Akpol 1989
Karier Moncer Alumni Akpol 1989 Jabat Menteri, Wamen, dan Wakapolri
Karier moncer tiga lulusan Akademi Kepolisian 1989, Agus Andrianto jabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Suntana Wakil Menteri Perhubungan
TRIBUN-TIMUR.COM -- Karier moncer tiga lulusan Akademi Kepolisian 1989.
Mereka menjabat menteri, wakil menteri, dan terbaru Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Wakapolri.
Pertama ada nama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto lulusan Akpol 1989.
Kedua ada nama Komjen Suntana.
Jabatannya Wakil Menteri Perhubungan.
Ketiga ada nama Komjen Ahmad Dofiri. Jabatannya Wakapolri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutuskan menunjuk Komjen Ahmad Dofiri sebagai Wakapolri.
Komjen Ahmad Dofiri akan mengisi kursi kosong peninggalan kawan seangkatannya, Komjen Agus Andrianto.
Berikut profil ketiganya:
1 Profil Komjen Pol Agus Andrianto
Agus Andrianto lahir di Blora, Jawa Tengah pada 16 Februari 1967.
Ia merupakan polisi yang ahli di bidang reserse dan memiliki karir moncer selama di kepolisian.
Agus Andrianto adalah anak ke-11 dari 12 bersaudara dari pasangan Sukarsono-Sri Sudaryati.
Ayahnya berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
Jabatannya terakhir ayahnya adalah camat di Kecamatan Banjarejo, Blora dan pensiun pada 1982.
Agus Andrianto diketahui menghabiskan masa kecilnya di kampung halamannya di Blora.
Jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1989 tersebut diketahui menamatkan pendidikan dasar di SD 1 Tempelan Blora.
Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke SMP 1 Blora, dan SMA 1 Blora, lalu masuk ke Akademi Kepolisan.
Setelah lulus dari Akpol, ia ditugaskan menjadi Pamapta Polres Dairi, Sumatera Utara, pada 1990.
Selama bertugas sebagai polisi di wilayah Sumatera Utara, Agus Andrianto pernah mengemban jabatan Kapolsek di sejumlah wilayah di antaranya Kapolsek Sumbul (1992), Kapolsek Parapat (1993), Kapolsek Percut Seituan (1995).
Kemudian pada 1995, ia pun melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Setelah lulus dari PTIK, Agus Andrianto bertugas di Lampung, menjabat sebagai Kapuskodalops Polres Lampung Selatan (1997).
Dua tahun kemudian, ia kembali dipindahtugaskan ke Sumatera Utara menjadi Kasat Serse Poltabes Medan (1999).
Setelah bertugas di Sumatera Utara, ia dipindahtugaskan ke Jawa Timur, menjabat sebagai Kasubag Binops Bag Serse Ek Polda Jatim (2001), Kasubag Binops Bag Serse Um Polda Jatim (2001), hingga akhirnya dipercaya menjadi Wakapolres KP3 Tanjungperak (2003).
Selanjutnya ia pun ditempatkan menjadi Pamen Polda Jatim (2005) dalam rangkan pendidikan.
Setelah menyelesaikan pendidikan karirnya kian menanjak. Ia dipindah tugaskan ke wilayah Polda Metro Jaya.
Di wilayah Polda Metro Jaya, ia dipercaya menjadi Kasat I/Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (2006),
Kapolres Tangerang (2007), dan Kapolres Metro Tangerang (2008).
Berpangkat melati tiga di pundaknya, Agus Andrianto kembali dipinahtugaskan ke Sumatera Utara dan menjabat sebagai Dirreskrim Polda Sumut (2009).
Setelah bertugas di Sumatera Utara, ia pun kembali ditarik ke Jakarta menjadi Kabagresmob Robinops Bareskrim Polri (2011).
Tak lama ia ditempatkannya menjadi analis Kebijakan Madya Bidang Pidkor Bareskrim Polri dalam rangka mengikuti pendidikan untuk menjadi perwira tinggi atau Sespimti.
Setelah menjalani pendidikan Sespimti, ia dipercaya menjadi Kabagbinlatops Robinops Sops Polri(2013).
Berpangkat jenderal bintang satu, Agus Andrianto pun dipercaya menjadi Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN (2015).
Ia kembali ke institusinya pada 2016 menjadi Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.
Karirnya pun kian melejit, ia dipercaya menjadi Wakapolda Sumut (2017) dan Kapolda Sumut (2018).
Setelahnya, ia dipercaya menjadi Kabaharkam Polri (2019) dan Kabareskrim Polri (2021) dengan pangkat jenderal bintang tiga.
Selanjutnya, ia pun diangkat menjadi Wakapolri (2023).
Diketahui ia pun memiliki keahlian khusus ditandai dengan brevet yang terpasangan di dadanya.
Ia mengantongi Brevet Selam Polri, Brevet Para Penerjun, dan PIN Penyidik.
2. Komjen Suntana
Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Suntana, M.Si. (lahir 2 Juni 1966) adalah seorang purnawirawan Polri yang jabatan terakhirnya adalah Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri.[1]
Suntana, lulusan Akpol 1989 ini berpengalaman dalam bidang Intel. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri. Selain itu juga beliau merupakan putra daerah Jawa Barat yang berasal dari Cinta, Karangtengah, Garut.
| 3 Alumni Akpol 1989 Masuk Kabinet Prabowo, Terbaru Komjen Akhmad Wiyagus |
|
|---|
| Karier Moncer Alumni Akpol 89 di Kabinet Prabowo Subianto |
|
|---|
| Bintang Terang 2 Alumni Akpol 1989 Raih Jenderal Penuh Walau Bukan Kapolri |
|
|---|
| 2 Alumni Akpol 1989 Tembus Bintang 4 Meski Tak Pernah Jabat Kapolri |
|
|---|
| Kursi Wakapolri Lowong, Komjen Ahmad Dofiri Resmi Pensiun dari Polri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kolase-3-jenderal-alumni-Akpol-1989-berkarier-moncer.jpg)