Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ratusan Hektar Sawah di Sinjai Selatan Terancam Menganggur: Petani Berharap Solusi dari Pemerintah

Pantauan Tribun menunjukkan bahwa hampir seluruh sawah di wilayah tersebut dibiarkan tidak ditanami.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
Hamparan sawah di Kelurahan Sangiasserri dan Desa Gareccing dari udara tampak menganggur 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ratusan hektar sawah di Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, tampak menganggur.

Di musim kemarau ini, sawah-sawah milik petani terlihat kosong tanpa tanaman padi maupun palawija.

Pantauan Tribun menunjukkan bahwa hampir seluruh sawah di wilayah tersebut dibiarkan tidak ditanami.

“Kami tak bisa berbuat banyak karena kemarau. Jadi, sawah dibiarkan saja menjadi tempat tambatan ternak sapi,” kata Abdullah, warga setempat, pada Senin (21/10/2024).

Umumnya, sawah di daerah ini mengandalkan air hujan.

Setiap tahunnya, banyak sawah dibiarkan menganggur, dengan penyebab utama adalah kurangnya air untuk bercocok tanam saat kemarau berlangsung.

Debit air di Sungai Aparang juga turun drastis.

Rata-rata, sawah di daerah tersebut menganggur selama empat hingga lima bulan setiap tahunnya.

Tahun ini, sawah mulai menganggur sejak akhir Agustus. 

Para petani belum bisa turun ke sawah karena curah hujan yang minim. Dalam dua bulan terakhir, daerah tersebut baru mengalami satu kali hujan deras.

Setelah hujan pekan lalu, kemarau kembali melanda.

Masyarakat berharap bahwa pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dapat membangun bendungan yang mampu mengairi sawah mereka.

Saat ini, tiga bendungan di daerah itu belum mampu berfungsi maksimal.

Kepala Dinas Pertanian Sinjai, Kamaruddin, menjelaskan bahwa sawah masyarakat umumnya berada di ketinggian dibandingkan aliran sungai.

 Ia juga menyampaikan bahwa luas sawah di daerah tersebut mencapai 372 hektare, dengan sebagian besar merupakan sawah tadah hujan.

Program pompanisasi juga belum dapat memaksimalkan petani untuk menggarap sawah di musim kemarau ini, apalagi Sinjai hanya menerima bantuan mesin pompa air dalam jumlah terbatas beberapa waktu lalu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved