Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Khazanah Islam

Buka Puasa atau Sholat Magrib Dulu? Simak Penjelasan Buya Yahya

 Lantas bagaimana hukumnya jika seseorang telat sholat berjamaah karena sedang berbuka?

Editor: Sudirman
Facebook Buya Yahya
RAMADHAN - Pendakwah Buya Yahya. Buya Yahya menjelaskan mana prioritas berbuka dulu atau sholat magrib. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Berbuka adalah salah satu waktu dinantikan umat Muslim saat Ramadhan.

Namun waktu berbuka bersamaan denga sholat Magrib.

 Lantas bagaimana hukumnya jika seseorang telat sholat berjamaah karena sedang berbuka?

Dikutip dalam chanel YouTube Al Bah-jah TV, Sabtu (23/3/2024) Buya Yahya menjelaskan bahwa hal tersebut bisa disiasati dengan berbagai cara.

"Jadi mungkin seperti yang selama ini dilakukan sebagian orang, bukanya adalah buka yang sesungguhnya,  namanya membatalkan, bukan makan malam, jadi beda, buka (puasa) dengan makan malam," ujar Buya Yahya dalam chanel YouTube Al Bah-jah TV, Sabtu (23/3/2024).

Jadi buka (puasa) itu adalah dengan beberapa potong kurma, kemudian setelah itu anda melakukan sholat, setelah itu makan malam.

Sehingga, alangkah baiknya apabila berbuka puasa dengan memakan kurma atau buah-buahnya, bukan dengan makanan berat seperti layaknya makan malam.

"Jadi ternyata sebelum makan, kita dikasih makanan buah, kurma dulu, makan buah, jus juga marem, baru anda melakukan sholat, pas sehabis selesai sholat siap dihantam makanan berat," tambahnya.

 Buya Yahya juga menjelaskan berbuka puasa dilakukan sesuai petunjuk nabi dan mempertimbangkan medis.

"Akhirnya mengikuti petunjuk nabi, petunjuk medis, takjil dulu, kurma, habis tu sholat berjamaah, dari awal jangan dikeluarkan, kecuali kurma, habis itu buah-buahan, minuman segar, lalu sholat baru makan, bisa bebas, gak buru-buru," pungkas Buya Yahya.

Disarankan berbuka dengan memakan kurma terlebih dahulu, buah-buahan, dan minuman agar tidak terburu-buru mengejar sholat maghrib.

Hal tersebut juga dijelaskan  dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA:

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam biasanya berbuka puasa dengan menyantap beberapa buah kurma segar (ruthab) sebelum mendirikan shalat Maghrib. Dan bila tida ada kurma segar (ruthab) maka beliau menyantap beberapa buah kurma kering (tamr), dan bila tidak ada kurma, maka beliau meneguk beberapa teguk air." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)."

Dengan demikian, hendaknya berbuka puasa dengan makanan yang tidak terlalu berat, hingga setelah seselai sholat maghrib berjamaah bisa memakan makanan berat untuk makan malam.

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved