Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Teddy Jadi Alumnus Akmil 2011 Pertama Sandang Pangkat Letnal Kolonel

Mayor Inf Teddy Indra Wijaya kini dapat kenaikan pangkat jadi Letnan Kolonel, orang pertama di angkatannya Akmil 2011 sandang dua melati

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Biro Protokol dan Humas Sekjen DPR RI
NAIK PANGKAT - Mayor Teddy Indra Wijaya mendampingi Prabowo Subianto saat dilantik jadi presiden oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta. Teddy kini naik pangkat jadi Letnan Kolonel. 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Belum setahun masuk kabinet Prabowo Subianto, Mayor Inf Teddy Indra Wijaya kini dapat kenaikan pangkat.

Alumnus Akademi Militer 2011 itu kini menyandang pangkat Letnan Kolonel atau dua melati.

Teddy jadi orang pertama di angkatannya menyandang pangkat Letkol.

Pangkat dua melati diraih Teddy di umur ke-35 tahun, menjadikannya salah atu letkol termuda.

Teddy saat ini menjabat Sekretaris Kabinet Merah Putih.

Markas Besar TNI AD melalui Kadispenad TNI Brigjen Wahyu Yudhayana membenarkan informasi Mayor Teddy naik pangkat.

"Saya sampaikan kepada rekan-rekan media, bahwa Informasi tersebut memang betul ya," kata Wahyu saat dihubungi Tribunnews.com pada Kamis (6/3/2025).

"Dan itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di TNI dan dasar perundang - undangan (Perpres), secara administrasi juga semua sudah dipenuhi," lanjut dia.

Sebelumnya beredar salinan surat perintah dengan Kop dan Logo Markas Besar TNI Angkatan Darat nomor Sprin/674/II/2025 yang menyatakan kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet Mayor Inf Teddy Indra Wijaya satu tingkat menjadi Letnan Kolonel pada Kamis (6/3/2025).

Foto salinan surat yang beredar di kalangan wartawan tersebut menyebutkan satu poin di bagian Menimbang.

"Bahwa untuk kenaikan Pangkat Reguler Percepatan (KPRP) dari Mayor ke Letkol, perlu dikeluarkan surat perintah," dikutip dari salinan surat bereda tersebut pada Kamis (6/3/2025).

Pada bagian dasar, terdapat enam poin pertimbangan kenaikan pangkat Mayor Teddy:

1. Peraturan Panglima TNI Nomor 53 Tahun 2017 tentang Penggunaan Prajurit Tentara Nasional Indonesia.

2. Peraturan Panglima TNI Nomor 87 Tahun 2022 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Panglima TNI  Nomor 50 Tahun 2015 tentang Kepangkatan Tentara Nasiona Indonesia.

3. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/238/II/2025 tanggal 25 Februari 2025 tentang Penetapan Kenaikan Pangkat Reguler Percepatan (KPRP) dari Mayor ke Letkol a.n. Mayor Inf Teddy Indra Wijaya, S.ST. Han., M.Si NRP 11110010020489, Sekretaris Kabinet RI.

4. Peraturan Kasad Nomor 21 Tahun 2019 tentang Kepangkatan Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

5. Keputusan Kasad Nomor Kep/462/VIII/2021 tanggal 4 Agustus 2021 tentang Petunjuk Teknis Pembinaan Karier Perwira TNI AD; dan

6. Pertimbangan Pimpinan Angkatan Darat.

"Seterimanya surat perintah ini, segera menggunakan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari Mayor ke Letkol terhitung mulai 25 Februari 2025," dikutip dari salinan dokumen tersebut.

Teddy merupakan perwira TNI Angkatan Darat yang ditugaskan menjadi Sekretaris Kabinet pada Kabinet Merah Putih.

Teddy merupakan ajudan Presiden Prabowo Subianto saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan pernah menjadi asisten ajudan Presiden Joko Widodo.

Tak Sesuai Aturan Biasanya

Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti kenaikan pangkat satu tingkat Sekretaris Kabinet Mayor Inf Teddy Indra Wijaya menjadi Letnan Kolonel Infanteri.

TB Hasanuddin mengatakan, kenaikan pangkat militer pada umumnya dilakukan dua periode dalam satu tahun.

Yaitu pada tanggal 1 April dan 1 Oktober kecuali untuk para perwira tinggi TNI dapat dinaikan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. 

Sementara untuk Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) biasanya di berikan kepada para prajurit yang berprestasi dan menunjukan keberanian yang luar biasa di medan pertempuran. 

"Kenaikan pangkat untuk Mayor Teddy menjadi Letkol itu, sepertinya tidak sesuai dengan aturan yang biasa," kata TB Hasanuddin, kepada wartawan Jumat (7/3/2025).

TB Hasanuddin juga mengatakan baru mendengar istilah KPRP.

Dia mempertanyakan apakah kenaikan pangkat reguler percepatan ini hanya berlaku kepada Mayor Teddy atau berlaku kepada seluruh prajurit TNI. 

"Lalu kenaikan pangkat reguler percepatan ini hanya berlaku kepada Mayor Teddy atau berlaku kepada seluruh prajurit," ujarnya.

 TB Hasanuddin menegaskan pentingnya keterbukaan kepada masyarakat mengenai proses pengangkatan dan kenaikan pangkat di lingkungan TNI. 

Hal ini agar tidak menjadi pertanyaan dari masyarakat.

Berikut profil

Dikutip dari Wikipedia, Mayor (Inf.) Teddy Indra Wijaya, S.Tr.Han., M.Si. (lahir 14 April 1989) atau yang lebih dikenal dengan Mayor Teddy, adalah seorang perwira menengah TNIAngkatan Darat Indonesia Berdarah Jawa-Minahasa. 

Orang tuanya merupakan anggota TNI, dengan Ayahnya yang bernama Kolonel Inf. (Purn) Giyono dan Ibunya Mayor Caj (K) Patris R.A. Rumbayan

Saat ini, Teddy dipromosikan menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri(Wadanyonif) Para Raider 328/Dirgahayu.

Rotasi itu tertuang dalam Keputusan Kepala Staf TNI AD (KSAD) nomor Kep 137/II/2024 tertanggal 26 Februari 2024.[3].

Karier militernya dimulai pada tahun 2011 setelah lulus dari Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah.

Sebagai taruna, Teddy menjabat sebagai Kalemustar (Ketua Lembaga Musyawarah Taruna) di Resimen Korps Taruna. 

Selama masa itu, ia aktif dalam Drumband GSCL dan menjadi wakil satu-satunya dari Taruna Akademi AD, AL, AU dalam International Cadet Conference ke-13 di National Defence Academy Jepang pada tahun 2010.

Setelah itu, ia mengikuti berbagai kursus militer spesialis di Kopassus, seperti Sekolah Komando, Gultor Anti Teror, Terjun Free Fall, dan Pandu Udara[4].

Pada tahun 2015 ia mengikuti sekolah intelijen di Melbourne Australia dan selanjutnya mengikuti berbagai sekolah spesialis di Amerika Serikat seperti US Army Infantry School, Airbone School, Air Assault School, dan terutama Ranger School pada tahun 2020.

Ranger School adalah program sekolah pasukan paling elite di Angkatan Darat AS untuk menghasilkan lulusan US Army Ranger bagi Resimen Ranger – ke 75.

Program ini menerapkan sistem gugur, dimana setiap minggunya siswa menghadapi serangkaian ujian yang meliputi tes kemampuan fisik, navigasi darat, tes taktis, serta kepemimpinan.

Tingkat kelulusan di sekolah ini berkisar antara 20 hingga 25 persen dari total jumlah siswa.

Teddy juga pernah menempuh pendidikan di US Army Infantry School.

Pada 2019, ia berhasil lulus dari sekolah yang berlokasi di Fort Benning, Amerika Serikat itu.

Saat lulus, ia mendapatkan predikat International Honor Graduate di antara 185 siswa, yang terdiri dari 171 perwira Amerika dan 14 perwira asing. 

Selain itu, dirinya juga menerima Commandant List Award serta Gold APFT (Tes Fisik dengan nilai 100 persen)[8].

Commandant’s List Award adalah penghargaan yang diberikan kepada siswa yang menunjukkan kinerja luar biasa selama pendidikan mereka.

Penghargaan ini biasanya diberikan kepada 20 persen siswa teratas dalam suatu program[9].

Gold APFT merujuk pada skor tinggi dalam Army Physical Fitness Test (APFT), yang dirancang untuk menguji kekuatan otot, daya tahan, dan kebugaran kardiovaskular prajurit di Angkatan Darat Amerika Serikat. 

APFT terdiri dari tiga event: push-up, sit-up, dan lari dua mil.

Setiap event dinilai dari 0 hingga 100 poin.

Untuk lulus, prajurit harus mencapai skor minimal 60 di setiap event.

Skor total prajurit adalah jumlah poin dari ketiga event tersebut.

Jika prajurit lulus semua event, total skor bisa berkisar dari 180 hingga 300. 

Pendidikan umum

SMA Taruna Nusantara, Magelang, 2007

S1 Universitas Jenderal Achmad Yani, Bandung, 2012

S2 Universitas indonesia, 2021 (Kajian Terorisme)

Riwayat jabatan

Komandan Peleton 3,2,1 di Batalyon Kopasus

Ajudan Kasum TNI

Perwira Operasi Batalyon - 13 Kopasus

Asisten Ajudan Presiden Joko Widodo

Pama Sat-81 Gultor Mabes TNI (Pendidikan di Amerika)

Komandan Tim 1 dan 2 di Batalyon Kopasus

Ajudan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

Wakil Komandan Batalyon Infanteri Para Raider 328/Dirgahayu

Menteri Sekretaris Kabinet Kabinet Prabowo-Gibran 2024-2029

Pendidikan militer

Akademi Militer, 2011

Kopasus, 2012

Sat Gultor Anti Teror, 2013

Terjun Free Fall, 2014

Pandu Lintas Udara, 2015

Sekolah Intel di Australia, 2015

United States Army Infantry School di Amerika Serikat, 2019

United States Army Airborne School di Amerika Serikat, 2019

United States Army Air Assault School di Amerika Serika, 2019

Ranger School, 2020

Mendapatkan skor tinggi atau “Gold” dalam APFT menunjukkan kebugaran fisik yang luar biasa.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 6 Pertimbangan Mayor Teddy Naik Pangkat Jadi Letkol TNI, Anggota DPR: Tak Sesuai Aturan Biasanya

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved