Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kehebatan Alumni Akpol 2002 Ahrie Sonta Nasution Ajudan Prabowo dari Polri

Profil dan kehebatan Kombes Ahrie Sonta Nasution ajudan Presiden Prabowo Subianto dari Polri, alumnus Akpol 2001

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
KOMPAS.COM/ IRA GITA
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ahrie Sonta ditemui di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/11/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Profil dan kehebatan Kombes Ahrie Sonta Nasution ajudan Presiden Prabowo Subianto dari Polri.

Kombes Ahrie Sonta Nasution lulusan Akademi Kepolisian 2002 atau Akpol 2002.

Perwira kelahiran 2 April 1981 itu akan menggantikan tugas Mayor Teddy Indra Wijaya alumni Akmil 2011.

Adapun Mayor Teddy Indra Wijaya dapat tugas baru sebagai Sekretaris Kabinet Merah Putih.

Dulunya Mayor Teddy bertugas sebagai ajudan Menteri Pertahanan era Prabowo Subianto.

Kini setelah naik takhta sebagai presiden, Prabowo akan dikawal 4 ajudan dari TNI AD, TNI AU, TNI AL, dan Polri.

Polri telah mengajukan beberapa nama untuk ikut seleksi ajudan presiden dan wakil presiden RI periode 2024-2029, salah satunya adalah Kombes Ahrie Sonta Nasution.

Adapun ajudan Presiden Prabowo Sunuanto sebelumnya adalah Mayor Teddy Indra Wijaya yang kini ditunjuk menjadi Sekretaris Kabinet di Kabinet Merah Putih.

“Benar, Polri telah mengirimkan nama-nama personel terbaik, salah satunya adalah Kombes Ahrie Sonta Nasution yang diajukan sebagai salah satu calon untuk ajudan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Rabu (23/10/2024).

Sebelum ditunjuk sebagai calon ajudan Presiden Prabowo, Kombes Ahrie Sonta menjabat sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pekan lalu, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan, proses seleksi ajudan ini akan dilakukan oleh Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

Ia memastikan, nama perwira yang diusulkan berasal dari Korps Bhayangkara telah memenuhi syarat yang ditentukan. 

“Sudah disetor, nanti Setmilpres yang akan melaksanakan proses seleksi,” ujar Sandi di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Senin (14/10/2024).

Profil Kombes Ahrie Sonta Nasution Ahrie merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2002.

Saat menjabat sebagai Sekpri Kapolri, ia mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes).

Pria kelahiran 2 April 1981 itu juga pernah terlibat dalam operasi penting seperti Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Operasi Nemangkawi di Papua dan merupakan bagian dari tim penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia terkait kasus korupsi pengalihan hak tagih (Cessie) Bank Bali.

Selain itu, saat menjabat sebagai Kepala Unit II Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ahrie berhasil mengungkap kasus narkotika dalam jumlah besar.

Ahrie juga memiliki gelar Doktor Ilmu Kepolisian yang ia raih pada tahun 2018 dan sempat menempuh berbagai pendidikan kejuruan di luar negeri, di antaranya di Politie Academy Apeldoorn Belanda, Crime Scene Analysis by Visual Comparison di Munster, Jerman, dan di Joint Special Operation University, US Command Center, Tampa, Florida.

Profil Wahyo Yuniartoto Ajudan Prabowo dari TNI AD

Kolonel Inf. Wahyo Yuniartoto S.E., M.Tr.(Han), adalah seorang perwira TNI-AD (lahir 18 Juni 1979 di Purbalingga).

Mantan Komandan Grup 2 Kopassus ini sekarang menjabat sebagai Ajudan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. 

Putra Purbalingga ini merupakan abituren Akmil tahun 2001 dan berasal dari kecabangan Korps Infanteri Baret Merah.

Wahyo Yuniartoto saat berusia 44 tahun dengan pangkat Letnan Kolonel Inf.pernah menjadi salah satu prajurit termuda yang menjabat sebagai Asisten Operasi, yaitu saat dipercaya menjabat sebagai Asisten Operasi Kopassus, yaitu Staf Umum Danjen Kopassus Bidang Perencanaan, Operasi, dan Latihan.

Salah satu kemampuan atau keahlian Kolonel Inf.Wahyo Yuniartoto selain bidang militer adalah sebagai seorang motivator yang handal.

Dengan gaya bicara yang khas, runtut, terarah, jelas, tegas, bersemangat bahkan berapi-api membuatnya sering diminta untuk memberikan Motivasi baik di kalangan militer maupun sipil bahkan lebih dari itu, Wahyo Yuniartoto sering diminta memberikan motivasi kepada para atlet Indonesia yang akan berlaga untuk membawa harum nama bangsa di kancah dunia internasional.

Karena kelebihannya tersebut tidak mengherankan membuatnya oleh anak buah maupun banyak kalangan lain menjulukinya sebagai "The Sun" atau Bapak Matahari. 

Kolonel Inf. Wahyo Yuniartoto pernah dipercaya mengemban tugas untuk menjadi Manajer Timnas Pencak Silat Indonesia, tepatnya di Kejuaraan Dunia di Malaysia pada 2022 dimana Indonesia berhasil menjadi juara umum pada event tersebut.

Setelah itu, penugasan berikutnya datang di SEA Games 2023 di Cambodia.

Karena prestasi sebelumnya, maka dia masih dipercaya untuk menjadi manajer Tim Pencak Silat Indonesia.

Ada kejadian menarik terjadi pada cabor Pencak Silat saat perhelatan SEA Games berlangsung, yaitu momen panas dalam pertandingan dimana Pencak Silat Indonesia dicurangi sehingga mengajukan protes keras, wasit pun menyetujui akan diadakan banding.

Disisi lain pihak Vietnam justru tidak dapat menerima dan membuat ulah tidak terpuji, saat itu pelatih silat Vietnam emosi dan meluapkannya dengan melakukan provokasi serta menantang pelatih Indonesia untuk bertarung sehingga membuat Manajer Tim Pencak Silat Indonesia turun tangan mensikapi kejadian tersebut.

Saat pelatih silat Vietnam maju mendekat sembari melempar tantangan, maka tindakan tersebut memicu Wahyo Yuniartoto sebagai manajer Timnas Pencak Silat Indonesia turun tangan pasang badan menghadapi tantangan pelatih Timnas Vietnam dan berhasil menghalaunya sehingga mundur kembali ke kontingen Vietnam. 

Riwayat Pendidikan

Pendidikan umum

SD Negeri 1 Bokol, Kemangkon, Purbalingga (1991)

SMP Negeri 1 Kemangkon, Purbalingga (1994)

SMA Negeri 1 Bukateja, Purbalingga(1997)

S1 Universitas Terbuka Prodi Fakultas Ekonomi (2013)

S2 Universitas Pertahanan Prodi Strategi Pertahanan Darat (2016)

Pendidikan militer

Pendidikan Para Dasar (2000)

Akademi Militer (2001)

Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (2001)

Combat Intel (2002)

Pendidikan Komando (2003)

Kursus Perwira Sandhi Yudha (2004)

Kursus Pandu (2005)

Kursus Bahasa Mandarin (2006)

Kursus Terjun Bebas Militer (2007)

Kursus Perwira Jasmani Militer (2010)

Sekolah Lanjutan Perwira II (2012)

Kursus Dasar Perwira Intel Badan Intelejen Strategis Tentara Nasional Indonesia (2013)

Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (2016)

Pendidikan Komandan Batalyon Infanteri (2017)

Pendidikan Komandan Kodim (2018) Mendapat predikat lulusan terbaik. 

Assesment Komandan Grup Kopassus (2023)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kombes Ahrie Sonta Jadi Kandidat Ajudan Presiden Prabowo dari Polri"

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved