Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kementan Sebut Kasus PMK di Sinjai Sulsel Menurun

Diberitakan sebelumnya, 2201 Ekor Sapi di Sinjai Terjangkit PMK Jelang Lebaran Idulfitri 2025.

Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Saldy Irawan
ISTIMEWA/Humas Kementan
Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Tri Melasari. Ia menyebut kasus PMK di Kabupaten Sinjai menurun  

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA— Kementerian Pertanian (Kementan) angkat bicara soal kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Diberitakan sebelumnya, 2201 Ekor Sapi di Sinjai Terjangkit PMK Jelang Lebaran Idulfitri 2025.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Tri Melasari mengatakan memastikan bahwa, angka tersebut merupakan akumulasi total kasus dari Januari hingga Maret 2025. 

“Berdasarkan data resmi angka tersebut merupakan akumulasi total kasus dari Januari hingga Maret 2025. Dengan demikian, tidak tepat jika seluruh kasus tersebut dikaitkan dengan periode menjelang Idulfitri sebagaimana yang diberitakan,” kata Tri melalui Ketua Tim Kerja Humas Kementan, Roy.

Saat ini, dengan intervensi tenaga kesehatan hewan, sebanyak 1.089 ekor sapi telah dinyatakan sembuh, dan tren kasus menunjukkan penurunan pada minggu ketiga Maret, dimana rataan kasus harian telah berada dibawah 10 ekor.

Kementerian pertanian bersama dengan otoritas veteriner setempat telah melakukan langkah-langkah strategis dalam menangani PMK di Sinjai.

Diantaranya peningkatan pengawasan lalu lintas ternak guna mencegah penyebaran lebih lanjut, optimalisasi vaksinasi di daerah dengan cakupan rendah.

Selanjutnya penerapan biosekuriti serta pengobatan pada ternak yang terdampak, serta penyediaan bantuan berupa obat-obatan, vitamin, dan disinfektan untuk mendukung pemulihan ternak.

Diketahui, Saat ini, sebanyak 2.201 ekor sapi terjangkit PMK tersebar di tujuh kecamatan di Sinjai

Rinciannya, Kecamatan Sinjai Selatan 1.234 ekor, Sinjai Timur 5 ekor, Tellulimpoe 459 ekor, Bulupoddo 122 ekor, Sinjai Borong 9 ekor, Sinjai Tengah 135 ekor, dan Sinjai Barat 237 ekor.

Selain itu, angka kematian sapi akibat PMK juga meningkat, mencapai 9 ekor sapi di dua kecamatan, yaitu 8 ekor sapi di Kecamatan Sinjai Selatan dan 1 ekor sapi di Kecamatan Sinjai Barat.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved