Program Pemberdayaan Desa Pucak Tingkatkan Kesehatan Ibu & Anak dengan Teknologi VR
Program ini mengembangkan Desa Sehat sebagai sentra edukasi kesehatan ibu dan anak, yang memanfaatkan integrasi sistem teknologi virtual reality (VR).
TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa, tim pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin oleh Prof Yusriani melaksanakan program pemberdayaan di Desa Pucak.
Program ini mengembangkan Desa Sehat sebagai sentra edukasi kesehatan ibu dan anak, yang memanfaatkan integrasi sistem teknologi virtual reality (VR) dan diversifikasi produk olahan daun kelor.
Program ini merupakan salah satu upaya nyata untuk mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing melalui pendekatan inovatif.
Dalam program ini, teknologi VR digunakan sebagai sarana edukasi yang interaktif dan mendalam, memungkinkan ibu dan anak untuk belajar tentang kesehatan dengan cara yang lebih menarik dan efektif.
Materi yang disajikan mencakup kesehatan ibu hamil, kesehatan ibu bersalin, manfaat daun kelor bagi ibu menyusui, kesehatan ibu nifas, pemanfaatan olahan daun kelor serta nutrisi anak yang disimulasikan secara visual dan realistis.
Program ini melibatkan kolaborasi antara Universitas Muslim Indonesia dan Universitas Megarezky, yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat setempat.
Teknologi VR digunakan untuk memberikan pelatihan kesehatan yang lebih mendalam dan menarik mengenai kesehatan ibu hamil, bersalin, dan manfaat daun kelor untuk ibu menyusui dan anak-anak.
Diversifikasi produk daun kelor juga dikembangkan untuk meningkatkan asupan nutrisi di kalangan warga desa.
Kegiatan pemberdayaan ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Dengan fokus pada mencegah stunting dan meningkatkan gizi, program ini merupakan langkah konkret untuk menciptakan desa yang mandiri dan berdaya saing melalui inovasi dan kolaborasi.(*)
| Indahnya Toleransi, 4 Mahasiswi Non Muslim Wisuda di UMI Makassar |
|
|---|
| UMI Tembus 10 Besar PTS dengan Peneliti Terbanyak, Prof Hambali: Buah Wakaf Intelektual Dosen |
|
|---|
| Dari Aljazair, Bupati, Pejabat TNI-Polri, Jadikan Pascasarjana UMI Pusat Pengembangan Ilmu |
|
|---|
| 85 Judul Lolos Hibah BIMA, Prof Hambali: Ilmu Tak Boleh Berhenti di Laporan, Harus Jadi Solusi Umat |
|
|---|
| 5 Dekan & Direktur Pascasarjana Baru Universitas Muslim Indonesia Dilantik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Program-pemberdayaan-di-Desa-Pucak.jpg)