Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akpol 2024

Cita-cita Mulia Regina Anugerahani Rosari

Regina Anugerahanni Rosari lahir pada 19 Oktober 2003 di Bandar Lampung, berasal dari keluarga sederhana atau bukan keluarga kaya raya.

Kompas.com
Regina Anugerahani Rosari 

TRIBUN-TIMUR.COM - Namanya Regina Anugerahani Rosari.

Dia calon Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) dari Lampung yang ikut seleksi tingkat pusat, Senin (15/7/2024) lalu.

Regina Anugerahanni Rosari lahir pada 19 Oktober 2003 di Bandar Lampung.

Regina berasal dari keluarga sederhana atau bukan keluarga kaya raya.

Bagi Regina Anugerahanni, gagal sekali atau dua kali bukan berarti harapan sudah pupus.

Ini terbukti ia dua kali tak lolos seleksi masuk Akademi Kepolisian.

Namun, Regina Anugerahanni enggan berputus asa dan mencoba lagi untuk tembus Akpol berikutnya.

Hasilnya, ia lolos seleksi calon taruna Akpol 2024.

Ayahnya mantan satpam, kini bekerja swasta.

Ibunya sampai hari ini berdagang sembako.

Regina merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

Kakaknya masuk Bintara Polri dan sudah berdinas dari tahun 2020 di Polres Tulang Bawang, Lampung.

Regina bersekolah TK-SD di Fransiskus.

Lalu melanjutkan, sekolah di SMP Xaverius.

Regina Anugerahanni Rosari kemudian melanjutkan sekolah di SMA Fransiskus Bandar Lampung.

Walau sebelumnya, Regina dua kali tidak lolos seleksi masuk Akpol tak membuatnya patah arang.

Lantas ia introspeksi diri, memperbaiki kesalahan dan kekurangannya lalu mengikuti seleksi calon taruna Akpol lagi.

Ditingkat Polda Lampung, Regina mendapat ranking 1, secara berturut-turut. Dia mengikut tes Akpol pada 2022 dan 2023, namun gagal.

Seleksi tahun ini, ia berharap bisa lolos. Sebab, tahun ini merupakan terakhirnya dapat mengikuti seleksi Akpol tersebut.

"Tahun pertama saya gugur di perankingan awal, ranking tiga. Tahun kedua, saya gugur di pantukhir (pemantauan akhir) daerah, ranking dua."

"Tahun ini Puji Tuhan, saya ranking satu. Karena Lampung, tiap tahun cuma ngirim taruninya (calon taruni) cuma satu," kata Regina, dikutip dari TribunLampung.co.id

Ia bercita-cita mengabdi kepada masyarakat.

"Saya ingin membantu mereka yang membutuhkan uluran tangan secara langsung. Kehadiran sebagai penegak hukum dan selalu ada buat orang-orang kecil. Karena saya juga berasal dari orang-orang kecil," katanya.

Ia menyebut orangtuanya selalu memberikan suport kepada dirinya dengan datang ketempat tes.

"Selam tes, ayah dan ibu menemani. Tapi, kemarin ayahn sudah kembali ke Lampung karena harus kembali bekerja. Minggu kemarin ibu ikut menemani tes. Tapi saya nggak bisa ketemu juga, kemarin sempet liat-liatan aja gitu," ucapnya.

Ia menyebut keinginannya masuk Akpol dorongan keluargan.

Lalu, ia juga ingin pekerjaan dengan karir yang baik sekaligus dapat mengabdi kepada masyarakat.

Terkait persiapan, Dia menyebut, dirinya rajin membaca buku dan mengukuti les untuk mengasah wawasannya.

"Persiapannya, lebih banyak les, belajarnya lebih giat, juga intropseksi diri ternyata ada banyak aspek yang perlu diperhatikan di luar belajar," katanya.

"Latihan, sikap kita ke orang gimana. Bahwa, kita nggak tahu doa siapa yang bakal terkabul, jadi kita mesti berbuat baik ke orang lain," sambungnya.

Berdasarkan informasi, Regina merupakan satu di antara 492 Calon Taruna-Taruni Akpol yang saat ini sedang mengikuti serangkaian tes tingkat pusat.

Hari ini, mereka mengikuti Computer Assisted Test (CAT) Akademik dan Asesmen Mental Ideologi.

Akademi Kepolisian atau Akpol adalah lembaga pendidikan untuk mencetak Perwira Polri.

Akpol adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Perwira Polri yang berada di bawah Lemdiklat Polri.

Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010, Akpol bertujuan menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira Polri tingkat Akademi dan lama pendidikan adalah 4 tahun (8 Semester) dengan output pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda).

Pendekatan pendidikan melalui metode pembelajaran, pelatihan dan pengasuhan.

Akpol tergabung sebagai anggota INTERPA (International Association of Police Academies) dari 36 negara anggota lainnya.

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Akademi Kepolisian meliputi:

Unsur Pimpinan dan Penasehat, terdiri dari:

Gubernur Akademi Kepolisian, saat ini dijabat oleh Inspektur Jenderal Polisi Krisno Halomoan Siregar, S.I.K., M.H.

Wakil Gubernur Akademi Kepolisian, saat ini dijabat oleh Brigadir Jenderal Polisi M. Taslim Chairuddin, S.I.K., M.H.

Dewan Akademik sebagai Penasehat

Unsur Pelayanan Staf, terdiri dari:

Kepala Tata Usaha Dalam (Kataud)

Kepala Urusan Keuangan (Kaurku)

Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin)

Unsur Pelaksana Utama, terdiri dari:

Direktorat Akademik (Dit Akademik)

Direktorat Pembinaan Taruna dan Latihan (Dit Bintarlat)

Fasilitas pendidikan
Fasilitas pendidikan identik dengan istilah sarana dan prasarana pendidikan.

Akpol memiliki berbagai fasilitas pendidikan untuk menunjang kegiatan pembelajaran, pelatihan, dan pengasuhan bagi Taruna Akpol, dengan rincian sebagai berikut:

Gedung Tribrata Utama

Gedung Graha Bhayangkara

Gedung Graha Oetomo

Gedung Graha Cendikia

Gedung Graha Taruna

Rumah sakit Akpol

Stadion Taruna

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved