Appi: Kami Sudah Lama Bertempur
Di hadapan forum rapat pleno terbuka, Appi mengungkapkan bagaimana dirinya dan tim harus bertarung keras dalam Pilwalkot Makassar 2024.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar terpilih, Munafri Arifuddin (Appi), melontarkan sindiran tajam dalam orasi kemenangannya pasca ditetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2025-2030 di Hotel Four Points by Sheraton Makassar.
Dalam orasinya, Appi menegaskan, perjuangannya bersama tim bukanlah sesuatu yang instan.
Oleh karena itu, Appi meminta pihak-pihak lain untuk memahami suasana kebatinan tim dan pendukung Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (MULIA).
Di hadapan forum rapat pleno terbuka, Appi mengungkapkan bagaimana dirinya dan tim harus bertarung keras dalam Pilwalkot Makassar 2024.
Bahkan ia dan pendukungnya telah berjuang habis-habisan sejak Pilkada Makassar 2018 dan 2020, menghadapi berbagai tantangan dan rintangan.
Namun, di tengah perjuangan tersebut, banyak pihak yang tidak peduli, bahkan meremehkan dan memandang sebelah mata.
"Waktunya kami bertempur, kami tidak pernah mengurusi orang. Jangan karena kami sudah menang, kami diurusi juga. Kami tidak mau diurusi!" tegasnya.
Sindiran ini ditujukan kepada pihak-pihak yang sebelumnya tidak terlihat dalam perjuangannya.
Namun kini justru ingin ikut terlibat setelah kemenangan diraih.
Appi juga meminta agar suasana euforia kemenangan tidak diganggu oleh riak-riak politik yang tidak perlu.
Ia menegaskan bahwa timnya berhak menikmati momen ini setelah melewati perjuangan panjang.
"Biarkanlah tim atau teman-teman kami menikmati euforia ini jangan dulu diganggu. Tolong dimengerti juga suasana kebatinan tim-tim kami," kata Appi.
Ia juga menambahkan, dirinya dan tim tidak ingin mendengar komentar miring dari pihak lain yang mempertanyakan posisi mereka setelah kemenangan.
"Kami tidak ingin mendengar riak-riak atau kata-kata seperti ‘Kenapa dia ada di sana? Di mana dia kemarin?’ Kira-kira begitu," sindirnya.
| Anak 10 Tahun di Biringkanaya Makassar Meninggal Usai Jatuh ke Gorong-gorong |
|
|---|
| Pengamat: RMS Pindah ke PSI, Tantangan Bagi Kader Nasdem |
|
|---|
| Dokkes Polda Sulsel: Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR di Pangkep Butuh Ketelitian |
|
|---|
| Sosok Dokter Resti Diperiksa Polisi karena Kasus Pencemaran Nama Baik Putri Dakka |
|
|---|
| Dibanding Florencia, Identifikasi Jenazah Pertama Korban Pesawat ATR 42-500 Jauh Lebih Sulit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Momen-Munafri-Aliyah-orasi-usai-ditetapkan-sebagai-Pemenang-Pilwalkot.jpg)