Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Jakarta 2024

Luhut Bela Jokowi

Luhut Binsar Pandjaitan merespon pernyataan Sekjen PKS Aboe Bakar Al Habsyi yang menyebut Jokowi menyodorkan nama Kaesang Pangarep ke partai-partai.

Editor: Sakinah Sudin
Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
Kolase: Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6/2024) (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA) dan Presiden Jokowi (Tribunnews.com). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Luhut Binsar Pandjaitan merespon pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyodorkan nama anaknya, Kaesang Pangarep ke partai-partai untuk maju Pilkada Jakarta 2024.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar itu meminta PKS untuk tidak asal berbicara terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Semua ini orang nuduh-nuduh Pak Jokowi. Itu, jangan asal ngomong lah. Pak Jokowi itu sepanjang yang saya tahu enggak pernah campur-campur soal itu," ujar Luhut di Monas, mengutip tayangan video Kompas TV, Jakarta, Minggu (30/6/2024), dilansir dari Kompas.com.

"Saya kan anu, masih di kabinet. Orang bilang sama soal nyolek-nyolek Gibran, mana pernah (Jokowi) ngomong soal Gibran jadi Wapres. Enggak pernah," sambungnya.

Luhut menjelaskan, dirinya juga sudah membantah isu tersebut ketika sedang berada di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan di hadapan guru besar Universitas Indonesia (UI).

Menurutnya, Jokowi adalah Presiden yang sangat demokratis, bahkan terlalu demokratis.

"Menurut saya, maaf, ha ha ha, kadang-kadang terlalu demokratis juga, karena mungkin saya tentara ya, saya enggak tahu. Beliau sangat dengarin semua. Jadi kalau itu dibilang, orang yang ngomong itu sakit jiwa itu kayaknya itu," jelas Luhut.

Sementara itu, Luhut menegaskan Jokowi tidak akan cawe-cawe di Pilkada Jakarta 2024.

Dia mengklaim tingkat kepuasan masyarakat kepada Jokowi jauh lebih tinggi ketimbang tingkat kepuasan jika semua Presiden Amerika Serikat (AS) dikumpulkan.

"Enggak ada lah, ngapain beliau cawe-cawe. Tapi memang kamu cari mana approval ratting sudah mau selesai presidensinya masih berapa tuh 70... 75-76? Di mana kamu cari? Semua presiden Amerika dikumpulin approval ratting-nya masih menang Pak Jokowi," imbuhnya.

Kaesang Sebut Sekjen PKS Bohong

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep terang-terangan menyebut Aboe Bakar Al Habsyi berbohong.

Hal tersebut diungkap Kaesang menanggapi pernyataan Aboe Bakar Al Habsyi yang menyebut Presiden Joko Widodo telah menyodorkan nama putra bungsunya itu untuk mengamankan kursi di Pilkada DKI Jakarta atau Pilkada Jakarta.

Terkait hal itu, Kaesang Pangarep membantah.

Kaesang menegaskan apa yang Aboe sampaikan merupakan kebohongan publik.

Kaesang terang-terangan mengungkap langkah Jokowi.

Dia menyebut Presiden Jokowi tidak pernah menawarkan namanya ke partai.

"Pak Sekjen PKS tidak bicara sesuai fakta. Pak Jokowi tidak pernah menawarkan nama saya ke partai-partai," ujar Kaesang dalam keterangannya, Kamis (27/6/2024) malam, dilansir dari Kompas.com.

"Silakan cek, atau sebut partai mana yang pernah ditawari Pak Jokowi. Cara-cara seperti itu tidak baik dan ini merupakan kebohongan pada publik," jelasnya.

Ia menegaskan, kewenangan untuk mencalonkan seseorang di dalam kontestasi politik berada di tangan ketua umum partai.

Dia lantas mencurigai PKS yang ingin menutup pintu koalisi dengan PSI di Jakarta.

"PSI kan punya kursi di Jakarta, lumayan ada 8 kursi. Banyak juga partai yang menyodor-nyodorkan jagoannya agar didukung PSI. Pernyataan Sekjen PKS mungkin hendak menutup pintu koalisi dengan PSI, ya enggak apa-apa juga," tuturnya.

"Sebagai ketua umum, saya berwenang penuh menentukan siapa yang akan dicalonkan oleh PSI. Kewenangan itu semua ada di ketua umum kok, jadi kita tunggu saja. Jangan bawa-bawa Presiden lah, yang ketua umum kan saya!" sambung Kaesang.

Sementara itu, Kaesang meminta kontestasi pilkada dijauhkan dari penyebaran berita bohong.

"Kompetisi pilkada ini sebaiknya dijauhkan dari penyebaran berita bohong, itu merugikan masyarakat. Terlebih lagi akan merugikan pihak yang suka menyebar berita bohong seperti itu. Masyarakat kita sudah cerdas," imbuhnya.

Sebelumnya, Aboe Bakar Al Habsyi mengungkapkan, Presiden Joko Widodo telah menyodorkan nama putra bungsunya, Kaesang Pangarep, untuk mengamankan kursi di Pilkada DKI Jakarta.

Aboe menuturkan, tawaran untuk mengusung Kaesang tidak hanya diberikan kepada satu partai, tapi ada beberapa partai. "Sudah-sudah, sudah menyodorkan (Kaesang ke beberapa partai). Sudah menyodorkan, kita lihat saja," kata Aboe Bakar di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2024).

Aboe tidak menjelaskan lebih lanjut partai mana saja yang sudah disodorkan nama Kaesang.

Namun ia tidak membantah maupun membenarkan PKS menjadi salah satu partai yang ditawari.

Sudah ya, cukup ya. (Disodorkan) Ke mana-mana," ucap dia. Aboe pun bungkam ketika ditanya informasi tersebut diperoleh dari mana.

Menurut dia, praktik cawe-cawe di tanah politik sudah biasa terjadi. "Enggak ada, enggak ada," katanya sambil berlalu. (Kompas.com/ Adhyasta Dirgantara, Dani Prabowo)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved