jenderal Baru Lulusan Akpol 1998 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kapolrestabes-Makassar-Kombes-Pol-Arya-Perdana-merilis-Khalil-Gibran-43453.jpg)