Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

EURO 2024

Inggris Geram Wasit Laga Vs Belanda Pernah Terlibat Pengaturan Skor dan Bikin Jude Bellingham Marah

Wasit asal Jerman Felix Zwayer akan memimpin pertandingan semifinal Euro Inggris vs Belanda meskipun memiliki sejarah kelam dengan Jude Bellingham.

Tayang:
Editor: Alfian
ist
Wasit asal Jerman Felix Zwayer akan memimpin laga semifinal EURO 2024 antara Inggris vs Belanda. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Timnas Inggris nampaknya tak senang dengan keputusan UEFA menunjuk wasit kontroversial di laga semifinal EURO 2024 kontra Belanda.

Laga semifinal EURO 2024 antara Inggris vs Belanda akan berlangsung, Kamis (11/7/2024) Pukul 03.00 Wita.

Dilansir dari Mirror, Senin (8/7/2024), Inggris telah diberi tahu siapa wasit yang akan memimpin pertandingan semifinal Euro 2024 melawan Belanda di Dortmund, tetapi keputusan UEFA sepertinya tidak akan diterima dengan baik oleh Jude Bellingham.

Wasit asal Jerman Felix Zwayer akan memimpin pertandingan semifinal Euro Inggris vs Belanda meskipun memiliki sejarah kelam dengan Jude Bellingham.

Bintang Inggris Jude Bellingham didenda £34.000 karena komentar pascapertandingan tentang Zwayer setelah Borussia Dortmund kalah dari Bayern Munich pada tahun 2021 menyusul keputusan penalti yang kontroversial.

Zwayer terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan dan menjalani larangan bermain selama enam bulan pada tahun 2005 setelah menerima suap sebesar £250 dari sesama wasit Robert Hoyzer.

Jude Bellingham mengangkat cerita pengaturan pertandingan selama wawancara pascapertandingan dan kemudian dihukum oleh FA Jerman.

Baca juga: 6 Pemain Terbaik di Babak 16 Besar EURO 2024 : Kylian Mbappe dan Jude Bellingham Kalah Bersinar!

Jude Bellingham marah saat itu:

"Itu menimpanya dan saya bahkan tidak berpikir dia melihat bola tetapi Anda tahu Anda dapat melihat banyak keputusan dalam permainan."

"Anda memberi wasit yang pernah mengatur pertandingan sebelumnya, pertandingan terbesar di Jerman apa yang Anda harapkan?"

Jurnalis TV Norwegia Jan Aage Fjortoft, yang melakukan wawancara, turut terlibat dalam perdebatan mengenai penunjukan tersebut.

Fjortoft berkata:

“Saya tidak yakin apa yang dipikirkan UEFA dengan menempatkan Zwayer di pertandingan Inggris. Pada tahun 2021, Bellingham mengatakan hal ini kepada saya setelah pertandingan. Dan didenda €40.000 oleh pejabat sepak bola Jerman.”

Zwayer, dianggap oleh UEFA sebagai salah satu pejabat tinggi mereka dan mereka bersikeras bahwa itulah sebabnya dia yang bertanggung jawab.

Jude Bellingham telah dikenai denda sebesar £25.000 dan larangan bertanding selama satu tahun setelah membuat gerakan menyusul gol penyeimbangnya di menit-menit akhir melawan Slovakia.

Berbicara tentang keputusan itu, pelatih Inggris Gareth Southgate berkata:

"Saya pikir itu adalah keputusan yang masuk akal. Jelas ketika Anda mencetak gol dengan kualitas seperti yang dia lakukan saat ini di usianya, Anda akan merasakan adrenalin yang luar biasa.

"Saya pikir tidak ada maksud dalam tindakan itu terhadap siapa pun selain komunikasi yang dilakukannya dengan keluarganya. Jadi dari sudut pandang kami, kami pikir itu adalah hasil yang masuk akal.

"Saya selalu berbicara dengan para pemain. Saya tidak merasa perlu menghabiskan waktu dengan Jude untuk hal itu. Ia mengetahui penyelidikan tersebut dan ia orang yang cerdas."

Bellingham mengatakan bahwa gerakan itu adalah "gerakan candaan internal terhadap beberapa teman dekat yang hadir di pertandingan".

Namun alasan itu tidak memuaskan para pengambil keputusan UEFA.

Jude Bellingham Ambisi Lawan Spanyol di Final

 Jude Bellingham sudah menentukan calon lawan Timnas Inggris jika seandainya The Three Lions tembus final Euro 2024.

Timnas Inggris telah memastikan diri sebagai salah satu tim yang melaju ke semifinal Euro 2024.

Di babak perempat final, Timnas Inggris harus meladeni Swiss hingga babak adu penalti.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Arena Dusseldorf, Sabtu (6/7/2024) malam WIB, The Three Lions bermain seri 1-1 di waktu normal.

Sempat bermain dengan skor kacamata di paruh pertama, Inggris kecolongan di menit ke-75 melalui gol Breel Embolo.

Hanya saja keunggulan 1-0 Swiss gagal dipertahankan setelah aksi brilian dari Bukayo Saka lima menit berselang memaksa kedudukan kembali seri menjadi 1-1.

Lantaran kedudukan imbang tetap terjaga hingga extra time, laga terpaksa berlanjut ke adu penalti.

Dalam babak tos-tosan, skuad arahan Gareth Southgate menjadi pemenangnya lewat keunggulan 5-3.

Kelima eksekutor milik Inggris, yakni Cole Palmer, Jude Bellingham, Bukayo Saka, Ivan Toney, dan Trent Alexander-Arnold berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Adapun dari pihak pasukan Murat Yakin, hanya Manuel Akanji menjadi satu-satunya algojo penalti yang gagal.

Berturut-turut Fabian Schar, disusul Xherdan Shaqiri dan Zeki Amdouni menjadi penendang yang menuntaskan tugasnya.

Inggris pun berhak mengamankan tiket ke semifinal dan menantang Prancis.

Jika sukses melewati hadangan Prancis, maka Inggris berpeluang melawan pemenang antara Timnas Belanda dan Timnas Spanyol di partai puncak.

Ditanya soal potensi Inggris di Euro 2024, Jude Bellingham memberikan pandangannya soal gambaran lawan di final.

Seandainya lolos ke final, Bellingham ingin timnya berhadapan dengan Timnas Spanyol.

Menurutnya Timnas Spanyol besutan Luis De la Fuente saat ini bermain sangat baik.

"Spanyol telah bermain sangat baik dalam tiga pekan terakhir, segalanya mungkin terjadi," ucap Bellingham, dikutip BolaSport.com dari Football Espana.

"Semoga kami bisa menghadapi final melawan Spanyol."

"Mereka bermain dengan sangat baik," tutur pemain milik Real Madrid tersebut menambahkan.

Inggris memiliki peluang besar untuk melaju ke final Euro 2024.

Hanya saja mereka harus bisa mengalahkan Prancis lebih dulu di babak semifinal.

Kedua tim ini memang tengah mendapat sorotan karena dianggap sama-sama underperform selama turnamen di Jerman berlangsung.

Selain itu kedua raksasa Eropa tersebut sejak awal dijagokan untuk menjadi juara.

Di sisi lain, Belanda dan Spanyol dipandang penampilannya jauh lebih mengesankan daripada kedua tim tadi.

Apalagi La Furia Roja masih berstatus tak terkalahkan sejak fase grup dimulai.

Mereka juga berhasil menyingkirkan tuan rumah Jerman di babak perempat final lewat kemenangan 1-0.(*)

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved