Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Khazanah Islam

Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat dari Takbiratul Ihram Sampai Salam

Di Bulan Ramadan, umumnya jemaah mengerjakan sholat witir usai sholat tarawih.

Editor: Hasriyani Latif
Sanovra JR/Tribun Timur
SHOLAT WITIR - Ilustrasi sholat. Sholat witir hukumnya sunnah dan dikerjakan antara setelah waktu Isya dan sebelum Sholat Subuh. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sholat witir dianjurkan dikerjakan umat Islam sebagai penutup sholat malam dengan rakaat ganjil.

Karena itu penting mengetahui tata cara sholat witir.

Di Bulan Ramadan, umumnya jemaah mengerjakan sholat witir usai tarawih.

Sholat witir dimaksudkan sebagai pamungkas waktu malam untuk 'mengganjili' sholat-sholat yang genap.

Di bulan ramadhan, sholat witir biasanya dikerjakan setelah sholat tarawih.

Sholat witir juga bisa dikerjakan setelah sholat tahajud.

Sholat witir dapat dilaksanakan satu, tiga, lima rakaat atau jumlah lain yang ganjil dengan sekali salam.

Baca juga: Jadwal Imsak dan Waktu Sholat Kota Makassar, Jumat 14 Maret 2025

Niat Sholat Witir 3 Rakaat

Berikut ini bacaan niat sholat witir 3 rakaat 1 salam serta tata cara pengerjaannya.

Bacaan Niat Sholat Witir 3 Rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

“Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.”

Artinya: "Saya berniat shalat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah ta'alaa".

Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat

Tata cara pelaksanaan sholat witir 3 rakaat 1 salam boleh dikerjakan 2 rakaat dulu lalu diakhiri dengan 1 rakaat, masing-masing satu tasyahud dan satu kali salam.

Boleh juga dikerjakan langsung 3 rakaat sekaligus dengan 1 kali salam.

Tata cara shalat witir 3 rakaat 1 salam sendiri umumnya sama dengan sholat fardhu biasa.

Yang membedakan hanyalah bacaan niat dan jumlah rakaatnya.

Tata Cara Sholat Witir

1. Niat dan Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram dilakukan setelah membaca niat shalat witir 3 rakaat. Mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga untuk laki-laki, dan sejajar dengan dada untuk perempuan, sambil membaca:

“ ALLAAHU AKBAR”

Kemudian kedua tangan disedekapkan pada dada dan membaca do’a iftitah:

“KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WAASHIILAA. INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN. INNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN. LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.”

2. Membaca Al-Fatihah

Tata cara shalat witir selanjutnya dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah.

“BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM. ALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN. ARRAHMAANIR RAHIIM. MAALIKIYAUMIDDIIN. IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU. IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM. SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHAALLIIN. AAMIIN.”

3. Membaca Surat Pendek

Jika melakukan shalat witir tiga rakaat, disunnahkan membaca surat Al A’la pada rakaat pertama dan surat Al Kafirun pada rakaat kedua.

Sementara pada rakaat ketiga membaca 3 surat pendek yaitu Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas.

4. Ruku’

Usai membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, dilanjutkan dengan gerakan ruku’. Bacaannya adalah:

“SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH”. (3X)

5. I'tidal

Setelah ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca:

“SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.”

“RABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.”

6. Sujud

Saat sujud, bacalah tasbih sebanyak tiga kali:

“SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH.” (3X)

Setelah sujud, lakukan duduk di antara dua Sujud dan membaca:

“RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII.”

Setelah melakukan sujud lanjutkan dengan rakaat kedua hingga ketiga seperti urutan yang dijelaskan sebelumnya. Pada rakaat ketiga, lakukan tahiyatul akhir dengan bacaan doa sebagai berikut:

7. Tahiyatul Akhir

Bacaan doa tahiyatul akhir adalah:

“ATTAHIYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAA-TUTH THAYY1BAATU LILLAAH. ASSALAAMU ALAIKA AYYUHAN'NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH. ASSALAAMUALAINAA WA’ALAA `IBAADILLAAHISH SHAALIHHN.

ASY-HADU AL LAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADUANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.

ALLAAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD. WA ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

KAMA SHALLAITA ‘ALAA SAYYIDINAAIBRAAHIIM. WA’ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM WABAARIK-‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA-‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. KAMAA BAARAKTA ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM. WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM FIL’AALA MIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID.”

8. Salam

Selesai Tahiyatul Akhir, lakukan salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri bergantian sambil membaca:

“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.”.

(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved