Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Aksi Kamisan

Aksi Kamisan di Sinjai Sulsel Soroti Pendidikan, BBM, dan Keadilan Aktivis

Sekelompok pemuda di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menggelar aksi kamisan pada Kamis (31/10/2024). .

Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur
Aksi kamisan sekompak pemuda di Tugu Bambu Sinjai, Jl Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (31/10/2024). 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA -  Sekelompok pemuda di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menggelar aksi kamisan pada Kamis (31/10/2024). 

Aksi tersebut dipusatkan di Tugu Bambu Sinjai, Jl Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara.

Pantauan Tribun-Timur.com, massa aksi yang berjumlah 10 orang berorasi secara bergantian menggunakan pengeras suara. 

Mereka membentangkan spanduk yang berisi berbagai tuntutan.

Di antaranya “Wujudkan Pendidikan Gratis”, “Aksi Kamisan Sinjai HAM dan Demokrasi”, dan “Tolak Kenaikan BBM dan Kelangkaan BBM”.

Di sela-sela aksi, para peserta sesekali menyanyikan lagu perjuangan berjudul "Buruh Tani". 

Aksi ini dikawal ketat pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Sinjai.

Dalam orasinya, salah seorang peserta aksi, Syahrul, menegaskan bahwa aksi kamisan ini bukan milik lembaga, melainkan milik individu yang peduli terhadap isu HAM dan demokrasi. 

“Saat ini tidak ada HAM dan demokrasi yang diterapkan di Indonesia, maka dari itu kami hadir dengan melakukan aksi kamisan setiap minggu,” ujarnya.

Massa aksi juga menyoroti persoalan pendidikan di Indonesia. 

Menurut mereka, sistem pendidikan saat ini mempersulit kaum miskin.

“Pendidikan di Indonesia sangat mencekik kaum miskin, dimana biaya pendidikan di negara kita sangat mahal,” ungkapnya.

Selain itu, mereka mendesak aparat dan pemerintah untuk mengadili pelaku pelecehan seksual yang belum diselesaikan. 

“Banyak kasus pelecehan yang terjadi, namun tidak ada penyelesaiannya sampai saat ini,” kata Syahrul.

Aksi kamisan ini juga mengingatkan tentang kasus pembunuhan aktivis, termasuk kasus Munir, yang hingga kini belum menemukan titik terang.

 “Kami selalu meneriakkan dalam setiap aksi kamisan untuk tidak menolak lupa,” tambahnya.

Aksi berakhir dengan lancar pada pukul 17:15 Wita. (*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved